Buku Vs Rokok

in Esai by
wikipedia.org

Beberapa tahun silam salah seorang teman saya, yang bekerja sebagai editor surat kabar, tengah memperhatikan api unggun bersama beberapa buruh pabrik. Mereka lalu membicarakan surat kabar teman saya, yang kebanyakan dari mereka membaca dan menerimanya, tetapi saat dia bertanya kepada mereka tentang apa yang mereka pikirkan di kolom sastra, ia mendapatkan jawaban seperti ini: ‘Kau tak bermaksud agar kami membaca bagian itu, bukan? Mengapa, kau menghabiskan separuh waktu membicarakan buku seharga duabelas dan enam pence[1]! Orang-orang seperti kami tak bisa menghabiskan duabelas dan enam pence untuk sebuah buku.’ Seperti itulah, jawabannya, merekalah orang-orang yang sama sekali tak ambil pusing untuk menghabiskan beberapa pound demi perjalanan sehari ke Blackpool[2].

Ide membeli, atau bahkan membaca buku merupakan hobi yang mahal dan melampaui kemampuan rata-rata masyarakat begitu tersebar luas sehingga perihal buku pantas dijelaskan secara rinci. Berapa sebenarnya biaya membaca, yang dihitung dalam bentuk pence setiap jam, tentu sulit untuk diperkirakan, namun saya telah memulainya dengan membuat inventarisasi buku-buku saya sendiri dan menambahkan total harganya. Setelah mengatur berbagai keperluan belanja yang lain, saya bisa membuat perkiraan yang cukup baik untuk pengeluaran saya selama lima belas tahun terakhir.

Buku-buku yang terhitung dan yang saya beri harga merupakan milik saya yang ada di sini, di flat saya. Saya juga punya jumlah buku yang sama di tempat lain, sehingga saya akan menggandakan jumlah akhir setelah perhitungannya sudah lengkap. Saya belum menghitung sisanya seperti salinan bukti cetak, jilid-jilid yang rusak, edisi sampul kertas murah, sejumlah pamflet, atau majalah, kecuali menyatu dalam bentuk buku. Saya juga tak menghitung jenis buku bermutu rendah—buku pelajaran sekolah yang usang dan sebagainya—semuanya menumpuk di bawah lemari. Saya telah menghitung, hanya buku-buku yang saya peroleh dengan bersuka rela, atau yang semestinya diperoleh dengan suka rela, dan yang ingin saya simpan saja. Pada kategori ini saya menemukan jika saya mempunyai 442 buku, yang diperoleh dengan cara-cara berikut:

Membeli (sebagian besar buku bekas)             251

Diberikan pada saya atau dengan token buku                         33

Review copies dan complementary copies[3]                 143

Dipinjam dan tak dikembalikan                                    10

Sementara dipinjam                                                        5

TOTAL                                                                       442

Sekarang adalah cara untuk menentukan harga buku. Buku-buku yang saya beli saya cantumkan dengan harga penuh, sedekat mungkin dengan harga yang bisa saya tentukan. Saya juga membuat daftar harga penuh dari buku-buku yang diberikan langsung pada saya, dan beberapa buku yang sementara saya pinjam, atau yang saya pinjam tapi tak kembali. Ini karena buku pemberian, buku pinjaman, dan buku curian kurang lebih telah rusak. Saya memiliki beberapa buku yang sebenarnya bukan milik saya, tapi banyak pula orang yang juga meminjam buku saya: sehingga buku yang belum saya tebus dapat saya seimbangkan dengan buku lain yang telah saya beli tapi tak lagi saya miliki. Di sisi lain saya telah membuat daftar review copies dan complementary copies dengan harga setengah. Kira-kira begitulah saya akan membelinya sebagai buku bekas, dan buku-buku itu kebanyakan adalah buku yang hanya akan saya beli sebagai buku bekas, jika memang ada. Untuk harga saya kadang-kadang harus mengandalkan tebakan, tetapi perkiraan saya tidak akan berbeda jauh. Biayanya adalah sebagai berikut:

                                     £         s.[4]        d.[5]

Membeli                                  36        9          0

Hadiah                                    10        10        0

Naskah awal, dll.                    25        11        9

£          s.          d.

