Puisi-Puisi Aly D Musyrifa; Bunga yang Dulu Kupetik

in Puisi by
pinterest.com

BUNGA YANG DULU KUPETIK

 

Bunga yang dulu kupetik

kini menjelma beribu jentik

Aku tenggelam di keruh kolam

seumpama besi membujur kelam

beku menahan malu

atau leleh dalam cairan pilu

 

Kuingin tubuh ringan tanpa kenangan

berjalan ke depan sebebas angan

Tapi tubuh tak pernah utuh

separuh ‘bunga yang dulu kupetik’

separuh ‘menjelma beribu jentik’

Tak ada jalan tubuh kembali ke ayunan

tak akan hapus jejak meski dilupakan

 

2015

 

 

LELAKI ZIARAH

 

Lelaki ziarah tak mengunjungi makam

Ia mengunjungi matahari di masa silam

 

Ia tahu apa yang murni dan sejati

yang membuat seseorang tak pernah mati

 

Ia tahu kapan air mata menjelma samudera

dan orang-orang berlayar melampaui duka

dan derita

 

Ia tahu, tak ada yang perlu dicemaskan:

kelak semua sumur akan kering

semua yang tegak akan terbaring

sendirian

 

2016

 

 

KUKELUPAS KULIT USIA

 

Kukelupas kulit usia, dan aku

kembali kanak-kanak yang lucu

melayang dalam ayunan tangan ibu

dalam selendang kasih yang selalu

lebih lebar dari kenakalanku

 

Aku tahu kini sebenar-benar tahu

air susu ibu tak tumpah dari cinta palsu

menjelma rumah bagi tiap tualang

menjelma negeri bagi tiap pejuang

menjelma cambuk bagi setiap kuda

menjelma terang bagi gelap duka

 

2015

 

 

CATATAN KECIL 13

 

Apa lagi mesti dikatakan?

Setelah hari-hariku panjang dan melelahkan

Aku tak lagi membutuhkan siapa-siapa

Aku dengan kesendirianku telah melambung

membiarkan keriput jasadku kian fana

menerima penuh suka cita setiap lahar

atau bencana, lalu melukiskannya di kening

dan kedua pipiku robek oleh usia

Bacalah wajahku. Mataku yang dalam

meredam ribuan syair tak tereja

tak menetes di pena pujangga

tapi aku menuliskannya di lembar tangan

seperti larik-larik kehidupan

denting-denting kematian

 

Apa lagi mesti dikatakan?

Setelah beling dan paku menyusun sajakku

Aku kehilangan kata untuk menjumpaimu

 

2015

Aly D Musyrifa

Aly D Musyrifa

Aly D Musyrifa adalah alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia pernah selama enam tahun tinggal di Montreal, Kanada, dan selama itu ia aktifmengikuti kegiatan sastra di Montreal dan tercatat sebagai anggota Quebec Writers Federation (QWF). Buku puisinya, Burung-burung di Tiang Duka (Interlude: 2013) mendapat penghargaan sebagai Nomine Karya Sastra Terbaik dari Balai Bahasa Yogyakarta tahun 2014. Direktur MMPI (Mari Membaca Puisi Indonesia) Yogyakarta ini tinggal di kampung Klenggotan RT 04, Srimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Ia dapat dikontak lewat alidimyati@gmail.com. Atau lewat hp +6289615063661
Aly D Musyrifa

Latest posts by Aly D Musyrifa (see all)