Cerita Pendek

Cinta Alangkah Rumit

Aku masih sangat mencintainya seperti lima tahun yang lalu, tapi dia bukan lagi suamiku dan dia sudah membenciku. Pulanglah! Aku diam. Pulang, kataku! Aku masih diam. Sekali lagi, pulang! Aku tetap diam (sebenarnya, aku yang ingin memintanya pulang. Hari ini saja, seandainya bisa.)—dan sebagai lelaki yang kutahu mudah marah juga ringan tangan, kulihat matanya menatapku…

Esai

Filosofi Ultron

Everyone creates the thing they fear. Men of peace create engines of war. Avengers create invaders. Parents create children, that will supplant them.—Ultron Saya termasuk orang yang menantikan kemeriahan para superhero bersatu dalam sebuah film. Saya menunggu hal besar itu yang mungkin akan menonjok saya sebagai seorang pencerita; kapan bisa membuat cerita sebesar itu. Marvel…

Puisi

Puisi-puisi Reza Nufa (Jakarta)

Tak Usah Menyalak   segala kembali melambat renyuh tenggelam mengatup hingga tertelan   malam tiga titik dalam dadu ada yang terkatung nasib matanya sendu esok pagi dia bangun dengan tak tahu   bila menemukan tuhan ia kehilangan diri kemarikan sebotol lagi dan biarkan ia berdiri mabuk menuju mati   remah beling bekas berkaca itu dipecah…

Celoteh

Lalu Lintas Hoax di Tolikara

  “…. Saya tidak pernah lupa bahwa tetangga kami yang Katoliklah yang menampung kami di rumahnya saat konflik panas-panasnya. Tetangga kami yang beragama Kristenlah yang menjaga area rumah kami agar tidak menjadi sasaran. Jadi, sebenarnya siapa atau agama mana yang berkonflik saat itu?” Catatan Mohammad Ilham B, wartawan Jawa Pos, tentang Konflik Kupang. Di kalangan…

Hibernasi

Lelucon Tidak Lucu

Lelucon biasanya dilontarkan dengan tujuan menghibur. Atau, kadang, untuk menyindir secara halus. Ada banyak faktor yang bisa menentukan sebuah lelucon berhasil atau tidak. Salah satunya, latar belakang kesamaan pengetahuan yang dimiliki pemberi dan penerima lelucon. Saya bahas poin ini saja, karena lelucon yang dimaksud adalah lelucon di media sosial. Berikut tiga contoh kasus lelucon tidak…

Cerita Pendek

Ketika Kita Berbeda

Saat itu usiaku masih empat belas tahun. Rayhan menyapaku di koridor sekolah saat itu dan akhirnya kami memiliki percakapan kecil. Percakapan kecil, yang kutahu saat ini, maknanya lebih berat daripada yang bisa kami sadari sebagai murid kelas 2 SMP ketika itu. “Ima, nanti kamu mau qurban sapi atau kambing? Kan padimu di rumah banyak,” Rayhan…

Esai

Alasan-Alasan Mengapa Felix Siauw Enggan Mudik

Sejauh-jauh burung terbang, akhirnya akan kembali ke sarangnya. Pepatah ini betul-betul dirasakan oleh gerombolan perantau yang memenuhi sudut-sudut tanah air, terutama mulai pertengahan bulan Ramadhan hingga pasca Lebaran, bahkan. Kerinduan untuk mudik ke kampung halaman ini tentunya juga dijamin sukses menggedor-gedor bilik jiwa orang-orang yang tinggal di negeri seberang. Antusiasme saat berbuka puasa, shalat Tarawih,…

Puisi

Sajak-Sajak Muhammad Ali Fakih (Yogyakarta)

Puisi, Selamat Tinggal, Aku Pergi   Puisi, selamat tinggal, aku pergi Aku pergi meninggalkan sepasang mata yang menatapmu sebagai jurang dari ketinggian   Aku pergi meninggalkan rumah lampauku yang duka bersama satu-dua pertengkaran yang kau wariskan pada pikiranku   Suntuk rasanya aku hidup di antara hantu-hantu sekarat: mereka yang kau lahirkan ke dunia hanya untuk…

Celoteh

Berperang Demi Tuhan

Sekitar 13 tahun silam, saya terpaksa harus membaca buku Karen Armstrong yang saya kutip judulnya di esai ini, Berperang Demi Tuhan. Di antara kekayaan data khas Armstrong dalam membedah sejarah Perang Salib, terselip argumen bahwa potensi radikalisme senantiasa berdenyut dalam setiap agama dan keyakinan. Orang Barat jelas terlalu paranoid ketika semena-mena mengklaim bahwa radikalisme adalah gaya…

Menyambut Idul Fitri ala Sutardji Calzoum Bachri
Hibernasi

Menyambut Idul Fitri ala Sutardji Calzoum Bachri

Presiden penyair Indonesia sekaliber Sutardji Calzoum Bachri sekalipun tidak hanya mabuk di tengah menenggak berbotol-botol bir. Tetapi di hadapan bulan Ramadhan yang agung, Tardji mengalami ekstase kemabukan atas kenisbian dirinya. Itulah sebabnya, penyair kelahiran Indragiri Hulu ini mengekspresikan kemabukannya atas bulan Ramadhan dalam puisi puncak yang berjudul “Idul Fitri”. Dalam puisi tersebut, Tardji menggali eksistensi…

Surat untuk Lebaran
Esai

Surat untuk Lebaran

Assalamualaikum, Beijing Lebaran? Apa kabar? Saya sudah kangen lho sama kamu. Sudah lama ya kita nggak ketemu? Emm, biar terkesan lebih (sok) akrab, bagaimana jika saya panggil kamu “Leb”? Terdengar aneh sih, wagu juga, seperti saya, tapi ndak papalah ya. Buat saya, apa sih yang enggak? Huwek. Leb, saya tahu kamu tengah sibuk menjadi media…

Puisi

Puisi-Puisi Uul Hasanah (Lamongan)

Menikmati Gelisah Sesekali aku ingin memandang ke luar jendela, kuamati bunga crista bermekaran di jalan setapak menuju rumahmu lalu surat-suratku akan lahir di setiap kelopaknya. Saat pagi menjelang, embun tak kunjung menangkap sisa-sisa kerinduan meski telah kuhujankan semalam dengan sabit yang memerah aku menerka-nerka, jika pada petamu, sumurku tak kunjung kering meski kemarau terhambar di…

1 71 72 73 74 75 78
Go to Top

Powered by themekiller.com sewamobilbus.com caratercepat.com conception à la maison