Cerita Pendek

Kiper di Luar Lapangan

“Pokoknya, Rizki jangan sampai ikut main kalau tidak patuh pada perintahku!” Muka Mamat tidak jadi seram meskipun dia mendelik, bahkan dengan suara lantang seperti menghardik sekalipun. “Lah, bagaimana mungkin, dia kan kiper, Mat?” sahut seseorang dari belakang kerumunan. “Kalau ngeyel, tetap nggak boleh, nanti kukiperi sendiri,” sungut Mamat, sang senior yang diangkat pelatih oleh kawan-kawannya,…

Esai

Barang Enak vs Barang Enek

Dalam dunia literasi, seorang penulis atau pengarang aslinya tidak butuh pujian, karena pujian itu enak seperti sate kambing, atau setidaknya seperti ditraktir makan tiga kali (walau lauknya tempe penyet). Sate kambing jelas rasanya enak, bagi yang suka. Bagi yang tidak suka, silakan ganti kata-kata di atas dengan sate ayam, sate bebek, sate sapi, atau sate…

Dedek Roro Fitria, Mbok Ayok Umrah Saja
Celoteh

Dedek Roro Fitria, Mbok Ayok Umrah Saja

Jelang mangkat umrah gini, saya bukannya mikirin flight nyaris 10 jam yang membosankan, proses imigrasi Jeddah yang simple asal bisa huwa huma hum, smoking area yang selalu sesak dijejali ragam ras manusia, lalu ngendon di bus selama 6 jam menuju Madinah. Saya justru kepikiran sangat sama Dedek Roro Fitria. Suer, berat sekali saya meninggalkan tanah…

Patahan
Cerita Pendek

Patahan

[1] Cara bunuh diri paling tepat adalah melemparkan tubuh dari ketinggian. Dari atap gedung, misalnya. Meloncatlah. Kau bisa minum racun, memang, tak perlu resep dokter untuk itu. Pakai saja obat nyamuk. Boleh sedikit bereksperimen dengan mencampur beberapa bahan. Air, sabun, gerusan bawah putih, dan minyak tanah. Aduk. Ayak dengan kain. Atau kalau malas, beli saja…

Artikel Sembilan Belas Tahun Lalu
Cerita Pendek

Artikel Sembilan Belas Tahun Lalu

Aku pulang. Kembali ke kota tempat pertama kali kuputuskan untuk bercita-cita menjadi malaikat. Kota yang dikidungi segala mahkota Jawa, Jogjakarta. Kota yang telah sembilan belas tahun kutinggalkan. Dengan alasan tidak ada rumah sakit yang menerimaku semasa itu. Dengan sebab tak ada yang mampu menolongku sewaktu itu. Jadi aku pergi, jauh… meninggalkan gubuk seistimewa kastil yang…

Fabel untuk Meringankan Hati
Esai

Fabel untuk Meringankan Hati

   “Aku lahir di dalam meja kayu antik yang penuh ukiran. Meja bulat berlapis kaca itulah tempat persinggahan ibuku yang terakhir. Untung Ibu sempat melekatkan telurku di antara lekuk ukiran sebelum wafat disemprot Baygon. Kalau tidak, aku tidak akan mengalami kisah ajaib ini.” Dee (Dewi Lestari) membuka cerita pendek “Rico de Coro” dalam buku kumpulan…

Puisi-Puisi Kiki Sulistyo (Lombok)
Puisi

Puisi-Puisi Kiki Sulistyo (Lombok)

Batu Sulung, Batu Berkantung   batu sulung batu berkantung di punggung gunung orang berkabung ada yang hilang dan terhalang dari rencana berburu dan bencana limbubu kelabang kaki panjang merayap di batang lembab bekas telapak perompak terkoyak seperti pakaian pemberontak   di dasan, berpuluh kali tempuh waktu batu sulung batu berkantung tinggal lubang terang bila datang…

Langgam Unta Versus Perkutut
Celoteh

Langgam Unta Versus Perkutut

Di sebuah masjid kecil di sebuah kota kecil, dua-tiga tahun silam, saya dan seorang kawan nunut bermakmum shalat Maghrib. Sang imam yang sepuh membaca Faatihah dengan suara gemetaran. Maklum, sudah sangat sepuh. “Ghairil maudu bi ngalaihim waladd dhallin….” Makmum belasan orang menyahut, “Ngaaamiinnn….” Hanya saya yang menyahut: “Aaamiinnn….” Kami pun melanjutkan perjalanan diiringi pisuhan-pisuhan kawan…

Middag in De Eendracht
Cerita Pendek

Middag in De Eendracht

  Sore ini, Nyonya Barend meminta kami semua ke De Eendracht. Nyonya menyatakan, rijsttafel akan digelar di sana. Ia juga memastikan sekitar lima puluh sajian yang harus disiapkan. Ini pesta besar. Lima puluh sajian dikalikan jumlah nyonya-nyonya yang akan datang di soos paling tersohor di Magelang. Kami, para pengurus dapur keluarga Barend, sebenarnya sudah terbiasa.…

Senja yang Mendadak Bisu
Cerita Pendek

Senja yang Mendadak Bisu

  Bah Kanta tak pernah mengira bahwa senja bisa tiba-tiba bisu. Petang sebelumnya, ia meninggalkan saung tanpa curiga. Menyusuri jalan menurun sepanjang aliran Cisaninten. Senja hari itu sungguh biasa; rumput-rumput di tepi jalan masih melinting kecokelatan; daun bambu masih berbisik-bisik dicandai angin; balong Sukendar pun masih tetap kering—ikan-ikan sudah lama dijualnya. Di sanalah Bah Kanta…

Ahok, Prostitusi, dan Mimpi yang Setengah Progresif
Esai

Ahok, Prostitusi, dan Mimpi yang Setengah Progresif

Setelah rusuh dengan Fahira Idris dalam perkara pengaturan miras, baru-baru ini Ahok menantang lebih banyak orang dengan mengeluarkan pernyataan tentang legalisasi prostitusi. Ini seakan menjadi sekuel dari perang abadi antara orang progresif dan orang moralis. Ahok yang logis mengerti bahwa lokalisasi prostitusi (dalam bentuk apartemen) akan mendatangkan keuntungan lebih besar, baik dalam bentuk pemasukan ke…

Puisi-Puisi Sofyan RH. Zaid (Bekasi)
Puisi

Puisi-Puisi Sofyan RH. Zaid (Bekasi)

  Metamata ada yang lebih puitis # dari rintik lirik gerimis yakni sepasang matamu, Alfreda # mata yang menyimpan surga tatapannya penuh metafor # bumi jadi selebar kelor serupa jarum bulunya # setia menjahit luka pada dinding aku melukisnya # diamlah suara padamlah cahaya mata yang membuatku berkata # “dunia ini alangkah sia-sia” 2015  …

Partners Section:

best thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appfree iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8
Go to Top

Powered by themekiller.com sewamobilbus.com caratercepat.com bemp3r.co