Puisi-Puisi Faisal Oddang; Menanam Kuku di Langit

in Puisi by

19b06496158fb172a2f65dc59114ce64

Menanam Kuku di Langit

 

Bilah bambu betung yang hijau kekuningan

telah mencampakkan kuku kaki, juga tangan

Sawerigading. Ia jatuh cinta dan

cinta bisa mengalahkan segalanya seakan

tidak ada lagi yang bisa ia selamatkan

dari hidupnya, selain sebuah kenyataan

bahwa ia adalah keturunan Tuhan.

 

Ditanamnya kuku-kuku itu

di Bottinglangi sebelum menuju

Dunia Tengah, sebelum semuanya terlambat

seperti sauh yang tak pernah tertambat.

 

Kucintai kau dan hanya itu, dan hanya itu!

 

Ia kembali menuju tualang

setelah berulang-ulang

mengucapkan janji

yang sampai mati

tak pernah ia tepati

seperti kebanyakan lelaki.

 

2015

 


 

Berahi 2

 

Segeralah berangkat, Anakku, sebelum bahtera

mengangkat sauh, sebelum angin menyiut ke utara.

 

Di rumah ujung sana telah kusiapkan bagimu

perempuan-perempuan Bugis berputing merah jambu.

 

Segeralah berangkat, Anakku, sebelum bahtera

melabuh diri, sebelum kelasi kehabisan suara,

 

sebab mereka tahu, juru selamat tak selalu tepat

menebak arah maut tengah merapat.

 

Tibalah sebelum kau benar-benar berangkat

puluhan selangkangan tengah menunggu berkat

 

dari kemaluanmu dan Dewata menunggu

cucu dari cinta kalian yang palsu.

 

2015


 

Cinta yang Salah

 

 

Padahal ia terasing ke Bottinglangi

bersama ingatan-ingatan yang pasti

dihapus seperti membasuh pupur kapur

di wajahnya setiap menjelang tidur,

 

namun cinta selalu mencari

bahkan pada yang tidak bersembunyi.

 

2015

 

 

Dalam Rahim Ibunda

 

Akulah yang tumbuh dari rahimmu,

yang menjadi pasak bagi pintu rumah Saorajamu.

Dan pada doa yang dikirim Bissu selama

tujuh bulan di perutmu,

akulah tujuan tanpa alamat itu, pada erangan

dan basah ketuban di selangkanganmu,

tidak ada yang lain

; akulah yang menjadi dirimu.

 

2015


 

Pada Hari Esok

 

Kita tahu pada akhirnya,

seluruh yang pernah kita miliki semata-semata

hanya biji-biji jatuh di tanah basah

sedangkan pada hari esok, kenyataan menjadi

kecambah–bertambah besar menjalar

ke hari-hari setelahnya.

 

Hari ini menanam satu,

besok memanen dua atau tidak

sama sekali.

 

Dan seekor burung terbang rendah

memetik putik bunga Walenreng

sebelum menjatuhkannya di

 

makam.

 

2015

Faisal Oddang

Faisal Oddang

Lahir pada 18 September 1994, sedang menempuh Pendidikan Sastra Indonesia di Universitas Hasanuddin dan bergiat di Komunitas Penulis Lego-Lego. Terpilih sebagai penulis cerpen terbaik Kompas 2014. Faisal menerima ASEAN Young Writers Award 2014 dan novelnya Puya ke Puya menjadi salah satu pemenang Sayembara Novel DKJ 2014, diundang ke Ubud Writers and Readers Festival 2014 dan Makassar International Writers Festival 2015.
Faisal Oddang

Latest posts by Faisal Oddang (see all)