Puisi-Puisi Linda Christanty; Perkamen Lain dalam Kitab Suci

in Puisi by
blogs-images.forbes.com

Sapu Tangan dari Ibu

Menjelang subuh, ia berpisah dengan ibu dan adiknya.
Ia melihat mereka berdiri di ambang pintu
sebelum sirna dalam kepak sayap burung-burung merah.
Langkah kakinya diserap kesunyian. Bayangannya diselimuti gelap.
Ibu memberinya sehelai sapu tangan:
air mata ibu adalah rajah dan cahaya.

 

Ibu yang Pergi dalam Tidur

Semua kenangan adalah sederet angka:

Dua tahun lalu ibu dan adik mendatangi penjaga makam keluarga,
memintanya menyiapkan makam ibu.
Di tanah berbatu. Di sebelah kanan pintu masuk para peziarah.

Sebulan lalu adik menelepon penjaga makam dan sopir ambulan.

Dua minggu lalu aku memangkas pendek rambut ibu.
Adik memberiku gunting hitam yang tajam.
Hati-hati, katanya, berulang kali.
Helai-helai rambut ibu beterbangan
dan menjelma sepasang sayap di punggungku.

“Ibu tidak lama lagi,” adik mulai mengisahkan kematian yang indah.
Semua yang pernah menyayangi ibu menanti di sana.
Aku memberi ibu sebuah ciuman, kenangan dari kehidupan.

Pagi itu aku terjaga,
melihat ibu duduk di kursi yang menghadap jendela,
mencatat dalam buku.
Lanskap yang gugur
perlahan berganti bidang kelabu.
Ibu menulis nama-nama untuk dihadiahi doa-doa.
Adik melihat ibu terbaring tenang di rumahnya.

Pagi itu ibu pergi dalam tidur.

 

Di Pemakaman

Para pelayat melangkah di tanah kering.
Hujan belum sampai di sini.
Dari jendela-jendela rumah makam sang raja memancar cahaya.
Sayap-sayapku memeluk keranda ibu.
Penggali-penggali makam meminta adik melepas sayap-sayapku.
Para pelayat mendaras doa.

Aku melihat burung-burung merah di langit.

 

Perkamen Lain dalam Kitab Suci

Sehelai perkamen dalam kitab suci telah dimusnahkan,
pesan dari kekasih rahasia,
tapi seseorang masih mengingat isinya
dan menuturkan kepada anak-anaknya melalui kisah tentang perang:
Di Damaskus, maut lebih kuat dari cinta.

 

Kenangan Transit

Di O’ Hare, pegawai imigrasi mengira ia datang dari Narita
dan menunjuk barisan orang-orang Jepang.
Tapi ia melangkah ke belakang orang Jerman.
Lelaki Jepang di antrean tiba-tiba melengking bagai peluit polisi lalu lintas.
Dua lelaki tinggi besar berseragam biru tua bergerak cepat
bersama seekor anjing pelacak.
Tangannya sedingin es.
Lelaki itu frustrasi, khawatir ketinggalan pesawat lanjutan.
Antre terlalu panjang.
Ia juga khawatir.
Dalam koper, ada dua helai sajadah dari Herat untuk pameran.

Bocah perempuan di sampingnya memeluk Barney.
Sepasang mata birunya sewarna seragam petugas kebersihan
di sebuah pusat belanja.
Mata mereka bertemu.
Bocah pemalu menyembunyikan wajah di balik boneka dinosaurus ungu.

Robin sang kekasih berangkat dari Lagos tiga hari lalu, transit di Frankfurt
lalu terbang ke DC dan hari ini tiba di Sedona
Setiap tahun mereka merayakan Thanksgiving.
Kalkun isi, kentang panggang, ubi manis, kue labu….
Tapi bumiputra Amerika tergusur ke tempat-tempat penampungan.
Di Dakota, mereka dipaksa meninggalkan tanah terakhirnya
untuk jalur pipa minyak.
Manitou yang Agung diserang ledakan granat.

Ketika ia menyerahkan paspor di muka loket pemeriksaan,
benaknya dipenuhi dua potret tahun lalu:
perempuan berambut uban menatap seseorang yang memotretnya
di lokasi safari Kilimanjaro
dan Robin menatap ke arah seseorang, yang bukan dirinya
di tepi Sungai Lumi.

Linda Christanty

Linda Christanty

adalah penulis dan jurnalis. Karya-karyanya meliputi fiksi dan non fiksi. Buku terbarunya, Para Raja dan Revolusi.
Linda Christanty

Latest posts by Linda Christanty (see all)

  • Marisca Irgi Laochong

    *Perkamen Lain dalam Kitab Suci*
    Sebuah puisi yang menurut saya memiliki ruh (terlihat hidup), memiliki tekanan nurani yang membuat pembaca ingin menafsirkan makna puisi tsb.