Esai

Tuhan Para Filosof dan Pasar Tradisional

“Pasar adalah tempat menyesapi kesunyataan,” kata Kakek suatu ketika. Entah mengapa kalimatnya ndakik-ndakik kala itu. Kakek, sebagaimana kakek-kakek lain di belahan bumi seberang, adalah sosok bijak nan bestari. Banyak asam manis hidup telah ia lewati. Acap beragam keadaan ia lalui dengan gagah. Maka tak heran ia tak hanya pandai membaca pola, ia adalah seorang asketik…

Puisi

Kepada Mama dan Sepiku

Malam Telah Tiba di Beranda Batavia Malam telah tiba di beranda Batavia. Angin begitu asin oleh keringat para pekerja yang bertumpuk di lampu merah, dalam angkot, dalam kereta, dalam ketiak semesta yang lelah Gerombolan pemuda menanggung bongkahan gedung di pundaknya, pulang ke rumah memasang wajah pucat sisa bergaul dengan masa depan yang gemar mengancam Gadis…

Rehal

Fantasi Liar Seorang Perempuan Suci

Identitas Buku Judul                     : Sang Guru Piano Penulis                  : Elfriede Jelinek Penerbit                : Kepustakaan Populer Gramedia Terbit                    : Februari 2016 Tebal                     : 296 hal ISBN                      : 9789799110817 Ibarat seekor burung dalam sangkar, bila pintu terbuka, terbang dan liarlah dia mengembara bebas. Karena burung alamiahnya adalah terbang bebas. Demikian kurang lebih pengibaratan untuk hidup Erika Kohut.…

Cerita Pendek

Pulau Ya

Alif telah mendengar banyak cerita dari ibunya. Dua di antaranya begitu melekat di pikirannya. Pertama, setelah kehidupan di dunia akan ada kehidupan lain di akhirat. Kedua, Allah telah menyediakan surga dan neraka di akhirat. Dari kedua cerita tersebut, Alif menarik kesimpulan bahwa surga adalah sebuah tempat untuk orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Sementara neraka…

Esai

Beduk dan Realitas Zaman

Beduk memang dikenal di kalangan umat muslim sebagai salah satu instrumen sakral yang berkaitan dengan ibadah, terutama shalat. Beduk juga biasanya digunakan sebagai pengingat waktu shalat wajib lima waktu, hingga tradisi keagamaan seperti Ramadhan dan Idul Fitri maupun Idul Adha.             Belakangan, beduk tak banyak dipakai sebagai penanda waktu shalat lima waktu. Saat ini, beduk…

Puisi

Puisi-Puisi Ersa Yusfiandi; Perempuan Maumere

Perempuan Maumere   Siapa perempuan yang mengubur tubuhnya setiap sore Wajahnya terang mulutnya terbuka Kelopak matanya hilang bagai laut di Maumere Luas, biru, indah namun hancur oleh puaka   Siapa perempuan yang berenang dengan rambut terurai Tangannya terikat kakinya dibelenggu Minumnya beracun rumahnya berkecai Hidupnya hanya menarik napas selebihnya gagu   Di tanah Flores, Di…

Rehal

Kreativitas Gunawan Melawakkan Sastra

Judul: Tuhan Tidak Makan Ikan dan Cerita Lainnya Pengarang: Gunawan Tri Atmodjo Penyunting: Tia Setiadi Sampul: Ong Hari Wahyu Cetakan: Pertama, Mei 2016 Penerbit: DIVA Press Peresensi: Dion Yulianto Tidak selamanya sastra muncul dalam bentuknya yang melulu berat, dipenuhi deretan kata-kata tinggi namun awam asing mendengarnya. Sastra juga tidak lagi wajib mendayu-dayu dengan bahasa berbunga-bunga…

cerpen
Cerita Pendek

Tambang Sapi Karapan

Bulan melengkung sabit di atas pucuk pohon nyiur. Tetabuh ludruk dan kejungan perempuan memecah senyap malam melalui tiga spiker yang dicorongkan ke tiga penjuru arah, di halaman rumah. Dagu Marsiyeh terangkat. Di depannya, dua pohon nyiur berjajar sejarak kira-kira tiga meter. Berdiri kaku, Marsiyeh memilin-milin tambang dengan kekalutan yang membuat dadanya turun naik. Temaram malam…

Esai

Soleh Total!

“Belum tentu shalatmu, puasamu, hajimu, yang akan membuatmu masuk surga. Bisa jadi dengan ngladeni wong cilik yang akan mengantarmu ke surga.”  :: Allah yarham K.H. Abdullah Abbas :: Di depan pintu surga terjadi keributan antara Malaikat Ridwan, Haji Barno, Kang Bejo, Kang Slamet, dan Lek Ontong. “Pokoknya, saya harus masuk surga Kat, Malaikat,” gertak Haji…

Puisi

Puisi-Puisi Madno Wanakuncoro (Mojokerto); Perempuan yang Berdoa

Tak Tentu asal-usul senyumanmu, yang kulihat adalah saat kau temukan tapak kaki burung di pundak awan sebab bahagia tak melulu soal kaki yang harus memijak tanah   sedangkan asal-usul air mata kita, nanti adalah saat mimosa pudica lelah enggan memejamkan tubuh di semerbak harum debu sebab sedih tak melulu soal kesetiaan putri pada malunya  …

Rehal

Menemukan Empat Alasan Menulis Ala Orwell

Judul               : Bagaimana Si Miskin Mati? Penulis            : George Orwell Penerbit          : OAK, Yogyakarta Cetakan 1        : Maret 2016 Tebal               : 199 hlm Judul buku ini menggunakan sebuah pertanyaan, Bagaimana Si Miskin Mati? yang juga merupakan salah satu esai dalam buku itu. Ada 20 esai George Orwell yang dihimpun. Penulis yang…

Imajinasi dalam Rungkup Teknik Berkisah - Rehal BASABASI.CO
Hibernasi

Imajinasi dalam Rungkup Teknik Berkisah dan Pesan yang Ingin Disampaikan

Judul: Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-Pohon? Penulis: Eko Triono Penerbit: DIVA Press Cetakan Pertama, April 2016 ISBN: 9786023911288 Harga: 55.000 Peresensi: Muhajjah Saratini Cerpen pertama Eko Triono dalam Kompas adalah “Ikan Kaleng” (2010). Cerpen itu sempat menuai kontroversi karena bagi sebagian pembaca, cerpen itu terlalu biasa, kelewat eksplisit dibanding cerpen-cerpen yang biasanya dimuat di…

1 48 49 50 51 52 76
Go to Top

Powered by themekiller.com sewamobilbus.com caratercepat.com conception à la maison