Meminjam tanpa kembali        4          16        9

Dipinjam                                 3          10        0

Rak buku                                2          0          0

TOTAL                                   82        17        6

Saat menambahkan setumpuk buku lain yang saya miliki di suatu tempat, tampaknya saya mempunyai hampir 900 buku, dengan biaya £165 15s. Inilah akumulasi dari sekitar lima belas tahun—sebenarnya lebih, karena beberapa dari buku-buku ini sudah ada sejak masa kecil saya: tetapi sebut saja lima belas tahun. Ini menghabiskan  £11.1s dalam satu tahun, tetapi ada biaya lain yang harus ditambahkan untuk memperkirakan biaya bacaan saya sepenuhnya. Yang terbesar adalah surat kabar dan majalah, dan untuk ini saya pikir menghabiskan £8 setahun menjadi jumlah yang masuk akal. Delapan pound setahun mencakup biaya dua surat kabar harian, satu surat kabar malam, dua koran Minggu, satu ulasan mingguan dan satu atau dua majalah bulanan. Ini memiliki kisaran jumlah hingga £19.1s, tetapi untuk mengakumulasi jumlah yang semestinya saya mesti menebaknya. Jelaslah tak dapat dipungkiri bahwa orang yang menghabiskan banyak uang untuk buku tidak memperlihatkan kebiasaan lain yang mengikutinya. Ada langganan perpustakaan, dan ada juga buku-buku, terutama Penguins dan edisi murah lainnya, yang dibeli dan kemudian hilang atau dibuang. Namun, berdasarkan tebakan saya yang lainnya, tampaknya £6 per tahun akan cukup untuk menambah pengeluaran semacam ini. Jadi total biaya membaca saya selama lima belas tahun terakhir telah berada pada kisaran £25 per tahun.

Dua puluh lima pon setahun kedengarannya cukup banyak sampai Anda mulai mengukurnya dengan pengeluaran jenis lain. Itu kira-kira 9s. 9d. dalam seminggu, dan saat ini 9s. 9d. setara dengan sekitar 83 batang rokok (Players)[6]: bahkan sebelum perang, jumlah itu setidaknya bisa membuatmu membeli tidak kurang dari 200 batang rokok. Dengan harga seperti sekarang, saya membelanjakan lebih banyak tembakau daripada buku. Saya merokok enam ons seminggu, dengan setengah dari jumlah satu kemasan, hingga mencapai hampir £40 per tahun. Bahkan sebelum perang ketika tembakau yang sama harganya 8d. satu kemasan, saya menghabiskan lebih dari £10 per tahun untuk rokok: dan jika saya juga membuat rata-rata satu takaran bir sehari, ada 6d., dua barang ini secara bersama-sama mengharuskan saya membayar sekitar £20 per tahun. Ini mungkin tidak jauh di atas rata-rata nasional. Pada tahun 1938 penduduk negara ini menghabiskan hampir £10 per kepala tiap tahun untuk alkohol dan tembakau: namun, 20 persen dari populasi adalah anak-anak di bawah lima belas tahun dan 40 persen lainnya adalah perempuan, sehingga rata-rata perokok dan peminum mestilah telah menghabiskan lebih dari £10. Pada tahun 1944, pengeluaran tahunan per kepala untuk hal-hal ini tidak kurang dari £23. Melibatkan perhitungan untuk wanita dan anak-anak seperti yang sebelumnya, dan £40 tiap individu adalah jumlah yang masuk akal. Empat puluh pound setahun hanya dapat membeli satu bungkus Woodbines[7] setiap hari dan setengah takaran mild[8] dalam enam hari seminggu—bukan harga yang fantastis. Tentu saja, sekarang semua harga naik, termasuk harga buku: begitupun, sepertinya biaya untuk membaca, bahkan jika Anda membeli buku dibanding meminjamnya dan berlanganan majalah atau terbitan berkala dengan jumlah yang cukup banyak, tidak akan menghasilkan jumlah yang lebih banyak dari gabungan biaya merokok dan minum.

