Puisi-Puisi Bob Dylan (Tanpa Maksud Laiknya Penyihir)

in Puisi by
ilustrasi-puisi-bob-dylan
ltalk.ru

(Tanpa Maksud Laiknya Penyihir)

 

ke dalam cahaya di sini ibrahim … bagaimana bosmu ini? & jangan katakan padaku bahwa kau hanya melakukan apa yang diperintahkan! aku mungkin tak akrab dengan bahasa isyaratmu tetapi aku datang dengan damai, aku mencari pengetahuan, dalam pertukaran untuk mendapatkan informasi, aku akan memberimu koleksi piringan hitam fats domino-ku, beberapa pasang handuk & sekretaris pers pribadimu … ayolah. jatuhlah di sini, pikiranku hampa, aku tak punya permusuhan, kedua mataku adalah dua kumpulan mobil bekas, aku akan tawari kau segelas pembersih ceret – kita bisa saling mempelajari/ cuma jangan coba & sentuh anakku

terlalu mabuk tadi malam, pasti minum

terlalu banyak, bangun pagi ini dengan

pikiranku tentang kebebasan & kepalaku terasa

seperti bagian dalam kismis…ku

rencanakan untuk memberi kuliah hari ini tentang kekejaman

polisi, datanglah jika kau bisa loloskan diri,

sampai jumpa saat kau sampai, kirim aku pesan

saat kau tiba

temanmu

homer si pelacur

 

Tentang Memecahkan Pembatas Suara

lubang F dobra neon melengking mendadak & klimaks dari lirik-lirik mengecewakan kasur penjahat di jalanan atas saat masturbasi mengunjungi piala-piala & menyangga gembel dengan tas di kepala berbaring bersebelahan dengan sanak pada tempat berteduh yang tak terlindung – hati pengadu & serigala gerimis perak tak terelakkan mengancam kandungan dengan lubang pada genangan berkarat, tanpa dasar, kebangkitan yang kasar & membeku bersama mimpi-mimpi tentang kabut hari lahir/ pada sebuah dipan kesayangan tanpa tempat lilin & tergantung pada petunjuk yang cacat, kau tak merasa teramat sangat penting/ sukses, cuping-cuping hidungnya merengek, dongeng-dongeng yang lebih tua & raja-raja terbunuh & gaya-gaya menghirup napas dengan geram, mengembuskannya pada lumpur yang seperti kaca… pada kesengsaraan yang menyeramkan atas kereta musik yang berair, fantastis dan muntah pada bunga-bunga pertolongan tambahan untuk pengkhianatan masa depan & menceritakan kisah-kisah mengerikan pengaruh hari kemarin/ mungkin suara-suara ini bergabung dengan kesakitan & lonceng-lonceng & mencairkan ribuan soneta mereka sekarang… sementara wanita kamper, putih, sangat manis, menyusutkan radiatornya, jauh di sana & menonton melalui teleskopnya/ kau akan duduk sakit karena kedinginan & dalam kakus yang tak memikat hati … teringankan hanya oleh teman jamaika hitammu – kau akan dekatkan mulut pada bola lampu maka ia dapat tertawa lebih bebas

lupakan tempat kau dibatasi,

kau dibatasi untuk heksagram fantastik

tiga oktaf, kau akan melihat

nya, jangan kuatir, kau Tidak dibatasi un

tuk mengambil bunga-bunga rimba.. seperti

yang kukatakan, kau dibatasi untuk

tantagram titanik tiga oktaf

tupai kecilmu

Pety, si Batanggandum

 

Maria pada Tongkang yang Mengambang

Di tanah yang terbakar matahari musim dingin tertidur dengan kepalanya yang bersalju di barat ranjang/Madonna, Maria Pelayan Bait Allah, Jane Russell. Angelina si Pelacur, seluruh wanita ini, air mata mereka bisa mencipta samudra/di kotak kardus kulkas yang ditinggalkan, anak-anak lelaki pada Rabu ketujuh sebelum Paskah bersiap untuk perang & untuk cerdas … sedangkan gipsi kuno yang letih – menguap – menyanyikan sendawa & mengikuti jalan kucing-kucing & menahan kecoa seukuran tikus besar wanita itu muncul dengan susah & menatap hina gelanggang sensualnya

fang sayang, apa kabarmu hari ini kawan lama?

Lama, tak jumpa, apa coba? berencana

memberikan suara untuk goldwater karena kau

tahu, dia bukan unggulan tetapi lalu

kuselidiki hal ceroboh ini,

& kuhitung ini tak cukup, tetapi ini

hanya satu-satunya hal yang dia lakukan yang terjadi

untuk dia maka aku mengubah suaraku ke

johnson, sudah sampaikah pakaian-pakaian yang ku

kirimkan untukmu? kemejanya dulu adalah milik

si keren sammy maka lebih baik kau jaga baik-baik

kemeja itu

sampai jumpa

Tikus

 

 

Sekantong Penuh Bajingan

di sebuah kuburan riang buah-buahan penembak yang amat kecil menyembunyikan botol hangat jus losmen dalam tepi kulit dombanya/tuan thomas bulbul, burung kemudaan, rasputin si gumpal, galileo orang biasa & max, pemain catur baru/ pertempuran dalam jiwa-jiwa mereka & sarung tangan menjadi semati legenda-legenda mereka tapi hanya kerja lebih untuk para pelawak yang hidup korban-korban pembunuhan & sekarat datang dengan mudah … di sisi lain nisan, bajingan amatir tertidur dengan lidah terjulur & kepalanya di dalam kotak bantal/ tak ada yang membuatnya tampak berbeda/ bagaimanapun juga dia tak ketahuan

