Puisi-Puisi Kiki Sulistyo (Lombok)
Puisi

Puisi-Puisi Kiki Sulistyo (Lombok)

Batu Sulung, Batu Berkantung   batu sulung batu berkantung di punggung gunung orang berkabung ada yang hilang dan terhalang dari rencana berburu dan bencana limbubu kelabang kaki panjang merayap di batang lembab bekas telapak perompak terkoyak seperti pakaian pemberontak   di dasan, berpuluh kali tempuh waktu batu sulung batu berkantung tinggal lubang terang bila datang…

Langgam Unta Versus Perkutut
Celoteh

Langgam Unta Versus Perkutut

Di sebuah masjid kecil di sebuah kota kecil, dua-tiga tahun silam, saya dan seorang kawan nunut bermakmum shalat Maghrib. Sang imam yang sepuh membaca Faatihah dengan suara gemetaran. Maklum, sudah sangat sepuh. “Ghairil maudu bi ngalaihim waladd dhallin….” Makmum belasan orang menyahut, “Ngaaamiinnn….” Hanya saya yang menyahut: “Aaamiinnn….” Kami pun melanjutkan perjalanan diiringi pisuhan-pisuhan kawan…

Middag in De Eendracht
Cerita Pendek

Middag in De Eendracht

  Sore ini, Nyonya Barend meminta kami semua ke De Eendracht. Nyonya menyatakan, rijsttafel akan digelar di sana. Ia juga memastikan sekitar lima puluh sajian yang harus disiapkan. Ini pesta besar. Lima puluh sajian dikalikan jumlah nyonya-nyonya yang akan datang di soos paling tersohor di Magelang. Kami, para pengurus dapur keluarga Barend, sebenarnya sudah terbiasa.…

Senja yang Mendadak Bisu
Cerita Pendek

Senja yang Mendadak Bisu

  Bah Kanta tak pernah mengira bahwa senja bisa tiba-tiba bisu. Petang sebelumnya, ia meninggalkan saung tanpa curiga. Menyusuri jalan menurun sepanjang aliran Cisaninten. Senja hari itu sungguh biasa; rumput-rumput di tepi jalan masih melinting kecokelatan; daun bambu masih berbisik-bisik dicandai angin; balong Sukendar pun masih tetap kering—ikan-ikan sudah lama dijualnya. Di sanalah Bah Kanta…

Ahok, Prostitusi, dan Mimpi yang Setengah Progresif
Esai

Ahok, Prostitusi, dan Mimpi yang Setengah Progresif

Setelah rusuh dengan Fahira Idris dalam perkara pengaturan miras, baru-baru ini Ahok menantang lebih banyak orang dengan mengeluarkan pernyataan tentang legalisasi prostitusi. Ini seakan menjadi sekuel dari perang abadi antara orang progresif dan orang moralis. Ahok yang logis mengerti bahwa lokalisasi prostitusi (dalam bentuk apartemen) akan mendatangkan keuntungan lebih besar, baik dalam bentuk pemasukan ke…

Puisi-Puisi Sofyan RH. Zaid (Bekasi)
Puisi

Puisi-Puisi Sofyan RH. Zaid (Bekasi)

  Metamata ada yang lebih puitis # dari rintik lirik gerimis yakni sepasang matamu, Alfreda # mata yang menyimpan surga tatapannya penuh metafor # bumi jadi selebar kelor serupa jarum bulunya # setia menjahit luka pada dinding aku melukisnya # diamlah suara padamlah cahaya mata yang membuatku berkata # “dunia ini alangkah sia-sia” 2015  …

Eksekusi Mati (Lagi): Keadilan Versus Keadilan
Celoteh

Eksekusi Mati (Lagi): Keadilan Versus Keadilan

Membaca derasnya sedulur-sedulur membela humanisme para terpidana mati narkoba, saya kok serentak teringat Mbah Sigmund Freud. Izinkan saya bertawasul dulu padanya. Khusushan ila ruhi Sigmund Freud, al-Faatihah. Jauh sebelum mencetuskan Oedipus Complex (id, ego, superego) yang diilhami drama Sophecles, Oedipus Rex, Freud mengatakan dalam Civilization and Its Discontents bahwa jiwa kita selalu memiliki dua dimensi:…

Cinta yang Tersesat
Cerita Pendek

Cinta yang Tersesat

Sebuah sudut di pertokoan yang hanya berjarak dua blok dari kantorku selalu menarik perhatianku setiap kali aku melewatinya. Bukan sudut yang memamerkan pakaian mewah atau tas mahal seperti yang seharusnya aku cari-cari setiap hari sebagai bahan baru untuk artikelku. Sebuah sudut itu adalah counter handphone bernama Berlian Cellular milik seorang kenalanku yang aku kenal dari…

Tuan Patung
Cerita Pendek

Tuan Patung

Gadis berambut abu itu menatap langit begitu lama—seakan ada atraksi menarik yang sayang untuk dilewatkan—sambil terduduk di bangku taman di sisi bukit kecil ini, yang untungnya tak membuat ia menengadah terlalu tinggi untuk melihat hamparan awan di atasnya. Aku sendiri tak menyukai langit dengan jutaan awan yang bergerak perlahan ke sana-kemari itu. Aku selalu yakin,…

Puisi-Puisi Moh. Miftahul Ainin Najib (Jember)
Puisi

Puisi-Puisi Moh. Miftahul Ainin Najib (Jember)

   Matagung   Mata. Dari mata kulihat dengan jelas; segala yang tampak, pun yang tak tampak.   Mata lahir. Mata batin. Mata angin. Mata air. Mata pena. Mata pedang. Mata-mata. Mata bermata; bisu.   Tak dinyana-nyana, kebenaran dipendam, dan kesalahan teruruk.   Lalu, kapan mata-mata itu angkat bicara? Apakah ia benar-benar bisu? Atau… menunggu ajal?…

Celoteh

Kriminalisasi

  “Magelangannya satu, Bos,” kata saya pada bakul mi Jawa di kolong flyover Janti. Lelaki paruh baya itu menyuruh anak buahnya yang sedang nyuci piring untuk membuatkan pesenan saya dengan kalimat yang membuat saya tersentak: “Agus, Magelangan, yo.” Masa orang ini Agus Magelangan itu? Iya, si Agus Mulyadi alias Gus Mul itu, yang nulis Jomblo…

Kewisek
Cerita Pendek

Kewisek

            Si sakit masih terbaring di ranjang beralaskan tikar yang lanjut. Kewisek, pemuda berumur tiga puluhan tahun itu, mengidap penyakit aneh. Tak ada gejala-gejala ganjil pada fisik yang menandakan bahwa ia sedang sakit. Misalnya, suhu tubuh panas, luka bekas cedera, ataupun pembengkakan pada bagian tubuh lainnya. “Kata dokter RSUD Larantuka, hasil rontgen menunjukkan bahwa Kewisek…

Go to Top

Powered by themekiller.com sewamobilbus.com caratercepat.com conception à la maison