Sajak-Sajak Irma Agryanti; Kamar Kosong

in Puisi by

Kabut Hutan

seseorang menulis, kata putih

ingatan sebentang
ladang jeruk, benteng tua,
tambang yang lama ditinggalkan

telinga berdengung
deru angin kian menekan

uap susu muncul dari lereng
hutan di ketinggian
dituntun tangan malaise

seseorang menulis, bahasa puisi

2017

 

Kamar Kosong

setelah menikung di lorong sepi
mengelabui tirai
kau memasukiku seperti memasuki kamar lain
kamar yang mengarah ke jurang
sebab di dalam diriku terdapat pintu
menuju jantung
yang ingin terjun, dari muka jendela

Hikayat Orang Gunung

tebing licin
seperti krewang dengan glasir terang
adalah benteng semenanjung

di selasar
nyala biji jarak
menerakan lajur
ke bekas istana
yang dulu terbakar

tempat said idrus melihat
dari balik bukit, seekor anjing
berjalan ke depan langgar
sebelum tiga rentang api
menghanguskan lereng

semisal aliran memencar
ke lahar
pendar sinar
jadi batu, jadi situs
membuat jagat
jadi tua, jadi hikayat
dalam syair lukman

arkeologi untuk pelancong
kampung di pedalaman
seluas padang sabana

tapi tanah bukan dataran
melainkan singkapan
batu pasir
sebagaimana abu
bau nitrat terbawa
udara panjang
dari kapal bonaparte

berlayar dalam jalur dagang
bersama kain dan kapas
hutan tropis dan matahari
debu-debu beterbangan
harum biji kopi di perkebunan

ke mana arah sulawesi?
nelayan datang untuk membebaskan
kemenangan yang fiktif

siapa kelak menguasai pulau?
sejarah itu sisa letusan
tanda hitam pada selat mati

barangkali di sori sumba
abdul gafur yang mengejar maut
menyulap nasib jadi takdir

hidup hanya menunggu ajal
juga kekalahan

rasi bintang keruh
retakan ceruk

apa yang kelak dirawikan
pada akhir yang tak lazim

sesuatu yang dituliskan
dalam kitab orang gunung
setebal 400 tahun
mencari kata yang tepat
untuk melafalkan kehancuran

2017

 

Umpan

sebelum ikan-ikan mati di kamar kelasi
sebelum lubang pupil mengecil oleh silau
sebelum kapal pesiar tiba
sebelum para saudagar turun
sebelum pialang datang

jerat itu, hendak menangkap
sirip hiu majan
yang sampai dari arah pelabuhan

2016

Irma Agryanti

lahir di Mataram, Lombok. Buku puisi ke duanya “Kejahatan Ciuman” akan segera terbit. Bergiat di Komunitas Akarpohon

Latest posts by Irma Agryanti (see all)