Sabu sayang

ini adalah gadis manisku! Dia memberitahuku bahwa

dia berjalan jauh di rimba.

yang lucu tentang ini adalah

aku mengikutinya suatu malam, & dia

tidak berbohong padaku, aku mencoba untuk

menarik perhatiannya atas hal-hal

semacam pistol dan sepakbola, tetapi semata

yang dia lakukan adalah menutup matanya &

berkata <<aku tak percaya ini terjadi>>

tadi malam dia mencoba menggantung diri…

dengan seketika aku berpikir untuk membiarkannya

melakukannya, tetapi sialan dia adalah gadis manisku,

& semua orang hanya memandangku aneh

karena hidup bersama wanita gila,

mungkin jika aku membelikannya mobil sendiri,

hal itu akan menolong/bisakah kau menangani hal ini?

makasih sudah mendengarkan

Semua Mereda

 

Nasihat untuk Saudara Harimau

kau ada dalam badai hujan sekarang tempat sepupu-sepupumu mencari kejayaan liar di dekat jembatan & para penebang pohon memberitahumu tentang menjelajahi laut merah … kau penuhi topimu dengan rum & menghelanya pada wajah hujan batu & tidak mengharapkan sesuatu yang baru akan terlahir … anjing-anjing mengibaskan ekor-ekor mereka selamat tinggal padamu & robin hood menontonmu dari jendela kaca bersepuh … para penyanyi opera akan menyanyikan hutan MU & kota-kota MU & kau akan berdiri sendirian tapi tidak membuat upacara … seorang pencari emas tua akan datang & dia TIDAK akan berkata padamu – jangan serakah! Jangan berharap untuk dikenang!>> dia hanya akan mencari pendeteksi radiasinya & namanya tidak akan menjadi Musa & jangan mengharapkan dirimu beruntung karena tidak ikut campur – ini hal remeh… jangan mengharapkan dirimu beruntung

hai, hanya sebuah catatan untuk bilang bahwa

sejak perampokan itu, hal-hal menjadi

semacam tak ramai, meskipun para penculik

theo belum mengembalikannya,

ayah sudah mempertimbangkan untuk mengasingkan

ibu, dengan demikian tak semua hal

pergi turun bukit/ ibu bergabung dengan

bakal ayah-ayah alaska benar-benar

menyukainya/ kau harus melihat

si bodoh kecil, dia hampir dua tahun sekarang.

berbicara seperti ikan & sudah

mulai melihat semacam cerutu/

sampai jumpa di hari ultahmu

kakak

Dunk

 

p.s.: adolph menangkapmu sepotong trik muntahan

yang kau taruh di meja & hanya menonton

para gadis muntah-muntah

 


Sumber Terjemahan:

Dylan, Bob. 1995. Tarantula: Ungekürzte Originalausgabe zweisprachig englisch/deutsch.  Hannibal:  St. Andrä-Wördern.

 

 

(Tanpa Maksud Laiknya Penyihir). Hal. 34

Tentang Memecahkan Pembatas Suara. Hal. 40

Maria pada Tongkang yang Mengambang. Hal. 50

Sekantong Penuh Bajingan. Hal. 72

Nasihat untuk Saudara Harimau. Hal. 76.   

 

 

Biodata Bob Dylan:

Bob Dylan. LAHIR tahun 1941 di Duluth, Minessota, dengan nama lahir Robert Allen Zimmerman. Nama itu kemudian digantinya menjadi Bob Dylan karena kekaguman pada penyair Inggris Dylan Thomas. Semula dia adalah seorang penyanyi di berbagai warung kopi di Greenwich Village dengan bayaran satu dolar per hari, baru pada tahun 1962 dia melahirkan album piringan hitamnya yang pertama. Bob Dylan kemudian terkenal sebagai pengarang lagu dan pemain gitar, tapi dia selalu menganggap dirinya sebagai penyair yang menyanyi. Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah “Blowing in the Wind”, lagu yang menjadi semacam lagu kebangsaan gerakan hak-hak sipil dan anti perang tahun 60-an di seluruh dunia. Satu-satunya buku puisinya terbit tahun 1971 dengan judul Tarantula. Bob Dylan meraih penghargaan Nobel Sastra 2016.

Biodata Penerjemah:

Cep Subhan KM. Lahir 6 Juni 1989 di Ciamis dan menetap di Yogya sejak tahun 2009. Menulis cerpen, puisi, novel, dan esai sekaligus menjadi penerjemah. Beberapa karyanya yang sudah diterbitkan adalah Ludah Surga (Antologi cerpen bersama), Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf (Antologi cerpen bersama), Serat Marionet (Novel), dan Musyawarah Burung (Terjemahan puisi). Esai-esai kritik sastranya dimuat dalam Jurnal Sajak dan Jurnal Khittah.

Cep Subhan KM.

Cep Subhan KM.

lahir 6 Juni 1989 di Ciamis dan menetap di Yogya sejak tahun 2009. Menulis cerpen, puisi, novel, dan esai sekaligus menjadi penerjemah. Beberapa karyanya yang sudah diterbitkan adalah Ludah Surga (Antologi cerpen bersama), Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf (Antologi cerpen bersama), Serat Marionet (Novel), dan Musyawarah Burung (Terjemahan puisi). Esai-esai kritik sastranya dimuat dalam Jurnal Sajak dan Jurnal Khittah.
Cep Subhan KM.

Latest posts by Cep Subhan KM. (see all)