Category archive

Esai - page 2

Esai

Berkunjung ke Rumah Freud

Angin berembus-embus kencang menyapu dedaunan di sekitaran halte pemberhentian terakhir. Suasana kompleks deretan perumahan yang begitu kontras dengan kawasan pusat kota London, mengantarkanku pada ingatan tentang setting film “Home Alone” yang selalu diputar di segala perayaan hari libur nasional. Sederetan anak kecil yang berbaris tiga-tiga dengan seragam warna biru tua dan topi pita membangunkan lamunanku,…

Esai

Simbol Puitik “Istirahatlah Kata-kata”

Istirahatlah kata-kata Jangan menyembur-nyembur Orang-orang bisu Kembalilah ke dalam rahim Segala tangis dan kebusukan Dalam sunyi yang mengiris Tempat orang-orang mengingkari Menahan ucapannya sendiri Tidurlah kata-kata Kita bangkit nanti Menghimpun tuntutan-tuntutan Yang miskin papa dan dihancurkan Nanti kita akan mengucapkan Bersama tindakan Bikin perhitungan Tak bisa lagi ditahan-tahan (Istirahatlah Kata-kata, Wiji Thukul) Saya kali pertama…

Esai

Api Bahasa yang Menyulut Sumbu Anti Kolonial (Membaca Ben Anderson)

Dari buku Imagined Communities, sedikitnya, kita mendapatkan penjelasan ihwal kemunculan negara kebangsaan (nation-state) di dunia ketiga. Di buku tersebut, mula-mula Ben menggunakan contoh “komunitas religius”, lalu “ranah dinastik”: dua sub-bab yang digunakan untuk menjelaskan dengan penuh analogi yang kelewat sulit ditangkap. Sebelum kemudian, ia beralih ke persoalan kapitalisme cetak, yang merupakan faktor awal terwujudnya komunitas-komunitas…

Esai

Muhammad, Seni Beragama, dan Nalar Galilean

Islam lahir disambut dua kerajaan besar; Byzantine dan Persia. Islam tumbuh di tengah-tengah dua sistem dunia; monarki dan demokrasi. Yang terakhir berkembang di Athena empat abad sebelum Masehi. Namun, Muhammad bin Abdullah alaihis shalatu was salam seorang seniman, terlepas dari aspek risalah dan nubuwahnya. Membawakan Islam dalam rupa kombinatif, meramu Islam dengan cita rasa seni…

Esai

Indonesia yang Membelum

kami tidak mampu membuat rencana menghadapi masa depan, karena kami tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa lalu dan tidak menguasai ilmu untuk membaca tata buku masa kini maka rencana masa depan hanyalah spekulasi, keinginan, dan angan-angan Kutipan sajak bertajuk “Maskumambang” milik WS Rendra di atas yang menurut beberapa catatan digubah sepascareformasi tampaknya masih…

Esai

Maulid Nabi dan Irama Kosmis Tradisi

Sebagai sebuah bangsa yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, yang mengkhaskan umat Islam Indonesia dengan umat Islam di negara lain, termasuk Timur-Tengah, adalah tradisi. Tradisi, dalam konteks umat Islam Indonesia, merupakan perjumpaan sekaligus “pernikahan” antara ajaran Islam dengan budaya Nusantara yang kemudian menjelma ritual untuk meraih kesucian, kebeningan, keselarasan, atau kepulangan kembali pada Yang-Ilahi. Tradisi dalam…

Esai

Melankolia Pencerita dan Hal-Hal yang Terasa Menggantung (Membaca Sungging Raga)

Membaca sastra merupakan laku hening namun penuh konflik mengisi ruang-ruang gelap kemungkinan. Setiap pembaca pun dengan caranya masing-masing menemukannya dalam keadaan yang bisa jadi berbeda: selarik retakan memanjang, celah sempit yang tidak terlalu dalam, lubang seluas bola mata dengan kedalaman tidak terbayangkan, dan labirin menyesatkan sekaligus membuat siapa pun nyaman berlama-lama menyusuri bahkan mendiaminya. Realitas…

Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com