Puisi-Puisi Catullus

in Puisi by
pinterest.com

 

Puisi 1

 

Kepada siapakah kupersembahkan buku kecil yang baru,

elok dan baru saja dipoles dengan batu apung kering ini?

Kepadamu, Kornelius: karena engkau lazim menganggap

kesepeleanku mengandung sesuatu yang berharga,

dan karena engkau, satu dari para Italia, juga berani

menyingkap tiap zaman dalam tiga gulungan papirus

yang dipelajari, o Jupiter, dan yang melelahkan.

Karena itu, ambillah buku kecil ini untukmu

bagaimanapun; o perawan teladan, buku kecil yang

semoga bertahan terus-menerus, lebih dari satu abad.

 

Puisi 2

 

Burung pipit, kebahagiaan gadisku,

yang bermain bersama, yang ia jaga dalam pangkuan,

yang memberikan jari telunjuknya hasrat

dan biasanya membangkitkan kecup hangat

bersama dengan rinduku yang berpijar

aku tak dapat bergembira karena canda

dan nyaman atas dukacitanya

aku percaya ketika pijar dahsyatnya meredup

bersamamu aku dapat bermain sepertinya

dan meringankan cemas dari jiwa yang meratap.

 

 

Puisi 3

Merataplah, para Venus dan para Cupid,

sebanyak milik orang-orang yang lebih lembut hati.

Burung pipit gadisku telah mati,

burung pipit, kebahagiaan gadisku,

yang ia cintai lebih dari sepasang matanya.

Tentu ia manis-madu, juga mengenal pemiliknya,

seperti gadis mengenal baik ibunya sendiri;

pipit tak beranjak dari orbitnya itu,

tetapi meloncat ke sana kemari,

bagi puannya seorang, pipit berkicau.

Demi perjalanan gelap sekarang ia pergi

ke sana, dari sana tak satu pun kembali.

Terjadilah hal buruk padamu, wahai kegelapan jahat

Orcus, yang melahap semua yang indah:

Kaurampas pipit yang cantik dariku.

O peristiwa buruk! O pipit yang malang!

Akibat ulahmu kini mata yang balut

milik gadisku memerah karena tangis.

 

 

Puisi 5

 

Marilah hidup, Lesbiaku, mari mencintai,

mari kita takar semua desas-desus hebat

orang-orang tua dari satu keping As.

Matahari-matahari dapat terbenam dan terbit:

Sekali cahaya singkat jatuh atas kita

malam adalah sebuah tidur yang abadi.

Beri aku seribu ciuman, kemudian seratus,

lalu seribu yang lain, lalu seratus kedua,

sampai seribu lainnya, lalu seratus lagi.

Lalu, ketika kita dirikan ribuan ciuman,

kita kebingungan, mereka tiada kita pahami,

atau yang jahat pun tak mampu cemburu

ketika tahu banyak ciuman yang kita punya.

 

 

Puisi 7

 

Kautanya, berapa banyak ciuman milikmu

yang lebih dan cukup bagiku, Lesbia?

Sebanyak jumlah butir-butir pasir Libya

tempat Cyrene sumber laserpicium ada

di antara orakel Jupiter yang panas

dan makam suci Battus yang tua,

atau seperti banyak bintang, ketika malam diam,

yang melihat cinta yang rahasia dari manusia.

Demikianlah, mengecupkanmu banyak ciuman

adalah lebih dan cukup bagi Catullus yang gila,

ciuman-ciuman tak dapat orang melit hitung

yang tak bisa lidah jahat kutuk.

 

 

Tentang Penyair:

Catullus atau Gaius Valerius Catullus adalah penyair Romawi yang hidup sekitar tahun 84-54 Sebelum Masehi. Ia hidup pada salah satu periode paling penuh pergolakan dalam sejarah Romawi. Meski close reading atas puisi-puisi Catullus memunculkan sejumlah data biografis, sangat sedikit yang diketahui tentang dirinya. Catullus lahir di Verona, berasal dari keluarga yang memiliki hubungan baik dengan Julius Caesar, dan pergi ke Roma dalam usia yang sangat muda, dengan maksud awal untuk menikmati atmosfer kosmopolitan ibu kota. Di Roma, Catullus memusatkan perhatiannya pada puisi dan menjadi anggota dari kelompok yang disebut Neoterikoi atau Poetae Novi (Para Penyair Baru), sekelompok penyair yang pada umumnya membawa pengaruh Yunani ke dalam sastra Latin, dan secara khusus dasar-dasar puitika Alexandrian. Para poetae novi Latin tersebut dipengaruhi terutama oleh Kallimakhos, penyair Yunani Alexandria yang hidup sepanjang rentang waktu 310-240 SM. Catullus adalah penyair terpenting yang selamat dari antara poetae novi, dan banyak berpengaruh terhadap para penyair Latin di masa sesudahnya, terutama para penyair kanonik dalam sastra Latin seperti Ovidius, Vergilius dan Horatius. Lesbia, tokoh paling terkenal dalam puisi-puisi Catullus, diyakini para sarjana modern sebagai pseudonim dari Clodia Pulchra, istri Quintus Caecilius Metellus Celer seorang aristokrat yang pada 62-61 SM mengabdi sebagai gubernur Gallia Cisalpina, wilayah yang ditaklukkan pada 220 SM dan menjadi bagian dari provinsi Romawi dari 81 SM hingga 42 SM. Puisi-puisi Catullus diterjemahkan dari bahasa Latin oleh Mario F. Lawi.

Mario F Lawi

Mario F Lawi

Bergiat di Komunitas Sastra Dusun Flobamora. Buku puisi terbarunya adalah Mendengarkan Coldplay.
Mario F Lawi

Latest posts by Mario F Lawi (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published.