Category archive

Esai

Esai

Mimesis tanpa (Sempat) Berpikir (Catatan untuk Esai Sastra Panjang Edi AH Iyubenu)

Tulisan ini lahir setelah membaca Karya Sastra Sebagai Mimesis yang Bebas (Catatan Panjang Melawan Belenggu-belenggu Berkarya)—selanjutnya akan ditulis Mimesis (dengan “M” besar dan cetak miring)—yang ditulis oleh Edi AH Iyubenu. Esai yang dibagi dalam tiga seri—yang ditayangkan antara Februari-Maret 2017 di basabasi.co—tersebut berusaha menyederhanakan konsep sastra sebagai “tiruan (representasi) realitas” dengan memaparkan kecenderungan dan atau…

Esai

Sastra, Biografi, Pikiran: Membaca Sehimpun Cerpen Hamsad Rangkuti

Tulis apa yang mereka pikirkan, bukan apa yang mereka katakan. (Sherwood Anderson) / 1 / Barangkali, bagi kebanyakan kritikus muda Indonesia, ketika membaca nama Hamsad Rangkuti saja, mereka sudah merasa gamang dan segera bertanya-tanya dalam hati, Apakah saya cukup layak membicarakan karya-karya cerpenis papan atas Indonesia ini ataukah lebih baik mundur teratur saja? Demikian pula…

Esai

Penjelajah Tionghoa & Memori Ronggeng

Cendekiawan Wang Dahai, pelajar kelas atas dari Provinsi Fujian yang terpaksa menjadi penjelajah karena beban utang, memutuskan berlayar bersama kapal dagang Tionghoa menuju Jawa pada abad 18. Sempat tinggal di Pekalongan, Semarang, dan Batavia, pada tahun 1791, ia menuliskan catatan perjalanan yang kelak menjadi kesaksian yang jarang diingat. Di atas kertas, ia sepintas menulis suguhan…

Esai

Primbon yang Subversif

Bagi generasi masa kini, menghayati primbon tak ubahnya berburu risiko. Di balik gemerlapnya dunia, suatu masyarakat yang mengamini primbon terbebani dengan julukan tradisional, konservatif, dan terbelakang. Modernitas seakan membelakangi segala hal yang berbau takhayul dan irasional. Maka, daripada mengantongi julukan “kampungan”, lebih baik mereka menjauhinya. Padahal, dulu kala, primbon bak primadona. Ia memiliki tempat di…

Esai

Afrizal dan Kegelisahan Manusia Urban

Lisensia puitika menghamparkan “kebebasan” bagi penyair untuk menggunakan bahasa. Konvensi yang telah pakem, suatu ketika bisa dibelokkan demi menemukan ungkapan estetik yang berbeda dari kejamakan. Afrizal Malna memilih menyisiri jalan berbeda dari kejamakan, bukan saja menghancurkan konvensi, melainkan mempertanyakan lebih dalam apa yang disebut estetis dan mengubrak-abrik struktur. Puisi-puisi Afrizal seperti hendak menghempaskan tatanan baku…

Esai

Tentang Kita yang Gampang Terkesima

Gampang sekali kita terkagum-kagum dan terkesima. Bagaikan remaja yang sedang jatuh cinta, kita yang dulu garang dan ganas tiba-tiba bisa mendadak melo, romantis, teduh, dan sendu. Tak peduli apakah pacar pernah menyakiti, menyelingkuhi, bahkan meninggalkan kita. Ya, bersebab itu, kita memang akan geram, garang, lalu mendadak antisosial. Kita akan mengurung diri di kotak kecil. Tetapi,…

Esai

Tiga Komik, Tiga Koran, Satu Basuki

Dunia jurnalistik di Indonesia pernah memberi ruang mewah bagi komik strip. Dua koran bertiras besar di Jakarta, Kompas dan Pos Kota, bahkan membuka lembaran khusus dari mana lahir komik-komik strip legendaris semacam Doyok, Ali Oncom, dan Panji Koming. Di luar lembaran khusus, Kompas punya komik lain yang tak kalah dahsyat, Oom Pasikom. Komik strip juga…

1 2 3 13
Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com