Perkara-Perkara Cupu Saat Menjadi Dropshipper Pemula

in Hibernasi by
Perkara-Perkara Cupu Saat Menjadi Dropshipper Pemula
Menjadi Dropshipper Pemula. Sumber gambar: Pinterest

Untuk yang belum tahu, dropship adalah salah satu bisnis online dengan sistem; pembeli memesan produk kepada kamu atau toko online kamu, kemudian kamu meneruskan pesanan pembeli ke supplier, lalu supplier mengirim pesanan ke pembeli atas nama kamu.

Saya baru menjalankan bisnis dropship kurang lebih 6 bulan ini. Dan selama 6 bulan tersebut, ada beberapa perkara yang masuk ke hidup saya.

  1. Perkara Chat

Sebagai seorang dropshipper pemula, sebuah chat masuk adalah hal yang paling kami tunggu-tunggu nomor dua. Nomor satunya adalah adzan maghrib. Maklum, sedang Ramadhan. Tetapi, tidak semua jenis chat, ya. Chat yang kami tunggu adalah chat yang menanyakan produk dan punya niat membeli. Bukan menanyakan nomor untuk dipasang hari ini. Tolonglah….

Sayangnya, chat yang masuk tidak melulu seperti itu. Ada yang memang awalnya menanyakan produk, setelahnya menanyakan hal pribadi atau numpang curhat dan menjadi sebuah PDKT. Saya pernah mengalami hal itu. Bahkan sempat diajak video call!

Beruntung, saya tidak baper dan masih bisa menjadi profesional. Lebih beruntung lagi, chat yang masuk pada waktu itu bukan perempuan. Dan, meskipun perempuan, dia adalah perempuan yang umurnya jauh di atas dan di bawah saya.

  1. Perkara Transfer Uang

Perkara ini sungguh penting. Sebab, hal ini yang kadang membuat kami tetap bertahan menjalankan bisnis online atau tidak.

Sebagai yang bergerak di bisnis online, pasti sudah terbiasa menemukan pembeli yang melakukan adegan sulap. Setelah ditotal berapa yang mesti dibayarkan, pembeli tiba-tiba menghilang. Tak berbekas.

Karena sudah biasa dengan hal seperti itu, saya tidak memaksa atau meneror dengan mengejar-ngejar pembeli. Saya biasanya hanya bertanya paling banyak tiga kali dan dalam hari yang berbeda. Tetapi, terkadang konsumenlah yang malah meneror saya. Alasan konsumen tidak transfer adalah kecopetan saat mau transfer, ATM ketelen, bahkan pernah dikirimi foto jenazah untuk sebuah bukti bahwa ia sedang berduka. Saya kan jadi ikut merasa bersalah.

  1. Perkara Pengiriman Produk

Sebagai dropshipper pemula yang baik adalah yang bertanggung jawab sampai konsumen menerima pesanannya dengan utuh dan bagus. Masalahnya, beberapa konsumen tidak ikut membantu dalam hal ini; tidak mencantumkan alamat yang jelas, kadang alamat yang diberikan adalah warna rumah atau patokan nama tokoh terkenal yang tinggal di sekitar rumah, seperti; “Warna rumah aku biru, ada mobil BE sekian, dekat rumah Bu Rukinah, tanya aja sama Bu Rukinah, pemilik Salon Rukinah.”

Beberapa pembeli masih banyak yang mengira, penjual online adalah juga sebagai kurir ekspedisi.

  1. Perkara Supplier

Karena dropshipper tidak stok barang, tidak ribet melakukan packing dan masih bergantung kepada supplier, dropshipper mesti menerima dengan lapang dada jika banyak pesanan masuk, tetapi stok supplier sedang kosong. Dan sebaliknya, stok supplier banyak, tidak ada pesanan yang masuk ke dropshipper. Wkwk-in aja.

  1. Perkara Pekerjaan

Dropshipper sering kali menjadi sesuatu yang dicurigakan. Karena “the office always with you” atau bisa melakukan pekerjaan di mana saja asal ada internet dan smartphone. Tidak heran jika banyak yang menilai dropshipper tidak memiliki pekerjaan yang jelas; liburan saat yang lain bekerja atau liburan saat yang lain juga liburan. Padahal, untuk dropshipper pemula yang “the office always with you”, pekerjaan selalu dibawa setiap waktu. Meski terkesan santai.

Itulah beberapa perkara yang kurang lebih dialami oleh dropshipper. Tetapi perkara-perkara tersebut menjadi hal yang menyenangkan jika kita senang mengerjakannya.

Sekian. Ditunggu orderannya ya, Kakak!

————————————

Mas Agus
Follow Me

Mas Agus

Bukan (si)apa-(si)apa. Penjual online yang sedang offline. Bisa dikirimi emot senyum ke twitternya.
Mas Agus
Follow Me
  • Utami Pratiwi

    itu harus ya fotonya bts -_____- btw selamat ya, mas agus! <3