5 Tindakan Ini Bisa Bikin Ultah Terasa Bagai Musibah

in Extra by
kue ulang tahun hancur berantakan
Sumber gambar huffpost.com

Siapa sih manusia di bumi ini yang tidak mengerti tentang ulang tahun? semua orang (sebagian mungkin) sudah khatam tentang hal satu itu. Tapi nggak semuanya pernah merayakan, kan? (termasuk saya *nunduk memandang pasir yang seakan berbisik).

Saya akan mengkritik membicarakan tentang perayaan ulang tahun ababil-ababil remaja masa kini. Meski saya sudah tidak remaja lagi, rasanya masih patut untuk membicarakan masalah yang sudah cenderung menjadi sebuah fenomena.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk merayakan hari yang bersejarah itu, namun tidak semua orang bisa merayakannya dengan cara yang beradat baik. Perayaan itu justru mengarah pada bullying bagi teman yang sedang ultah. Khususon buat para remaja yang suka banget merayakan ultah dengan hal-hal konyol yang membuat saya risih. Apa saja hal-hal konyol itu?

 

1.   Pura-Pura Marahan, Terus Nggak Nyapa Sahabat (Korban) Sejak H-7

Meski cuma pura-pura tapi hal itu membuat kita bertanya-tanya apa sebab teman kita tak pernah menyapa, tak mau bicara, dan sebagainya. Dek…, nggak nyapa selama 3 hari aja udah dosa, masak ini dilama-lamain. Grow up, dong. Bukan seperti itu cara memberi kejutan pada sahabat kita.

 

2.   Minta Traktir

Hal ini yang paling disukai seluruh umat di jagat raya saat temannya ultah. Mereka akan selalu mengingatkan kita dengan kata traktir. Memang mentraktir teman itu hal yang tidak dilarang, bahkan sangat dianjurkan. Tapi kalian tahu sendiri berapa teman yang minta untuk ditraktir. Bisa habis duit buat sebulan. Apalagi bagi anak kos yang hidupnya pagi petang makan mi instan seperti saya.

 

3.   Nyeburin ke Kolam

Kalo kolam renang yang airnya jernih sih seger-seger aja. Lah kalo diceburin ke comberan atau kolam lele? Kena patil nggak jadi dapet traktir nanti. Ya, dengan paksaan hingga kita meronta-ronta sambil memelas tetap saja mereka beramai-ramai mendorong kita ke kolam yang warnanya sudah mirip dengan air comberan. *cuma bisa ngelus dada

 

4.   Adonan Kue di Atas Kepala

Beli 2 kilo tepung: terigu, maizena, sagu, panir, dan sekilo telur serta serenceng kecap. Kira-kira mau buat apaan bahan-bahan itu, apa mau buat kue ultah untuk sahabat tercinta? Big wrong, Bro! Iya kali bikin kue pake kecap? semua bahan itu buat dilemparin dan dicampur di atas kepala korban. Bagi para pelajar, biasanya mereka melakukan aksi itu saat pulang sekolah. Kalo gitu udah dipastiin seragam sekolah satu-satunya harus ternodai oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab. Baju saya saja dulu sampai dicuci 7X hingga noda dan baunya hilang, salah satunya harus dicampur dengan tanah karena sudah masuk kategori najis mugholadhoh.

 

5.   Diikat di Pinggir Jalan

Pada kasus yang agak ekstrem, remaja-remaja ini tidak puas jika hanya bermain dengan adonan kue, tong sampah pun jadi. Saya pernah menyaksikan seorang teman yang berulang tahun dengan lalimnya disiram air yang bercampur sampah—tak bisa bayangkan betapa busuknya. Lalu mereka mengaraknya menuju ke tiang terdekat (biasanya tiang listrik pinggir jalan) untuk diikat, lalu ditinggal begitu saja sampai beberapa saat. Sebelumnya udah selfi dulu, dong.

Sah-sah saja memberikan kejutan kepada teman kita yang berulang tahun, namun jangan sampai menjadikan kita sebagai tukang bully yang sama sekali tidak bisa mensyukuri nikmat Tuhan, menjadikan kita sebagai yang tertawa di atas penderitaan saudara sendiri.

Kadarwati TA
Follow Me

Kadarwati TA

mahasiswa Teknik Informatika yang kurang suka (baca: kurang ahli) pemrograman karena dia kurang peka membaca kode-kode. Tulisannya tergabung dalam beberapa antologi.
Kadarwati TA
Follow Me

Latest posts by Kadarwati TA (see all)