Puisi-Puisi Nirwan Dewanto; INSOMNIA

in Puisi by
1zoom.net

INSOMNIA

Insomnia adalah
jalan menuju pagi
yang tak pernah
sampai kepada pagi.

Kau di dalam mimpi
dan aku di luar mimpi—
berebut gambar matahari
yang tak jadi-jadi.

Insomnia adalah
jalan menuju pagi
yang tertutup gaunmu—
gaun tanpa tepi.

Kautanya, “Siapakah malam?”
Dan sambil memeluk jarum jam
kujawab, “Malam adalah pelupuk mata
yang mencari bola mata!”

Insomnia adalah
jalan antara kau dan aku
di mana cinta berjaga-jaga
menanti jantung paling biru.

CINTA DEKAT PULAU

Di jalan menuju biru
si dara mahir berlagu:
“Kuperam gempa di perutmu,
kusadap api di kerucutmu.”

Di jalan menuju jingga
si bujang membuka peta:
“Kusesap laut berhati muda,
kupagut pulau bermata dua.”

Ketika sirip hiu
menggores lunas perahu
kauusap ujung batangku
hingga habis ngilu.

Di jalan menuju lagu
derap kaki sang bujang-dara
menyerakkan putih terumbu
ke luas jantung yang berbisa.

Ketika kulit sagu
mencapai matahari
kututupi buah dadamu
dengan biji kenari.

ARUS

Kau mengarus dari hulu hati
seperti sungai pertama di bumi.
Aku perenang buta di tepianmu
membentur batu majal kasihmu.

Wajahmu terjatuh ke wajahku
seperti riam menghidupi batu.
Dan putih riam seperti sisa bara
mencari sekam sayang ke laut raya.

Lubukku adalah cermin pertama—
di mana wajahmu menggapai luka
di mana belati mencari tajamnya
di mana sungai melepas putihnya.

Kau menjauh dari hulu hati
seperti sungai terakhir di bumi.
Aku rajin menuntunmu ke laut raya
padahal kau lesap di padang sabana.

KATA TERAKHIR

Aku mencari nama
yang selalu sembunyi
di balik lipatan kainmu.

Aku mencari debar
yang tak lagi bersekutu
dengan merah jantungmu.

Aku mencari lapar
yang tumbuh malu-malu
pada bulir-bulir padimu.

Aku mencari sisa hujan
seraya menyala ragu-ragu
di bawah tumpukan abumu.

Melalui seribu celah
aku hanya memasukimu
tapi tak menemukanmu.

Cinta adalah kata terakhir
yang tergelincir di lidahku
tak mampu mengucapkanmu.

Nirwan Dewanto

Nirwan Dewanto

Menetap di Jakarta dan menggunakan sebagian waktunya di Yogyakarta. Buku-bukunya, antara lain, Jantung Lebah Ratu (puisi), Buli-Buli Lima Kaki (puisi), The Origin of Happiness (puisi, dalam terjemahan Inggris dan Jerman), dan Satu Setengah Mata-mata (esai).

Foto Nirwan Dewanto diambil oleh: Witjak Widhi Cahya.
Nirwan Dewanto

Latest posts by Nirwan Dewanto (see all)