Sajak-Sajak Budhi Setyawan; Mendefinisikan Yogyakarta

in Puisi by
Deni Junaedi

Mendefinisikan Yogyakarta (1)

 

yogyakarta adalah sebuah buku lama

yang menarikmu untuk membuka dan membacanya,

meskipun berisi banyak simbol dan isyarat

yang tak semua bisa kauterka.

 

Jakarta, 2018

 

 

Mendefinisikan Yogyakarta (2)

 

yogyakarta adalah sebuah kamar sederhana

yang mengingatkanmu untuk pulang segera

dan melupakan segala warna kota.

 

Jakarta, 2018

 

 

Mendefinisikan Yogyakarta (3)

 

yogyakarta adalah sebuah alamat kedekatan yang

pintar menyusun jarak pencarian sambil berbisik:

hampir pasti kau nanti mampir kembali.

 

Jakarta, 2018

 

 

 

 

Sepanjang Selokan Mataram

 

yang mengalir adalah arus perumpamaan

berhulu di cetus mimpi kesembilan

 

menyusur lekuk sawah dan kelok kampung

mengangkut doa doa tahun tak terhitung

 

pohon pohon menjulurkan badan ingin berkaca

begitu banyak alamat musim tak terbaca

 

angin mengabarkan percakapan cuaca

sebelum beranjak sehimpunan rencana

 

pada tepian berkecipak berbagai cerita

juga berderet nyanyian di pagi senja

 

menggusur terik yang mencemaskan angan

mengangsur teduh di riwayat kelegaan

 

Jakarta, 2018

 

 

 

Jalan Kaliurang

 

1/

sepeda motor mengantre

seperti rombongan semut

keluar dari bawah batu

 

2/

keringat para urban

menyalakan lampu dan lagu

di tebaran kafe bertumbuh

 

3/

pendar warna mengunggah

riuh yang menyerbu kini

siapa mengenal sepi

 

Jakarta, 2018

 

 

 

 

 

Gamelan Sekaten

1/
nang neng nong
patahan pembuka gending
mengetuk halaman muka
kitab riwayat nabi
yang abadi

nada nada menetaskan
ingatan tentang pengakuan
bumi pada langit
seperti tetesan air ke batu hitam
di cekungan malam

desir mauludan
mengalir di nadi abad abad
yang menunggu
seperti menyusur angka tarikh
di musim musim repih

2/
nang neng nong nung
mengiring pengantin gunung
yang lekat di atas kepala
diarak menempuh jarak kelindan
tafsir kesunyian

mendekat wajah wajah
hendak menyerbu ke tengah
pusaran tarekat diri
mendaki hingga pucuk
napas napas yang khusyuk

larik larik selawat
yang keluar dari mulut kerinduan
menjadi tapak bagi munajat
raihan rahasia ruh
menyentuh terenyuh

3/
nang neng nong nung ning
sepakat mencari hening
seperti menjadi nun
mengalun di jantung alun alun

Jakarta, 2018

Budhi Setyawan

atau’Buset’, kelahiran Purworejo, 9 Agustus 1969. Buku puisi terbarunya Sajak Sajak Sunyi (2017). Blog sastra: www.budhisetyawan.wordpress.com; Instagram: busetpurworejo. Saat ini tinggal di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

Latest posts by Budhi Setyawan (see all)