Category archive

Puisi

Puisi

Puisi-Puisi Linda Christanty; Perkamen Lain dalam Kitab Suci

Sapu Tangan dari Ibu Menjelang subuh, ia berpisah dengan ibu dan adiknya. Ia melihat mereka berdiri di ambang pintu sebelum sirna dalam kepak sayap burung-burung merah. Langkah kakinya diserap kesunyian. Bayangannya diselimuti gelap. Ibu memberinya sehelai sapu tangan: air mata ibu adalah rajah dan cahaya.   Ibu yang Pergi dalam Tidur Semua kenangan adalah sederet…

Puisi

Puisi-Puisi Pranita Dewi; Orang Rantai

Kegelisahan Dua mataku sipit dan jenaka, selalu terjaga pada pagi Dua tanganku mengepal penuh cengkeram, selalu murung menunggu mati.       Lamunan Lapar   Kubayangkan engkau, di meja makan, menungguku pulang. Sedang aku masih harus jauh berjalan, tertatih-tatih dan meraba-raba di banyak tikungan: angin dan musim dingin menghantamku ke tebing-tebing curam, gelap menghambur ke…

Puisi

Puisi-Puisi Latief S. Nugraha; Sebuah Rumah di Dipowinatan

Sebuah Rumah di Dipowinatan   Setiap kali datang, engkau sudah menunggu juga kursi tua itu,[1] semuanya seperti masa lalu yang hadir kembali, tercipta sebagai puisi menegaskan bahwa engkau pernah bersaksi.   Pohon sawo di halaman mengepakkan sayap kelelawar menyanyikan cericit burung yang terkurung dalam sangkar. Sementara itu, engkau terus mengajariku mengeja tanda yang dibawa jengkerik…

Puisi

Puisi-Puisi Kiki Sulistyo; Laut Menatapku

Laut Menatapku laut menatapku. laut Ampenan dan bayangan pelabuhan. tapi tak ada pelabuhan. meski kapal pembawa minyak terapung di tengah-tengah. hanya sisa-sisa tiang dikaratkan kenangan. akan datang sekelompok camar. mencari jejak moyang. mereka kira pelabuhan masih di sana. dengan gudang dan tali-tali tambang. dengan buruh pengangkut dan peti-peti saudagar. sekawanan camar. sebagian tak mendapat tiang…

Puisi

Puisi-Puisi Gunawan Tri Atmodjo; Jarak

Jarak di luar tubuhku hujan begitu rusuh mencari pecahan-pecahan jiwaku di dalam diriku yang tenang seorang perempuan sedang khusyuk membaca buku dan kekasihnya sibuk membetulkan detak jantungku Solo, 2016   Kutipan seorang tokoh rekaanku berucap: “kita cuma perambah terjal berahi yang tak cukup doa dan lupa berbekal setia.” lalu ucapannya itu menjadi kutipan kesukaanku Solo,…

Puisi

Puisi-Puisi Isbedy Stiawan ZS; Jangan Jadikan Aku Batu di Kota ini

Namaku yang Kaucatut andai ada namaku yang kaucatut simpan saja sebagai kenangan dan tak perlu pulangkan padaku : nama yang mungkin kelak kaugunakan dalam kertas kerja, laporan keuangan, bantahan atas tuduhan padamu — juga surat sakti menuju surga — tapi bukan ayatayat yang diturunkan dari langit laksana hujan dan mendebarkan kilatan hingga meruntuhkan tursina jika…

Puisi

Puisi-Puisi Nirwan Dewanto; INSOMNIA

INSOMNIA Insomnia adalah jalan menuju pagi yang tak pernah sampai kepada pagi. Kau di dalam mimpi dan aku di luar mimpi— berebut gambar matahari yang tak jadi-jadi. Insomnia adalah jalan menuju pagi yang tertutup gaunmu— gaun tanpa tepi. Kautanya, “Siapakah malam?” Dan sambil memeluk jarum jam kujawab, “Malam adalah pelupuk mata yang mencari bola mata!”…

1 2 3 12
Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com