Puisi

Sajak-Sajak Muhammad Ali Fakih (Yogyakarta)

Puisi, Selamat Tinggal, Aku Pergi   Puisi, selamat tinggal, aku pergi Aku pergi meninggalkan sepasang mata yang menatapmu sebagai jurang dari ketinggian   Aku pergi meninggalkan rumah lampauku yang duka bersama satu-dua pertengkaran yang kau wariskan pada pikiranku   Suntuk rasanya aku hidup di antara hantu-hantu sekarat: mereka yang kau lahirkan ke dunia hanya untuk…

Celoteh

Berperang Demi Tuhan

Sekitar 13 tahun silam, saya terpaksa harus membaca buku Karen Armstrong yang saya kutip judulnya di esai ini, Berperang Demi Tuhan. Di antara kekayaan data khas Armstrong dalam membedah sejarah Perang Salib, terselip argumen bahwa potensi radikalisme senantiasa berdenyut dalam setiap agama dan keyakinan. Orang Barat jelas terlalu paranoid ketika semena-mena mengklaim bahwa radikalisme adalah gaya…

Menyambut Idul Fitri ala Sutardji Calzoum Bachri
Hibernasi

Menyambut Idul Fitri ala Sutardji Calzoum Bachri

Presiden penyair Indonesia sekaliber Sutardji Calzoum Bachri sekalipun tidak hanya mabuk di tengah menenggak berbotol-botol bir. Tetapi di hadapan bulan Ramadhan yang agung, Tardji mengalami ekstase kemabukan atas kenisbian dirinya. Itulah sebabnya, penyair kelahiran Indragiri Hulu ini mengekspresikan kemabukannya atas bulan Ramadhan dalam puisi puncak yang berjudul “Idul Fitri”. Dalam puisi tersebut, Tardji menggali eksistensi…

Surat untuk Lebaran
Esai

Surat untuk Lebaran

Assalamualaikum, Beijing Lebaran? Apa kabar? Saya sudah kangen lho sama kamu. Sudah lama ya kita nggak ketemu? Emm, biar terkesan lebih (sok) akrab, bagaimana jika saya panggil kamu “Leb”? Terdengar aneh sih, wagu juga, seperti saya, tapi ndak papalah ya. Buat saya, apa sih yang enggak? Huwek. Leb, saya tahu kamu tengah sibuk menjadi media…

Puisi

Puisi-Puisi Uul Hasanah (Lamongan)

Menikmati Gelisah Sesekali aku ingin memandang ke luar jendela, kuamati bunga crista bermekaran di jalan setapak menuju rumahmu lalu surat-suratku akan lahir di setiap kelopaknya. Saat pagi menjelang, embun tak kunjung menangkap sisa-sisa kerinduan meski telah kuhujankan semalam dengan sabit yang memerah aku menerka-nerka, jika pada petamu, sumurku tak kunjung kering meski kemarau terhambar di…

Celoteh

Mudiklah Biar Bisa Jadi Manusia (Lagi)

“Kebosanan adalah kejahatan paling besar kedua di dunia. Menjadi membosankan adalah kejahatan terbesar pertamanya.”—Jean Baudrillard   Dalam bukunya yang sangat terkenal, Pengetahuan dan Kesucian, Seyyed Hossein Nasr memberikan pandangan yang memukau tentang “Perjanjian Primordial”. Ia adalah perjanjian antara makhluk dan Khaliq, manusia yang masih berupa janin di dalam rahim ibunya dengan Tuhan yang Maha Kuasa;…

Hibernasi

Karena Koma, Hilang Abang Selamanya

Kemungkinan terjadi kesalahpahaman komunikasi melalui media tulis lebih besar daripada komunikasi langsung. Kita sudah sering menjumpainya dalam penulisan judul berita greget di medsos yang ngejar ceklikan mouse. Tapi, saya bukan akan membahas masalah itu. Saya juga bukan mau membahas masalah typo “memenin temen” jadi “nenenin temen” yang lagi nge-hits itu, tapi cuma masalah koma. Jangan…

Sigar Jambe
Cerita Pendek

Sigar Jambe

Sumiatun, teman lama yang sudah lama tidak bertemu, mendadak menyapa dan bertanya ini itu padaku. Kami berbincang banyak hal, layaknya teman dekat yang terpaut jarak teramat jauh—meski sebenarnya tidak begitu. Rukoyyah yang suka pencilakan, Parmin yang sok gagah, serta Pak Narto, guru olahraga paling galak di antara guru-guru waktu itu, tak luput dari perbincangan kami…

Esai

Takdir Lubang dan Batang (Riset Saintifik LGBT Hammer VS Bokep)

Jagat maya ruwet lagi oleh isu LGBT. Kali ini saya sangat terusik oleh keriuhan legalitas pernikahan sesama jenis di Amerika itu. Saya bertanya dalam hati: “Apa enaknya menikah atau pacaran sesama jenis, ya?” Dari dulu sampai sekarang, saya selalu gagal paham dengan tujuan pernikahan sesama jenis ini. Sebagai manusia, apalagi yang sudah akil baligh, pastilah…

Puisi

Puisi-Puisi Saifa Abidillah (Yogyakarta)

Ehipassiko   tanpa pun harus berjalan menuju hutan aku telah di hutan sebelum puisi ini dituliskan   Kutub, 2015   Seusai dari Hutan   harumnya kebajikan adalah jauh melebihi harumnya kayu cendana, bunga tagara, bunga teratai maupun melati.   Dhammapada 55   Seusai dari hutan adakah kita telah melebihi harum bunga-bunga di jalanan?   mengingat-ingat…

Celoteh

Tulisan Tentang Ramadhan yang Sok Ilmiah

Tak ada yang lain selain dirimu Yang selalu kupuja Kusebut namamu Di setiap hembusan napasku Kusebut namamu Kusebut namamu Coba Anda dengarkan lagu Dewa berjudul Satu ini, terutama di bagian refrain, berulang-ulang, di malam buta. Adakah jiwa Anda lalu merasa terapung bagai buih tanpa daya di keluasan samudera? Sejatinya, manusia memang selalu terapung di lautan…

Hibernasi

Setelah Amerika Serikat, Kapan Giliran Indonesia?

Semenjak Amerika Serikat mengumumkan legalitas pernikahan sesama jenis di seluruh negara bagian, yang bersuara paling keras salah satunya adalah orang-orang kita. Ada yang dengan sinis menanggapi bahwa itu tanda-tanda kiamat (padahal kalau berpegang dalam kitab suci, sudah jelas apa aja tanda-tanda kiamat). Ada yang memberi dukungan tapi ogah cepat-cepat mengatakan dirinya bukan bagian dari LGBT…

1 49 50 51 52 53 56

Partners Section:

best thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appfree iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8
Go to Top

Powered by themekiller.com sewamobilbus.com caratercepat.com bemp3r.co