Author

Hijrian A. Prihantoro

Hijrian A. Prihantoro has 5 articles published.

Celoteh

Nusantara di Mata Sang Pendekar Hermeneutika

~ Bagian I ~ Siapa yang tidak mengenal Nashr Hamid Abu Zaid di dunia ini? Pendekar hermeneutika dari kampung 1000 menara yang berhasil menaklukkan dunia persilatan. Bahkan para pendekar Kaypang di padepokan persilatan yang berada di pojok-pojok sungai sekalipun akan merinding begitu mendengar namanya disebutkan. Nashr Hamid Abu Zaid adalah seorang pemikir dunia yang mengagumi…

Celoteh

Sufisme Filosofis; Narasi Suci Nalar Manusia

Filsafat, saat ini, adalah sejenis makhluk astral yang bisa menembus berbagai macam dimensi disiplin keilmuan sekaligus kehidupan. Jangankan yang beraroma ilmiah (rasional-eksperimental), kini dalam setiap ungkapan rasa yang kadang tak masuk logika, tak juga dapat terindera, filsafat tetap bisa hadir dengan sebegitu elegannya. Dulu, filsafat adalah momok menakutkan dan pihak-pihak yang berkecimpung dengannya (filusuf) dicap…

Esai

Peta Modernitas Beragama Abdolkarim Soroush

Pada zaman modern seperti saat ini, pola pandang dan gaya hidup ibarat sebuah pertempuran ide-ide atau gagasan-gagasan yang mempertaruhkan identitas ideologi dan tradisi. Dalam medan peperangannya pun perangkat yang dipakai tidak lagi bersifat fisik, melainkan lebih mengedepankan sebuah metodologi abstrak yang dengannya pihak “musuh” akan runtuh oleh anak sejarahnya sendiri. Kata “modernisme” di sini tidak…

Celoteh

Tasawuf, Relasi Tuhan dan Manusia yang Intuitif

Apa yang diharapkan dari sebuah kitab wahyu bukanlah konsistensi logis yang mutlak, melainkan konsistensi terhadap dominannya gagasan. Para Nabi tidak menawarkan filsafat, mereka menawarkan kebijaksanaan dari bentuk tersebut, yakni sebuah hikmah yang berentitaskan kesucian dominan.   Antara Yang Terbatas dan Yang Tak Terbatas Membincang tasawuf—sebuah disiplin ilmu yang berbicara tentang kesucian multidimensi; baik kesucian Tuhan,…

Celoteh

Belajar Makan dari Immanuel Kant

Untuk memahami filsafat Immanuel Kant, kita bisa menggunakan analogi orang yang sedang kelaparan (keluwen). Orang yang lapar akan langsung sadar dan paham bahwa ia harus makan (pure reason). Tidak perlu diingatkan oleh orang lain, bahkan oleh kekasihnya sekalipun. Namun, setelah itu yang harus ia lakukan ialah memahami tentang bagaimana cara mendapatkan makanan (practical reason). Lantas…

Partners Section:

dep file Depfile password Dep file Dep file Depfile password Depfile password dep file dep file Depfile password dep file Depfile password dep file Depfile password dep file Depfile password dep file Dep file dep file Dep file dep file Dep file dep file Depdile password Depfile password dep file dep file depfile password Dep file Depfile Password yify torrent empire torrent yify vikings season 4 auto clicker autoclicker slender the eight pages he gift torrent walking dead torrent the walking dead torrent fl studio 12 torrent Depfile password Dep file dep file dep file dep file dep file dep file dep file depfile password depfile password depfile password depfile password depfile password depfile password Depfile Dep file Dep file Dep file Dep file Dep file Dep file Dep file Dep file dep file depfile password depfile password dep file depfile password dep file depfile password dep file depfile password
Go to Top