Puisi-Puisi Moh. Miftahul Ainin Najib (Jember)
Puisi

Puisi-Puisi Moh. Miftahul Ainin Najib (Jember)

   Matagung   Mata. Dari mata kulihat dengan jelas; segala yang tampak, pun yang tak tampak.   Mata lahir. Mata batin. Mata angin. Mata air. Mata pena. Mata pedang. Mata-mata. Mata bermata; bisu.   Tak dinyana-nyana, kebenaran dipendam, dan kesalahan teruruk.   Lalu, kapan mata-mata itu angkat bicara? Apakah ia benar-benar bisu? Atau… menunggu ajal?…

Celoteh

Kriminalisasi

  “Magelangannya satu, Bos,” kata saya pada bakul mi Jawa di kolong flyover Janti. Lelaki paruh baya itu menyuruh anak buahnya yang sedang nyuci piring untuk membuatkan pesenan saya dengan kalimat yang membuat saya tersentak: “Agus, Magelangan, yo.” Masa orang ini Agus Magelangan itu? Iya, si Agus Mulyadi alias Gus Mul itu, yang nulis Jomblo…

Kewisek
Cerita Pendek

Kewisek

            Si sakit masih terbaring di ranjang beralaskan tikar yang lanjut. Kewisek, pemuda berumur tiga puluhan tahun itu, mengidap penyakit aneh. Tak ada gejala-gejala ganjil pada fisik yang menandakan bahwa ia sedang sakit. Misalnya, suhu tubuh panas, luka bekas cedera, ataupun pembengkakan pada bagian tubuh lainnya. “Kata dokter RSUD Larantuka, hasil rontgen menunjukkan bahwa Kewisek…

Sambil Menyelam Minum Kopi
Esai

Sambil Menyelam Minum Kopi

Kegiatan yang berlangsung terus-menerus sering membuat kita lupa untuk mempertanyakan hal-hal kecil yang tersembunyi di baliknya. Dalam Islam, tersebutlah ajaran agar makan-minum dilakukan dengan cara duduk, menggunakan tangan kanan, menyuap dengan tiga jari, minum dengan tiga kali teguk, tidak grusa-grusu. Belum sempat kita tahu hasil penelitian ilmiah tentang dampak aturan ini bagi kesehatan (bagi lambung…

Cerita Pendek

Budi dan Burhan

Hidup sebatang kara adalah kepedihan bagi Wak Amin. Kesepian menjadi ulam pahit yang dari tahun ke tahun ia telan. Selepas kepergian dua anaknya, Wak Amin dililit kesepian. Usia renta adalah karibnya maut. Ia tak ingin sendirian saat malaikat menagih nyawanya. Namun, tanpa Wak Amin tahu, nun jauh di sebuah kota, takdir ternyata berkata lain. ***…

Puisi-Puisi Tia Setiadi (Yogyakarta)
Puisi

Puisi-Puisi Tia Setiadi (Yogyakarta)

BENIH (Di Hadapan Lukisan-Lukisan KH. M.Fuad Riyadi) /1/ Untuk  naik                   Kau harus turun   Sebab inti langit bukan di langit Inti bukit bukan di bukit   Birunya biru Hijaunya hijau   Inti dari inti Ada dalam benih                                 Maka untuk naik                                                    Kau harus turun   /2/   Tapi tidak: Kau lalu…

Hiruk Pikuk Eksekusi Mati
Celoteh

Hiruk Pikuk Eksekusi Mati

Di suatu malam yang hujan deras, seorang cewek muda bercelana pendek nan seksi turun dari mobilnya di warung sup pinggir jalan, tepat di depan seorang lelaki yang berteduh. Tanpa ampun, lelaki itu melotot, begitu lekat dan dalam. Entah apa yang ada di kepalanya seketika. Tak lama, sang sopir yang ternyata suaminya turun dengan mata melotot…

Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com