Puisi-Puisi Usman Arrumy; Bulan

in Puisi by
staticflickr.com

PROLOG

 

Puisi ini aku tulis

Dengan kata-kata yang sudah

dididik oleh jemarimu

Aku tulis di atas lembaran

yang terbentang antara

kesendirianku dan kepergianmu

 

Puisi ini aku tulis, Kekasih

dengan kerinduan yang sudah

dibasuh oleh airmatamu

 

2017

 

 KESAKSIAN

 

demi mata yang diciptakan untuk memandang wajahmu

demi mulut yang diciptakan untuk menyebut namamu

demi telinga yang diciptakan untuk mendengar suaramu

demi tangan yang diciptakan untuk menggandeng lenganmu

demi kaki yang diciptakan untuk mengantarkan langkahmu

demi hati yang diciptakan untuk menanggung kesedihanmu

 

aku bersaksi bahwa tiada cinta selain engkau

 

2017

 

 

 ASAL MULA

 

memandang semesta
aku ingat akan keluasan hatimu
memandang laut
aku ingat akan kedalaman batinmu
memandang malam
aku ingat akan ketenangan matamu
memandang hutan
aku ingat akan kelebatan alismu
memandang dirimu
aku ingat bahwa kehidupan masih ada
2017

 

PERNYATAAN CINTA

udara menyatakan cinta melalui napas
cahaya menyatakan cinta melalui bayangan
air menyatakan cinta melalui arus,
api menyatakan cinta melalui abu,
pohon menyatakan cinta melalui buah,
ruang menyatakan cinta melalui jarak,
waktu menyatakan cinta melalui musim.

petani menyatakan cinta dengan menanam,
nelayan menyatakan cinta dengan berlayar.
peronda menyatakan cinta dengan insomnia

kosong menyatakan cinta melalui isi,
gerak menyatakan cinta melalui diam,

Dan cinta menyatakan cinta melalui Aku.

 

2017

 

BULAN

 

/1/

Aku pungguk yang memendam

kesumat terhadapmu

Mengkhayalkan kilauanmu

melimpah ke wajahku

 

/2/

Apakah bulan yang menyala itu

telah mengirim kecantikannya

ke haribaan parasmu

Kekasihku?

 

Apakah bulan yang berseri itu

telah mengutus kecantikannya

untuk melebur pada wajahmu

Kekasihku?

 

/3/

Kini aku tahu

Tuhan menciptakan dirimu

semata agar bulan

mendapatkan pancaranmu

 

 

21 agustus 2015

Usman Arrumy

Usman Arrumy

Lahir di Demak. Baru saja menerbitkan buku Surat Dari Bawah Air—puisi-puisi Nizar Qobbani (2016, Perpustakaan Mutamakkin Kajen), dan buku Hammuka Daimun—puisi-puisi Sapardi Djoko Damono (2016, Dar Twetta, Giza, Mesir). Sekarang sedang belajar di Al-Azhar Kairo, jurusan Bahasa Arab.
Usman Arrumy

Latest posts by Usman Arrumy (see all)