Puisi-Puisi Himas Nur (Semarang); Saat Kita Putus Nanti

in Puisi by

vintage-girl-bokeh-sweater-photo-light-rays

SAAT KITA PUTUS NANTI

 

saat kita putus nanti, jangan ingatkan aku

perihal remah percakapan dan bisik mimpi kita

lagu folk indie dan gumam puisi kita

gugur awan dan kidung hujan di dada kita

 

saat kita putus nanti, tak ‘kan kuingatkan kau

perihal debur dan waktu yang berjalan teratur

doa dan dosa yang mengabur

jejak jarak dan jejak napas yang melebur

 

saat kita putus nanti, biarkan ingatan tetap menjalani takdirnya

yang paling purba; menyembunyikan

kenangan

 

sebab ingatan ialah candu

yang [moga] luluh seiring lalu waktu

 

 

*180316 | 23:21


 

 

AUBADE

 

pagi. ketika lengkap kau pilih pergi. dan aku yang kelewat peduli.

pagi. ketika Bali jadi kenangan paling nisbi. dan mimpi tinggal angan basi

 

*100316 | 4:22

 

 

 

MENULIS KAMU

 

aku menulis waktu yang kelewat jahanam di tubuhku. detak detiknya menyiratkan sekian kenangan yang sengaja dilepaskan.

aku menulis kamu yang kelewat bedebah di jiwaku. detak napasmu menyiratkan sekian jarak yang sengaja ditalak.

 

*050316 | 15:48

 

 

 

DALAM BIS

 

ini semacam hitung hitungan dasar. laiknya waktu yang memutari dua lingkar kebenaran. atau matahari dan bulan dan bumi yang berada pada satu poros keniscayaan.

menempuh sekian banyak kilo dengan bermacam cuaca di dalamnya. menanti pemberhentian dengan menghitung banyak cecer-kenangan di sekelilingnya.

ini semacam hitung hitungan dasar. laiknya satu tambah satu yang diyakini selamanya akan menjadi dua. atau manusia yang selamanya tak’kan menang menempa nasibnya sendiri.

 

*230116

 

 

 

HUJAN

 

[n]

waktu yang lebat untuk mengenyahkan

menyegerakan

menumbuhkan

membahagiakan

menyembunyikan

 

kenangan

 

 

*230116 | 13:00

 

 

 

MALAM. KALA LANGIT SEDANG MEMBENTANG LAYAR PADA KENANGAN.

 

Kamu tak sedang ingat kapan terakhir kali menghirup udara malam sehangat ini. Perjalanan berbulan-bulan membuat benang-benang halus yang bekerja dalam otakmu melupakan fungsinya yang semestinya; menjaring ingatan. Tubuhmu kuyu. Lebih persis seperti lelaki perjaka yang bahkan sudah bosan melakukan dengan tangannya sendiri. Otot dan otakmu sudah rindu pada hal-hal selain melebarkan layar. Selain tujuan bahwa harus sampai di pulau Itu dengan selamat, tak ada lagi yang kamu ingat dalam pikiran.

 

*050116

 

 

 

 

SEDANG ADAMU TAK LAGI MERUPA APAPUN

 

pagi duabelas januari. setelah kusambangi perahu kertas dan titanic di layar tivi.

 

: dua film yang mengingatkanku akan laut. membawaku pada kenangan dan ingatan ingatan itu. perihal debur, awan, dan mimpi-mimpi.

sedang adamu tak lagi merupa apapun.

lantas aku musti apa.

 

mengharap ada salah yang datang permisi. tapi putaran waktu benar benar mengajarkanku banyak perihal; kekecewaan dan keikhlasan. jalan panjang dan menatap masa depan.

sebab adamu tak lagi merupa apapun.

lantas aku bisa apa.

 

*110116 | 1:36

 

 

 

ANTARA AKUKAU DAN GIGIL ITU

 

semoga diammu-diamku ialah jalan menuju september yang dulu. bukan diam yang menyebabkan rindu terhenti.

bukan diam yang sebenarbenarnya mati.

 

*2015

Himas Nur

Himas Nur

Lahir di Semarang, 2 Desember 1995. Menulis puisi, esai, dan skenario film pendek. Beberapa puisinya sempat menjadi juara di tingkat lokal dan nasional. Sisanya mukim di beberapa media cetak dan buku antologi bersama. Bianglala, Komidi Putar, dan Negeri Dongeng ialah antologi puisi tunggal perdananya. Saat ini sedang merawat laman himasnur.wordpress.com.
Himas Nur

Latest posts by Himas Nur (see all)