Category archive

Puisi - page 12

Puisi

Puisi-Puisi Uul Hasanah (Lamongan)

Menikmati Gelisah Sesekali aku ingin memandang ke luar jendela, kuamati bunga crista bermekaran di jalan setapak menuju rumahmu lalu surat-suratku akan lahir di setiap kelopaknya. Saat pagi menjelang, embun tak kunjung menangkap sisa-sisa kerinduan meski telah kuhujankan semalam dengan sabit yang memerah aku menerka-nerka, jika pada petamu, sumurku tak kunjung kering meski kemarau terhambar di…

Puisi

Puisi-Puisi Saifa Abidillah (Yogyakarta)

Ehipassiko   tanpa pun harus berjalan menuju hutan aku telah di hutan sebelum puisi ini dituliskan   Kutub, 2015   Seusai dari Hutan   harumnya kebajikan adalah jauh melebihi harumnya kayu cendana, bunga tagara, bunga teratai maupun melati.   Dhammapada 55   Seusai dari hutan adakah kita telah melebihi harum bunga-bunga di jalanan?   mengingat-ingat…

Puisi-Puisi Sunlie Thomas Alexander (Bangka Belitung)
Puisi

Puisi-Puisi Sunlie Thomas Alexander (Bangka Belitung)

Trowulan   “cities, like dreams, are made of desires and fears.” —italo calvino   di trowulan, telah kutemui puing puing megapolit purba. yang tak mungkin dibangun lagi dari kisah-kisah tua (nampak) berserakan: batu batu gompal, relief retak, guci pecah! juga dari asa… tapi, sembari menjual sejarah seharga tiga ribu rupiah—bongkah demi bongkah, orang-orang dusun terus…

Puisi-Puisi Eto Kwuta (Flores)
Puisi

Puisi-Puisi Eto Kwuta (Flores)

Pada Puncak Kebisuan   Pukul dua belas sudah tiba Gelap merebak, lalu Ia memberontak Terdengar serupa angin menggagap Pelan-pelan selesat, hingga deru pun tak sempat   Di sekitar hening menggauli orang-orang Rasa takut seakan melecut Seorang berbisik: diam, diam! Ini sudah malam!   Masih saja gelap, adalah sayap-sayap Malam yang sayu merayu-rayu Terdengar suara pecah…

Puisi-Puisi M. Faizi (Sumenep)
Puisi

Puisi-Puisi M. Faizi (Sumenep)

Suatu Malam Melintasi Kuburan   Saat lewat di sebuah kuburan ranggas tertegun aku melintas melihat banyak guguran daun dan gelagah sedikit pertanda tiada jejak ziarah   Tanpa senter, ujung kaki menerka jalan bagai menimbang ruh dengan akal tak ada setitik pun cahaya bagaimana kuragukan gelap di dalam? Takutku bukan pada danyang tapi sepi abadi yang…

Puisi-Puisi Retno Darsi Iswandari (Yogyakarta)
Puisi

Puisi-Puisi Retno Darsi Iswandari (Yogyakarta)

Api Drupadi   ketika dendam berdentum dalam hati panggilannya menembus jagad dewa di tengah mantra dan api suci aku lahir untuk membakarnya namun siapa sanggup mengubah dendam jadi abu ia mendekam dalam darah, mengalir sepanjang hayat   aku tumbuh di depan wajah ayah yang berpaling ibuku adalah api suci ia lindungi langkah-langkahku dengan lingkar kobaran…

Puisi-Puisi Kiki Sulistyo (Lombok)
Puisi

Puisi-Puisi Kiki Sulistyo (Lombok)

Batu Sulung, Batu Berkantung   batu sulung batu berkantung di punggung gunung orang berkabung ada yang hilang dan terhalang dari rencana berburu dan bencana limbubu kelabang kaki panjang merayap di batang lembab bekas telapak perompak terkoyak seperti pakaian pemberontak   di dasan, berpuluh kali tempuh waktu batu sulung batu berkantung tinggal lubang terang bila datang…

Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com