Category archive

Celoteh

Celoteh

Menemukan Ruang Kosong

Apa guna cerita-cerita di zaman saat segala yang nyata lebih absurd ketimbang fiksi itu sendiri? Saya akan menuturkan dua kisah berikut untuk menjawabnya. Kisah pertama. Belasan tahun lalu, saat saya (Maya Lestari Gf) masih remaja yang suka menulisi kertas dengan cerita-cerita, seseorang pernah berkata, “Jangan lagi membaca cerita.” Dia mengharapkan saya hanya membaca tulisan-tulisan serius…

Celoteh

Tuhannya Sang Koruptor

Sumpah atas nama Tuhan yang dilantangkan Patrialis Akbar menampik dakwaan gratifikasi seusai KPK menciduknya melalui operasi tangkap tangan (OTT), jelas bukan praktik baru di negeri ini. Jauh-jauh sebelumnya, sekadar menyegarkan ingatan, Al-Amin Nasution, Anas Urbaningrum, Lutfi Hasan Ishak, Fathanah, hingga Akil Mukhtar juga melakukan hal yang sama: memanggil nama akbar Tuhan bahkan dengan mata berkaca-kaca…

Celoteh

Mantap Jiwa Bersama Info Cegatan Jogja (ICJ)

Aku ingin benar-benar menjadi selingkuhanmu Jika aku sudah tak bisa membuat dirimu bernafsu. Anis Sayidah, “Candaan Buruk tentang Cinta yang Sempurna”, dalam Diet Stalking. Sudah cukup lama sebenarnya banyak kawan berkisah dengan penuh semangat perihal kelucuan dan kegilaan akun Info Cegatan Jogja (ICJ). Ada yang sampai berusaha meyakinkan saya dengan cara sejenis ini, “Kalau ingin…

Celoteh

Hidup Tanpa Cinta

Kekayaan lebih daripada yang dapat digambarkan pikiran. George Orwell Ada penggalan narasi dalam novel Animal Farm karya George Orwell (nama aslinya Eric Arthur Blair, kelahiran India dan di tahun 1907 pindah ke Inggris bersama seluruh anggota keluarganya) yang selalu mencengkeram isi kepala saya. “Semua kebiasaan manusia itu jahat. Dan, di atas semuanya, binatang tidak boleh…

Celoteh

Yang Lama dan Yang Baru (Membaca Konghucu, Membaca Diri)

Siapa yang ingin menciptakan yang baru maka harus mengenal yang lama dengan baik. Ernt H. Gombrich Kata “tetap” dan “menjadi” mungkin tak pernah Anda anggap memiliki nilai apa pun untuk direnungkan selama ini. Tetapi coba perjumpakan kedua kata tersebut dengan nilai paling mendasar pada hidup manusia, yakni “baik”. Kini Anda akan mendapatkan dua narasi ini:…

Celoteh

Keadaban di Mata Seekor Kera Kafka

Seperti Anda sekalian, saya pun kerap sekali berlaku tidak adil dengan menilai sesuatu berdasar pandangan mata sendiri, menganggapnya benar, lalu mati-matian menyiarkan dan mempertahankannya. Sampai pada suatu hari, kepala saya terasa dipukul dengan sangat keras oleh sebuah cerpen Franz Kafka yang berjudul “Pidato di Hadapan Sebuah Akademi”. Cerpen ini sangat menggelitik batin saya, mengendap di…

Celoteh

Membincang “Ketidakhadiran” Sebagai “Kehadiran”

“Comunistas non tienen comer.” Sang petani yang mengucapkan kalimat yang berarti “Orang komunis tidak dapat makan” itu seketika ketakutan ketika “aku” menuliskannya di buku saku. Rautnya yang semula ceria, tampak bangga mengatakannya, secepat itu diawani kecemasan. Ia lalu memohon agar “aku” tak menuliskannya. “Aku” berkata, “Tenang saja, aku bukan polisi.” Wajahnya seketika kembali ceria. Betapa…

1 2 3 10
Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com