Perahu Ruh

in Puisi by

pirate_ship_sketch_by_dr_queue-d4yn0qr

1.

bentangan selat

di cungkup kubah merah

: dermaga petang

 

2.

mungkinkah ini

pelayaran terakhir?

— mentari padam

 

3.

jalanan curam,

gerimis merintih, dan

kabut terjengkang

 

4.

bas, irama blues,

dan melodi menyayat

kenangan. lengang

 

5.

bir atau wiski?

rokok di remang kafe

: isyarat senyap

 

6.

kenapa makin

sepi? jiwa tengadah

–botol bir kosong

 

7.

berdenting lagi

–cinta yang rapuh–:

kau cuma bersetubuh

 

8.

sekelebat, di

belakang punggung: maut

mencongak syahwat

 

9.

kapal feri dan

dermaga. kelahiran

: seberang selat

 

10.

arwah sendiri–

bersandar mengukuhkan

ingat. mengigau

 

11.

semua, di kampung

kelahiran, berubah

–kau tak dikenal

 

12.

semua menyanyi:

kenangan. semesta yang

telah telanjur

 

13.

usai kelokan:

lembah berbukit. ladang

–lubang kuburan

 

14.

uap dari mana

yang berdesir? apakah

air laut barat?

 

15.

kedai kenangan

dekat dermaga. angin

–insting kembara

 

16.

bersandar pada

pohon. kopi dan rokok

–dalam ingatan

 

17.

bersama tapi

dibungkus kenangan. ruh

akan dihisab-Nya

 

18.

penumpang tidak

bertiket langsung masuk

panci neraka

 

19.

–ateis tidak

punya kelompok, tanpa

penanggung jawab–

 

20.

kereta baja

mengangkut isi dunia

–kau rentang relnya

 

21.

terlalu larut

untuk ke bar. padahal

lahat menghimpit

 

22.

termangu dalam

kenangan. bir dan bibir

tidak terjangkau

 

23.

sebuah rumah,

satu masa kanak, dan

waktu yang usai

 

24.

bekas luka di

kening, perihnya masa

kanak berdenyar

 

25.

bersujud dalam

kenangan. meski terus

berlumur sesal

 

26.

tangan bersilang.

kenangan menguruk. ruh

–sesal membuncah

 

2015

 

Sumber gambar: deviantart.com

Beni Setia

Beni Setia

Lahir di Bandung, 1954. Menulis puisi, cerpen, dan esai. Beberapa cerpennya masuk dalam antologi cerpen terbaik Kompas. Ia menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Bukunya yang telah terbit di antaranya, Legiun Asing: Tiga Kumpulan Sajak (1987), Dinamika Gerak (1990), dan Harendong (1996). Kini ia tinggal bersama keluarganya di Caruban, Madiun, Jawa Timur.
Beni Setia

Latest posts by Beni Setia (see all)

  • Noor Amalia

    kemudian instropeksi diri-

Go to Top

Powered by themekiller.com sewamobilbus.com caratercepat.com bemp3r.co