Category archive

Esai

Esai

Api Bahasa yang Menyulut Sumbu Anti Kolonial (Membaca Ben Anderson)

Dari buku Imagined Communities, sedikitnya, kita mendapatkan penjelasan ihwal kemunculan negara kebangsaan (nation-state) di dunia ketiga. Di buku tersebut, mula-mula Ben menggunakan contoh “komunitas religius”, lalu “ranah dinastik”: dua sub-bab yang digunakan untuk menjelaskan dengan penuh analogi yang kelewat sulit ditangkap. Sebelum kemudian, ia beralih ke persoalan kapitalisme cetak, yang merupakan faktor awal terwujudnya komunitas-komunitas…

Esai

Muhammad, Seni Beragama, dan Nalar Galilean

Islam lahir disambut dua kerajaan besar; Byzantine dan Persia. Islam tumbuh di tengah-tengah dua sistem dunia; monarki dan demokrasi. Yang terakhir berkembang di Athena empat abad sebelum Masehi. Namun, Muhammad bin Abdullah alaihis shalatu was salam seorang seniman, terlepas dari aspek risalah dan nubuwahnya. Membawakan Islam dalam rupa kombinatif, meramu Islam dengan cita rasa seni…

Esai

Indonesia yang Membelum

kami tidak mampu membuat rencana menghadapi masa depan, karena kami tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa lalu dan tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa kini maka rencana masa depan hanyalah spekulasi, keinginan, dan angan-angan Kutipan sajak bertajuk “Maskumambang” milik WS Rendra di atas yang menurut beberapa catatan digubah sepascareformasi tampaknya masih…

Esai

Maulid Nabi dan Irama Kosmis Tradisi

Sebagai sebuah bangsa yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, yang mengkhaskan umat Islam Indonesia dengan umat Islam di negara lain, termasuk Timur-Tengah, adalah tradisi. Tradisi, dalam konteks umat Islam Indonesia, merupakan perjumpaan sekaligus “pernikahan” antara ajaran Islam dengan budaya Nusantara yang kemudian menjelma ritual untuk meraih kesucian, kebeningan, keselarasan, atau kepulangan kembali pada Yang-Ilahi. Tradisi dalam…

Esai

Melankolia Pencerita dan Hal-Hal yang Terasa Menggantung (Membaca Sungging Raga)

Membaca sastra merupakan laku hening namun penuh konflik mengisi ruang-ruang gelap kemungkinan. Setiap pembaca pun dengan caranya masing-masing menemukannya dalam keadaan yang bisa jadi berbeda: selarik retakan memanjang, celah sempit yang tidak terlalu dalam, lubang seluas bola mata dengan kedalaman tidak terbayangkan, dan labirin menyesatkan sekaligus membuat siapa pun nyaman berlama-lama menyusuri bahkan mendiaminya. Realitas…

Esai

Manusia Binatang Jalang

Mana yang lebih mulia: binatang atau manusia? Jujur, pertanyaan ini sukar dijawab. Entahlah hanya saya yang merasakannya. Binatang punya “tata-krama” dan selalu takut pada hukumnya. Seekor kancil, misalnya, tak akan pernah melawan rajanya. Meski pada berbagai literatur diceritakan bahwa kancil adalah binatang cilik yang licik yang bahkan bisa menipu petani, kancil sejujurnya tetaplah bukan binatang…

Esai

Nestapa Jalur Rempah

Sepenggal narasi kolonialisme tercipta dari sini, dari pencarian akan “aroma surgawi” rempah. Rempah menjadi magnet yang mengundang bangsa Eropa berarak datang ke negeri Timur Jauh (Maluku), yang diyakini sebagai tempat pala (myristica fragrans) dan cengkih (syzygium aromaticum) berasal. Mereka rela melawan keganasan badai dan amukan gelombang samudra, hanya demi rempah. Komoditas ini begitu agung dan…

1 2 3 11
Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com