Sulit untuk menetapkan hubungan apa pun antara harga buku dan nilai yang didapat darinya. ‘Buku’ termasuk novel, puisi, buku teks, karya referensi[9], risalah sosiologis dan banyak lagi lainnya, dan tebal dan harga tidak sesuai satu sama lain, terutama jika seseorang biasanya membeli buku bekas. Anda dapat membelanjakan sepuluh shilling pada sebuah puisi yang memiliki 500 larik, dan Anda dapat menghabiskan enam pence pada kamus yang akan Anda gunakan di saat-saat tak tentu selama periode dua puluh tahun. Ada buku-buku yang dibaca berulang kali, buku-buku yang menjadi bagian dari perabotan pikiran seseorang dan mengubah seluruh sikap hidup seseorang, buku-buku yang dibaca sekilas tetapi tidak pernah benar-benar dibacanya, buku-buku yang dibaca sekali duduk dan kemudian melupakannya seminggu kemudian: dan biaya dalam bentuk uang, mungkin sama dalam setiap kasus. Tetapi jika seseorang menganggap membaca hanya sebagai rekreasi, seperti yang akan digambarkan, maka mungkin untuk membuat perkiraan kasar tentang harganya. Jika Anda tidak membaca apa pun kecuali novel dan literatur ‘ringan’, dan membeli setiap buku yang Anda baca, Anda akan menghabiskan—Anggap saja delapan shilling untuk satu harga buku, dan empat jam waktu yang dihabiskan untuk membacanya—dua shilling satu jam. Ini kira-kira sama biayanya dengan duduk di salah satu kursi yang lebih mahal di bioskop. Jika Anda berkonsentrasi pada buku-buku yang lebih serius, dan masih membeli semua yang Anda baca, pengeluaran Anda akan hampir sama. Buku-buku itu akan lebih mahal tetapi mereka perlu waktu lebih lama untuk dibaca. Dalam kedua kasus Anda masih akan memiliki buku-buku itu setelah Anda membacanya, dan akan memiliki nilai jual sekitar sepertiga dari harga pembelian awalnya. Jika saja Anda membeli buku bekas, biaya membaca Anda tentu saja akan jauh lebih ringan: mungkin enam pence per jam akan menjadi perkiraan yang adil. Dan di sisi lain jika Anda tidak membeli buku, melainkan hanya meminjamnya dari perpustakaan peminjaman, biaya membaca yang Anda keluarkan adalah sekitar setengah penny per jam: jika Anda meminjamnya dari perpustakaan umum, Anda tidak perlu membayar biaya apa pun.

Saya telah cukup menunjukkan bahwa membaca adalah salah satu rekreasi yang lebih murah: setelah mendengarkan radio mungkin menjadi yang paling murah. Sementara itu, berapa jumlah sebenarnya yang dihabiskan oleh masyarakat Inggris untuk buku? Saya tidak dapat menebaknya, meskipun tidak diragukan bahwa tentu saja ada. Tapi saya tahu bahwa sebelum perang, negara ini menerbitkan setiap tahun sekitar 15.000 buku, termasuk cetak ulang dan buku sekolah. Jika sebanyak 10.000 eksemplar setiap buku terjual—dan bahkan dengan memasukkan buku sekolah, ini memungkinkan perkiraan yang tinggi—rata-rata orang hanya membeli, langsung atau tidak langsung, sekitar tiga buku setahun. Ketiga buku ini diakumulasikan mungkin berharga £1, atau mungkin kurang.

Jumlah ini hanyalah dugaan, dan saya akan tertarik  jika seseorang mengoreksi penjelasan saya.. Tetapi jika perkiraan saya mendekati benar, itu bukan catatan yang membanggakan untuk sebuah negara yang hampir 100 persen penduduknya terpelajar dan orang pada umumnya menghabiskan lebih banyak uang untuk rokok dibanding penghasilan seumur hidup seorang petani India. Dan jika konsumsi buku kita tetap sama rendahnya, setidaknya mari kita akui bahwa itu karena membaca adalah hiburan yang kurang menyenangkan dibandingkan bermain bersama anjing, menonton atau mengunjungi bar, dan bukan karena masalah buku, entah dibeli atau dipinjam, terlalu mahal.

1946

Biodata Penulis

George Orwell (nama asli: Eric Arthur Blair; Motihari, lahir di Bengal, India, 25 Juni 1903 – meninggal di Sutton Courtenay, Oxfordshire, Inggris, 21 Januari 1950 pada umur 46 tahun) adalah sastrawan Inggris yang terkenal dengan karyanya Nineteen Eighty-Four dan Animal Farm.

 

[1] Bentuk jamak dari Penny – sebuah koin atau satuan mata uang yang digunakan di beberapa negara berbahasa Inggris. Penny biasanya merupakan denominasi terkecil dalam sistem mata uang.

[2] Merupakan nama kota di Inggris. Salah satu kota Wisata di Inggris.

[3] Naskah buku yang diberikan secara gratis sebelum buku dterbitkan untuk dibuatkan ulasan dan mencantumkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh buku tersebut.

[4] Shilling.

[5] Pence.

[6] Players adalah salah satu merk rokok.

[7] Woodbines adalah salah satu merk rokok.

[8] Mild adalah bir yang diproses dari bunga hop muda.

[9] Mencakup kamus, bibliografi, ensiklopedia dll.

 

*) Diterjemahkan oleh Wawan Kurn.

Wawan Kurn

Wawan Kurn

Sering menggunakan nama Wawan Kurn, lahir di Pinrang, namun kini menetap di Makassar, Sulawesi Selatan. Karya-karyanya di antaranya pernah dimuat Koran Tempo Makassar, Harian Fajar Makassar, Cakrawala Makassar, Tribun Timur Makassar, Republika, Serambi Indonesia.
Wawan Kurn

Latest posts by Wawan Kurn (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published.