Category archive

Puisi - page 2

Puisi

Puisi-Puisi Latief S. Nugraha; Sebuah Rumah di Dipowinatan

Sebuah Rumah di Dipowinatan   Setiap kali datang, engkau sudah menunggu juga kursi tua itu,[1] semuanya seperti masa lalu yang hadir kembali, tercipta sebagai puisi menegaskan bahwa engkau pernah bersaksi.   Pohon sawo di halaman mengepakkan sayap kelelawar menyanyikan cericit burung yang terkurung dalam sangkar. Sementara itu, engkau terus mengajariku mengeja tanda yang dibawa jengkerik…

Puisi

Puisi-Puisi Kiki Sulistyo; Laut Menatapku

Laut Menatapku laut menatapku. laut Ampenan dan bayangan pelabuhan. tapi tak ada pelabuhan. meski kapal pembawa minyak terapung di tengah-tengah. hanya sisa-sisa tiang dikaratkan kenangan. akan datang sekelompok camar. mencari jejak moyang. mereka kira pelabuhan masih di sana. dengan gudang dan tali-tali tambang. dengan buruh pengangkut dan peti-peti saudagar. sekawanan camar. sebagian tak mendapat tiang…

Puisi

Puisi-Puisi Gunawan Tri Atmodjo; Jarak

Jarak di luar tubuhku hujan begitu rusuh mencari pecahan-pecahan jiwaku di dalam diriku yang tenang seorang perempuan sedang khusyuk membaca buku dan kekasihnya sibuk membetulkan detak jantungku Solo, 2016   Kutipan seorang tokoh rekaanku berucap: “kita cuma perambah terjal berahi yang tak cukup doa dan lupa berbekal setia.” lalu ucapannya itu menjadi kutipan kesukaanku Solo,…

Puisi

Puisi-Puisi Isbedy Stiawan ZS; Jangan Jadikan Aku Batu di Kota ini

Namaku yang Kaucatut andai ada namaku yang kaucatut simpan saja sebagai kenangan dan tak perlu pulangkan padaku : nama yang mungkin kelak kaugunakan dalam kertas kerja, laporan keuangan, bantahan atas tuduhan padamu — juga surat sakti menuju surga — tapi bukan ayatayat yang diturunkan dari langit laksana hujan dan mendebarkan kilatan hingga meruntuhkan tursina jika…

Puisi

Puisi-Puisi Nirwan Dewanto; INSOMNIA

INSOMNIA Insomnia adalah jalan menuju pagi yang tak pernah sampai kepada pagi. Kau di dalam mimpi dan aku di luar mimpi— berebut gambar matahari yang tak jadi-jadi. Insomnia adalah jalan menuju pagi yang tertutup gaunmu— gaun tanpa tepi. Kautanya, “Siapakah malam?” Dan sambil memeluk jarum jam kujawab, “Malam adalah pelupuk mata yang mencari bola mata!”…

Puisi

Puisi-Puisi T. S. Eliot; Rabu Abu

RABU ABU T. S. Eliot I Karena aku tak berharap untuk berpaling lagi Karena aku tak berharap Karena aku tak berharap untuk berpaling Sejak hasrati anugerah miliknya serta kemampuan lainnya Telah kusudahi perjuangan untuk berpaling lagi (Mengapa sang elang tua membentangkan sayapnya?) Mengapa harus aku berduka Atas hilangnya kuasa takhta ini? Karena aku tak berharap…

Puisi

Puisi-Puisi Mario F. Lawi; Lahir

Matria   Sulmo mihi patria est, gelidis uberrimus undis (Publius Ovidius Naso, Tristia)   Sebelas tahun berlalu dan kembali ia susuri Hutan kopi dan cengkeh, Menghirup wangi sungai yang memanggil Lelaki kecil di dalam dirinya Untuk mendengar desis yang terlalu jelas Atau “c” yang selalu menjadi “s” Dari sebuah lidah yang tak pernah mencela.  …

Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com