Ahok, Prostitusi, dan Mimpi yang Setengah Progresif
Esai

Ahok, Prostitusi, dan Mimpi yang Setengah Progresif

Setelah rusuh dengan Fahira Idris dalam perkara pengaturan miras, baru-baru ini Ahok menantang lebih banyak orang dengan mengeluarkan pernyataan tentang legalisasi prostitusi. Ini seakan menjadi sekuel dari perang abadi antara orang progresif dan orang moralis. Ahok yang logis mengerti bahwa lokalisasi prostitusi (dalam bentuk apartemen) akan mendatangkan keuntungan lebih besar, baik dalam bentuk pemasukan ke…

Puisi-Puisi Sofyan RH. Zaid (Bekasi)
Puisi

Puisi-Puisi Sofyan RH. Zaid (Bekasi)

  Metamata ada yang lebih puitis # dari rintik lirik gerimis yakni sepasang matamu, Alfreda # mata yang menyimpan surga tatapannya penuh metafor # bumi jadi selebar kelor serupa jarum bulunya # setia menjahit luka pada dinding aku melukisnya # diamlah suara padamlah cahaya mata yang membuatku berkata # “dunia ini alangkah sia-sia” 2015  …

Eksekusi Mati (Lagi): Keadilan Versus Keadilan
Celoteh

Eksekusi Mati (Lagi): Keadilan Versus Keadilan

Membaca derasnya sedulur-sedulur membela humanisme para terpidana mati narkoba, saya kok serentak teringat Mbah Sigmund Freud. Izinkan saya bertawasul dulu padanya. Khusushan ila ruhi Sigmund Freud, al-Faatihah. Jauh sebelum mencetuskan Oedipus Complex (id, ego, superego) yang diilhami drama Sophecles, Oedipus Rex, Freud mengatakan dalam Civilization and Its Discontents bahwa jiwa kita selalu memiliki dua dimensi:…

Cinta yang Tersesat
Cerita Pendek

Cinta yang Tersesat

Sebuah sudut di pertokoan yang hanya berjarak dua blok dari kantorku selalu menarik perhatianku setiap kali aku melewatinya. Bukan sudut yang memamerkan pakaian mewah atau tas mahal seperti yang seharusnya aku cari-cari setiap hari sebagai bahan baru untuk artikelku. Sebuah sudut itu adalah counter handphone bernama Berlian Cellular milik seorang kenalanku yang aku kenal dari…

Tuan Patung
Cerita Pendek

Tuan Patung

Gadis berambut abu itu menatap langit begitu lama—seakan ada atraksi menarik yang sayang untuk dilewatkan—sambil terduduk di bangku taman di sisi bukit kecil ini, yang untungnya tak membuat ia menengadah terlalu tinggi untuk melihat hamparan awan di atasnya. Aku sendiri tak menyukai langit dengan jutaan awan yang bergerak perlahan ke sana-kemari itu. Aku selalu yakin,…

Puisi-Puisi Moh. Miftahul Ainin Najib (Jember)
Puisi

Puisi-Puisi Moh. Miftahul Ainin Najib (Jember)

   Matagung   Mata. Dari mata kulihat dengan jelas; segala yang tampak, pun yang tak tampak.   Mata lahir. Mata batin. Mata angin. Mata air. Mata pena. Mata pedang. Mata-mata. Mata bermata; bisu.   Tak dinyana-nyana, kebenaran dipendam, dan kesalahan teruruk.   Lalu, kapan mata-mata itu angkat bicara? Apakah ia benar-benar bisu? Atau… menunggu ajal?…

Celoteh

Kriminalisasi

  “Magelangannya satu, Bos,” kata saya pada bakul mi Jawa di kolong flyover Janti. Lelaki paruh baya itu menyuruh anak buahnya yang sedang nyuci piring untuk membuatkan pesenan saya dengan kalimat yang membuat saya tersentak: “Agus, Magelangan, yo.” Masa orang ini Agus Magelangan itu? Iya, si Agus Mulyadi alias Gus Mul itu, yang nulis Jomblo…

Kewisek
Cerita Pendek

Kewisek

            Si sakit masih terbaring di ranjang beralaskan tikar yang lanjut. Kewisek, pemuda berumur tiga puluhan tahun itu, mengidap penyakit aneh. Tak ada gejala-gejala ganjil pada fisik yang menandakan bahwa ia sedang sakit. Misalnya, suhu tubuh panas, luka bekas cedera, ataupun pembengkakan pada bagian tubuh lainnya. “Kata dokter RSUD Larantuka, hasil rontgen menunjukkan bahwa Kewisek…

Sambil Menyelam Minum Kopi
Esai

Sambil Menyelam Minum Kopi

Kegiatan yang berlangsung terus-menerus sering membuat kita lupa untuk mempertanyakan hal-hal kecil yang tersembunyi di baliknya. Dalam Islam, tersebutlah ajaran agar makan-minum dilakukan dengan cara duduk, menggunakan tangan kanan, menyuap dengan tiga jari, minum dengan tiga kali teguk, tidak grusa-grusu. Belum sempat kita tahu hasil penelitian ilmiah tentang dampak aturan ini bagi kesehatan (bagi lambung…

Cerita Pendek

Budi dan Burhan

Hidup sebatang kara adalah kepedihan bagi Wak Amin. Kesepian menjadi ulam pahit yang dari tahun ke tahun ia telan. Selepas kepergian dua anaknya, Wak Amin dililit kesepian. Usia renta adalah karibnya maut. Ia tak ingin sendirian saat malaikat menagih nyawanya. Namun, tanpa Wak Amin tahu, nun jauh di sebuah kota, takdir ternyata berkata lain. ***…

Puisi-Puisi Tia Setiadi (Yogyakarta)
Puisi

Puisi-Puisi Tia Setiadi (Yogyakarta)

BENIH (Di Hadapan Lukisan-Lukisan KH. M.Fuad Riyadi) /1/ Untuk  naik                   Kau harus turun   Sebab inti langit bukan di langit Inti bukit bukan di bukit   Birunya biru Hijaunya hijau   Inti dari inti Ada dalam benih                                 Maka untuk naik                                                    Kau harus turun   /2/   Tapi tidak: Kau lalu…

Hiruk Pikuk Eksekusi Mati
Celoteh

Hiruk Pikuk Eksekusi Mati

Di suatu malam yang hujan deras, seorang cewek muda bercelana pendek nan seksi turun dari mobilnya di warung sup pinggir jalan, tepat di depan seorang lelaki yang berteduh. Tanpa ampun, lelaki itu melotot, begitu lekat dan dalam. Entah apa yang ada di kepalanya seketika. Tak lama, sang sopir yang ternyata suaminya turun dengan mata melotot…

Partners Section:

best thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appfree iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8
Go to Top

Powered by themekiller.com sewamobilbus.com caratercepat.com bemp3r.co