Category archive

Celoteh - page 3

Celoteh

Nongkrong Yang Tidak (Perlu) Membanggakan

Jika Anda tidak tahu nama sebuah kafe yang disebut kawan Anda untuk meet up, rasanya seketika Anda sangat kedaluwarsa jadi manusia. Expired! Sebuah label yang amat mengerikan, semengerikan menjadi tua dan tak bermakna. Inilah masa di mana Anda tertuntut untuk tahu semua spot di kota Anda untuk makan, minum, dan nongkrong. Kongkow. Kualitas ke-tahu-an Anda…

Aku Mengutip Maka Aku Ada (Cara Mudah Berkhianat pada Ilmu Pengetahuan)
Celoteh

Aku Mengutip Maka Aku Ada (Cara Mudah Berkhianat pada Ilmu Pengetahuan)

Mengutip sebuah istilah, quote, kredo, atau narasi merupakan pekerjaan yang sangat enteng secara teknis tetapi mewah secara ilmiah. Jadi, jika Anda ingin tampak megah dan mentereng bagai cendekiawan, dalam berucap atau menulis, cara instannya ialah cukup kutip sebuah quote. Orang akan terperangah. Wow. Tetapi, tentu hanya orang yang kurang asam garam literatur yang sanggup melakukannya…

“Wabah Lain” Kritisisme Intelektual (Menggunjingkan Esai “Wabah Anti-Intelektualisme” Zen RS)
Celoteh

“Wabah Lain” Kritisisme Intelektual (Menggunjingkan Esai “Wabah Anti-Intelektualisme” Zen RS)

Mengaitkelindankan pengetahuan dengan kesucian—itu artinya menempatkan sang cerdik akal sekaligus (haruslah) cerdik hati—memang terlalu makin utopis kini. Seyyed Hossein Nasr yang sangat kondang dengan buku tersebut adalah sang utopia itu sendiri kemudian: maka (agar tak jadi utopia) biarlah ihwal pengetahuan adalah sebuah wacana (discourse) dan perihal perilaku adalah sebuah hal lainnya; biarlah teori adalah sebuah…

Celoteh

Kapan Terakhir Kali Bahagia?

Hati adalah Raja Kehidupan. Imam Ghazali   Menjadi modernis tampak begitu keren. Tipikal manusia-manusia kekinian yang kritis, rasionalis, syahdan berkat pencapaian kecerdasan yang menakjubkan. Tak ketinggalan, hikayat keimanan didaku dengan tepukan meriah sebagai bagian tak terberaikan. Modernis dan syar’i, sudah pasti ini pencapaian hidup yang uwow! Di kalangan Hawa, feminisme disambut sedemikian meriahnya. Melalui kibaran…

Celoteh

Hal Paling Menyedihkan ialah Tidak Bisa Bersedih di Tengah Kesedihan

Pernahkah Anda merasakan betapa tidak enaknya tidak bisa menangis di tengah deraan sedih paling pilu—misal saat harus berpisah dengan seorang kawan baik? Lalu, Anda berpura-pura mengucek mata sampai merah, memejam dalam-dalam, atau memalingkan muka berseolah tak mau memperlihatkan rasa pilu, mengerutkan kening, berusaha menghadirkan memoar-memoar yang diharapkan mampu menciptakan air mata. Dan, tetap gagal! Kata…

Celoteh

Islamnya Para Staf Ahli Gusti Allah

Kisah paling terkenal dan fenomenal perihal kepongahan manusia tiada lain ialah Fir’aun yang mengaku Tuhan. Hari ini tentu saja sudah tak ada lagi manusia konyol yang mengaku Tuhan. Tetapi, tidak lantas praktik kepongahan dalam wujud lain benar-benar sirna. Ada sebuah praktik pongah kekinian yang sangat dibenci Tuhan, dan karenanya secara sadar kita berusaha keras menjauhinya,…

Celoteh

Dogma Binatangisme

Sepanjang tahun binatang-binatang itu bekerja seperti budak. Mereka bahagia melakukan semua pekerjaan itu; mereka tidak mengeluhkan setiap upaya atau pengorbanan, amat menyadari bahwa segala sesuatu yang mereka lakukan adalah untuk diri mereka sendiri dan untuk yang akan lahir setelah mereka, bukan untuk sekelompok manusia pencuri yang bermalas-malasan. Kebahagiaan para binatang dalam novel George Orwell itu,…

1 2 3 4 5 10
Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com