Category archive

Esai - page 2

Esai

Siapakah Sesamaku?

Agaknya, ini pertanyaan lumrah. Pertanyaan biasa. Kata tanya: siapa (?) banyak kali dilontarkan dalam hampir setiap dialog atau perbincangan sehari-hari. Dibandingkan dengan kata-kata tanya yang lain, siapa (?) menempati posisi yang amat penting dan substansial. Amat penting dan substansial tidak berarti kata-kata tanya yang lain itu kurang penting dan kurang substansial atau malah tidak sama…

Esai

Cinta dan Tiang Gantungan

Cinta adalah kesunyian. Jalan sunyi seorang pencinta adalah semerbak bunga mawar berduri, indah sekaligus ngeri. Keindahan cinta adalah kenikmatan yang tak bisa ditukar oleh apa pun; tapi kengerian cinta juga tak akan bisa ditanggung oleh siapa pun. Seorang pencinta yang sudah dimabuk kepayang oleh keindahan Sang Kekasih tak akan pernah risau oleh kepedihan yang kelak…

Esai

Terminal Pengalaman dan Pendalaman Rupa

Praktik Kritik Seni Rupa; Membaca Satu Setengah Mata-Mata, Nirwan Dewanto   Buku Satu Setengah Mata-Mata karya Nirwan Dewanto, terdiri dari kumpulan naskah—tepatnya 34 artikel termasuk sebuah prolog dan epilog—beberapa tulisan telah diterbitkan dalam katalog pameran dan sebagian dihadirkan sebagai tanggapan atas pameran seni rupa di berbagai tempat. Saya membaca secara saksama 10 artikel, yaitu “Mata”…

Esai

Oh, Industri Kebodohan

Kitab Suci sudah bertutur bahwa manusia adalah makhluk paling mulia: punya akal, budi, dan agama. Sejarah juga sudah membuktikan bahwa manusia adalah makhluk paling mulia. Pada rantai makanan, manusia seharusnya takluk dan tunduk pada ikan hiu, harimau, singa, dan berbagai binatang buas lainnya. Manusia tak punya kekuatan otot untuk mengalahkan seekor serigala buas, tentu saja.…

Tiga Kemungkinan Bagi Sajak-Sajak Iyut Fitra - Esai Damhuri Muhammad
Esai

Tiga Kemungkinan Bagi Sajak-Sajak Iyut Fitra

Puisi yang Bergerak Menuju Prosa Penyair Iyut Fitra menjuduli buku puisi terkininya dengan kata Baromban. (2016). Pilihan redaksional yang agak berbeda dengan Musim Retak (2006), Dongeng-dongeng Tua (2009), dan Beri Aku Malam (2012)—tiga antologi puisi Iyut sebelumnya. Pilihan yang tak biasa itu, bagi saya, tentu saja menggembirakan, bila tidak bisa disebut mencengangkan. Sebab, sejauh yang…

Esai

Waktu, Manusia, dan Tuhan (Mengais Iman ala Heideggerian yang Religius)

Sapardi Djoko Damono, dengan puisinya yang berjudul “Yang Fana Adalah Waktu”, berhasil menampilkan pengalaman amat subtil bersama waktu. “Yang fana adalah waktu. Kita abadi.” Dua kalimat yang dalam sekejap mengentak selubung rutinitas dalam kehidupan kita. Sejak awal kita selalu memahami waktu sebagai “detik demi detik” yang serialitasnya terangkai “seperti bunga”: hal yang suatu hari nanti…

Esai

Perihal Waktu: Mekanisme “Reaksi” yang Membentuk “Realitas”

Ada pertanyaan-pertanyaan mendasar yang muncul setelah membaca esai Nurr berjudul “Mematematikakan Realitas Waktu” yang dimuat Basabasi tempo hari (6 Oktober 2016). Pertama, apa itu realitas? Kedua, apa itu waktu? Lebih lanjut lagi, apakah waktu itu memiliki realitas dan dengan demikian eksis? Atau, apakah waktu hanya sekadar persepsi manusia terhadap fase-fase peristiwa? Tanpa menjawab pertanyaan mendasar…

Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com