Ini, Lho, yang Bikin Kamu Masih Jomblo Sampai Sekarang

in Hibernasi by
Ini, Lho, yang Bikin Kamu Masih Jomblo Sampai Sekarang
Masih Jomblo. Sumber gambar: crosswalk

Akhir-akhir ini, negara kita sedang dilanda berbagai masalah yang membuat pusing pala bebi romeo sebagian penduduknya. Ya, hanya sebagian.

Menariknya, masalah yang selalu saja hangat dibicarakan adalah masalah yang timbul dari rumah tangga Nazar dan Muzdalifah jomblo, untuk jomblo, oleh jomblo. Sampai sekarang masalah klasik itu nggak selesai-selesai. Ada apa dengan para pencari pasangan hidup? Tidakkah kalian lelah? Apa motivasi kamu bekerja di sini? *malah interviu kerja*.

Untuk menemukan jawabannya, izinkan saya membuka diri untuk membedah kenapa kamu nggak punya pacar alias jom…blo!

 

1.  Karena Terus-terusan Mencari dan Berharap Menemukan

Kamu yang terus-terusan mencari suatu saat bakal berada di titik lelah, titik yang membuat kamu putus asa. Karena terus-terusan mencari bisa membuat diri nggak sadar.

Bagaimana kalau yang kamu cari itu sudah ada dan nggak pernah hilang? Dia ada di sekitarmu, tapi kamu nggak pernah sadar.

Cobalah sesekali berhentilah mencari, dan mulailah menyadari.

Lagi pula, kalaupun pencarianmu membuahkan hasil atau kamu berhasil menemukan, belum tentu yang kamu temukan bisa kamu miliki. Seperti saya yang berhasil menemukan kamu tapi ternyata belum bisa memiliki. Duh, malah jadi baper.

 

2.  Belum Bisa Membedakan

Membedakan apa coba?

Nggak tahu?!

Dih, pantes jomblo!

Kamu belum bisa membedakan mana yang benar-benar perasaan, mana yang cuma penasaran.

Itulah faktor yang membuat hubungan kamu dengan pacar nggak bertahan lama dan berakhir menjomblo lagi. Ulang, ya; menjomblo lagi. Karena, rata-rata kamu cuma penasaran ingin memiliki aja. Setelah berhasil memiliki, kamu nggak lagi ada rasa alias rasa penasaran itu ilang. Kamu jenuh, lalu putus. Gitu aja siklus hubunganmu sampe snack Beng-Beng satunya 10.000. Sekarang 1500—ibu-ibu PKK aja nggak bisa nawar.

 

3.  Ingin Dipasangkan Dengan yang Terbaik

Memang, kamu ini sudah jomblo banyak mau lagi. Rata-rata jomblo ingin dipasangkan dengan yang terbaik.

Masalahnya, yang terbaik di sini adalah bukan yang menurut kamu, Mblo. Tapi Tuhan.

Jadi, bagaimana jika—jika, ya. Pasangan yang menurut kamu tidak baik itu adalah yang terbaik yang diberikan Tuhan untuk kamu? Yang terbaik kan bisa menerima apa pun, termasuk yang terburuk dalam hidup. Nah, apakah kamu sudah mengoreksi tentang ini semua?

Saya belum. Hehe.

 

4.  Karena Kamu Akhi dan Ukhti

Kalau ini pilihan. Saya nggak mau ngasih detailnya. Biar Mas Felix saja yang menjelaskan. Saya mah apalah-apalah, Mbak. Cuma anak pesantren kilat yang nggak nangis waktu renungan.

 

Empat point di atas sepertinya belum cukup untuk membedah kenapa kamu jomblo. Tetapi, karena saya takut itu akan tambah melukai kamu, saya kira empat saja sudah cukup. Jangan ditambah-tambah lagi. Empat itu saja sudah mudorot. Di akhir artikel ini, saya—yang juga jomblo—ingin mengajak kamu menjadi jomblo yang merdeka dengan kegalauan dengan satu pijakan pertama. Apa?

Belajar dari rumah tangga Abang Nazar dan Umi Muzdalifah.

 

Mas Agus
Follow Me

Mas Agus

Bukan (si)apa-(si)apa. Penjual online yang sedang offline. Bisa dikirimi emot senyum ke twitternya.
Mas Agus
Follow Me