Category archive

Puisi - page 12

Puisi-Puisi Retno Darsi Iswandari (Yogyakarta)
Puisi

Puisi-Puisi Retno Darsi Iswandari (Yogyakarta)

Api Drupadi   ketika dendam berdentum dalam hati panggilannya menembus jagad dewa di tengah mantra dan api suci aku lahir untuk membakarnya namun siapa sanggup mengubah dendam jadi abu ia mendekam dalam darah, mengalir sepanjang hayat   aku tumbuh di depan wajah ayah yang berpaling ibuku adalah api suci ia lindungi langkah-langkahku dengan lingkar kobaran…

Puisi-Puisi Kiki Sulistyo (Lombok)
Puisi

Puisi-Puisi Kiki Sulistyo (Lombok)

Batu Sulung, Batu Berkantung   batu sulung batu berkantung di punggung gunung orang berkabung ada yang hilang dan terhalang dari rencana berburu dan bencana limbubu kelabang kaki panjang merayap di batang lembab bekas telapak perompak terkoyak seperti pakaian pemberontak   di dasan, berpuluh kali tempuh waktu batu sulung batu berkantung tinggal lubang terang bila datang…

Puisi-Puisi Sofyan RH. Zaid (Bekasi)
Puisi

Puisi-Puisi Sofyan RH. Zaid (Bekasi)

  Metamata ada yang lebih puitis # dari rintik lirik gerimis yakni sepasang matamu, Alfreda # mata yang menyimpan surga tatapannya penuh metafor # bumi jadi selebar kelor serupa jarum bulunya # setia menjahit luka pada dinding aku melukisnya # diamlah suara padamlah cahaya mata yang membuatku berkata # “dunia ini alangkah sia-sia” 2015  …

Puisi-Puisi Moh. Miftahul Ainin Najib (Jember)
Puisi

Puisi-Puisi Moh. Miftahul Ainin Najib (Jember)

   Matagung   Mata. Dari mata kulihat dengan jelas; segala yang tampak, pun yang tak tampak.   Mata lahir. Mata batin. Mata angin. Mata air. Mata pena. Mata pedang. Mata-mata. Mata bermata; bisu.   Tak dinyana-nyana, kebenaran dipendam, dan kesalahan teruruk.   Lalu, kapan mata-mata itu angkat bicara? Apakah ia benar-benar bisu? Atau… menunggu ajal?…

Puisi-Puisi Tia Setiadi (Yogyakarta)
Puisi

Puisi-Puisi Tia Setiadi (Yogyakarta)

BENIH (Di Hadapan Lukisan-Lukisan KH. M.Fuad Riyadi) /1/ Untuk  naik                   Kau harus turun   Sebab inti langit bukan di langit Inti bukit bukan di bukit   Birunya biru Hijaunya hijau   Inti dari inti Ada dalam benih                                 Maka untuk naik                                                    Kau harus turun   /2/   Tapi tidak: Kau lalu…

Puisi

Puisi-puisi Hans Hayon (Nusa Tenggara Timur)

Batu   Di pintu ia berdiri mengetuk “Hendak bertemu dengan siapa, Nak?” tanya bibir pintu bertukar getar “Dengan Sepi. Bagaimana kabarnya, Ibu?” “Lukanya telah kering.” : peresmian Gereja pun usai   2014   Kunci   Hari Minggu, kata Ibu. Ini hari Tuhan di mana? Mulut kami lapar mengunyah doa-doa panjang yang letih Kepada entah. Beberapa…

puisi perahu ruh beni setia
Puisi

Perahu Ruh

1. bentangan selat di cungkup kubah merah : dermaga petang   2. mungkinkah ini pelayaran terakhir? — mentari padam   3. jalanan curam, gerimis merintih, dan kabut terjengkang   4. bas, irama blues, dan melodi menyayat kenangan. lengang   5. bir atau wiski? rokok di remang kafe : isyarat senyap   6. kenapa makin sepi?…

1 10 11 12
Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com