Category archive

Celoteh - page 2

Celoteh

Usaha Hermeneutis Memaknai Kenangan

Aku kehilangan hitungan di jarum jam bayanganmu tak pernah padam mengukir rindu dengan pendulum waktu Aku ingin pagi ini sebutir embun menyentuh wajahmu sebagai tanganku atau berkas sinar matahari menghangatkanmu sebagaimana doaku Ini lagu keberapa yang kudengarkan sejak jatuh cinta kepadamu? Gunawan Tri Atmodjo, “Minggu Pagi” Sebagian isi kepala kita menyimpan rapi keping-keping kenangan yang…

Celoteh

Beragama sebagai (Seyogianya) Pengalaman Beragama

Kita begitu berbeda dalam semua Kecuali dalam cinta. Soe Hok Gie   Jurgen Klopp jelas tahu betul cara menghadapi  “pujian” dan sekaligus “makian” dari para fans Liverpool ketika mengatakan, “Tugas para pemain dan pelatih ialah mewujudkan keinginan para fans di lapangan.” Pujian akan disenaraikan bila kemenangan didulang dan makian akan dipekikkan bila kekalahan menerjang. Dipuji…

Celoteh

Memunguti Fatwa-Fatwa Haram yang Berserakan bagai Sampah

  Di kalangan Aswaja, tersebutlah Kutubus Sittah (Enam Kitab Hadits) yang dipercaya sebagai kitab-kitab hadits yang paling otoritatif untuk dijadikan rujukan hukum. Di antara Kutubus Sittah itu adalah kitab hadits shahih Imam Bukhari dan Imam Muslim. Jika dipikir dalam-dalam, layak disembulkan satu pertanyaan di sini: “Mengapa para imam pakar hadits ini tidak membuat mazhab sendiri?”…

Celoteh

Kanan dan Kiri Itu Bukanlah Apa-Apa di Hadapan Agama

Di antara kebul wangi espresso, seorang kawan yang masih kuliah di semester lima bersemangat sekali mendedahkan bahwa segala bentuk ketidakadilan hidup ini, utamanya dalam perkara-perkara sosial-ekonomi, disebabkan oleh tenggelamnya kita semua kepada jurang kapitalisme. Kapitalisme, lah, akar masalahnya! Semua orang telah digelapkan mata pikiran dan batinnya oleh panji-panji ekonomi liberal kapitalisme, sehingga yang miskin kian…

Celoteh

Maka, Bermimpilah!

Mimpi adalah sebuah pembebasan jiwa dari tekanan luar, sebuah pelepasan ruh dari belenggu dunia. Sigmund Freud Kendati tak senang sama sekali pada Sigmund Freud tatkala ia bicara tentang agama dan Tuhan, yang dengan sangat brutal ia sebut gangguan neurosis persis orang-orang sakit jiwa yang ditelitinya, sehingga dengan enteng ia menyimpulkan agama dan Tuhan sebagai ilusi…

Celoteh

Memanjat Bukit Cahaya (Gradasi-Gradasi Ontologi Ala Mulla Shadra)

Pada prinsipnya, semua manusia meyakini kemutlakan “Wujud” atau “Realitas”. Plato menyebutnya eidos (idea) dan Aristoteles menyebutnya morphe (forma). Sebagian kita kemudian menyebutnya Tuhan, sebagian lainnya menyebutnya “bukan Tuhan” (sebutlah hukum alam)—dan mulai persimpangan inilah lantas berbeda jalanlah kaum teistik dan ateistik. Bila kedua pihak ini didekati dengan pertanyaan filosofis (seperti, bagaimana mereka bisa berseberangan padahal…

Celoteh

Cerita Menggelikan Membela Sastra di Pasar Buku

Tugas manusia adalah menjadi manusia Multatuli Pernahkah Anda mendengar ada sekelompok penyair yang rela naik kereta api ekonomi dari Jogja menuju Jakarta, tepatnya Taman Ismail Marzuki (TIM), untuk “sekadar” membacakan puisi dalam durasi 7–10 menit? Semua dibiayai sendiri—dari tiket kereta, makan di jalan, naik angkot, dan tidur di selasar-selasar di lingkungan TIM demi menekan pengeluaran.…

Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com