Sidapurna dan Sejumlah Daya Tarik dari Desa Bawang Merah

in Hibernasi by
Sidapurna dan Sejumlah Daya Tarik dari Desa Bawang Merah
Sidapurna. Sumber gambar: Dok. Pribadi

Bagi saya, yang pernah menetap di Sidapurna, desa ini bukan sekadar tempat tinggal. Di sana terjalin suatu hubungan yang erat antara saya, keluarga, masyarakat dan juga mantan… ehhh….

Letaknya di sebelah utara Kabupaten Tegal, berbatasan langsung dengan Desa Krandon yang masuk dalam wilayah Kota Tegal. Hal ini membuat masyarakatnya memiliki jiwa sosial ala pedesaan, namun tidak tertinggal dari modernitas kota.

Penduduk Sidapurna rata-rata bekerja sebagai petani atau pengusaha warteg. Persawahan membentang luas dari ujung utara hingga selatan. Bagian utara berbatasan dengan persawahan Desa Sidakaton yang memiliki pemandingan luas terhampar, membuat segala galau di hati buyar. Persawahan bagian selatan paling enak dinikmati pagi hari. Dengan suasana segar khas pedesaan berlatar Gunung Slamet, kalian bakal betah berlama-lama. Begitu matahari meninggi, saya sarankan untuk menjauh. Selain panas, jika musim obat atau pertanian sedang diberi pestisida, bau obat kimia sangat menusuk. Jika musim panen, bau bawang merah yang menyerbak.

Oke, perkenalan awal Desa Sidapurna sampai di sini. Apa aja sih yang membuat saya ingin menulis tentangnya?

  1. Bawang Merah

Meski lebih terkenal desa-desa di daerah Brebes, kualitas bawang merah dari Desa Sidapurna boleh diadu. Bawang merah bagaikan emas, menjadi komoditas yang menghidupi masyarakat setempat. Bukan hanya pemilik sawah, para buruh tani dan pekerja yang mengolah bawang merah agar siap jual pun mendapat berkah. Pernah ada kejadian menimpa kerabat saya. Waktu itu, sawahnya baru saja panen. Namun saat proses penjemuran, bawang-bawang yang dijemur sepanjang pinggir sawah, hanyut terbawa banjir. Seketika, kerabat saya jatuh pingsan. Sekadar informasi, sekali panen bawang merah, ibarat kata cukup untuk naik haji. Makanya, juragan-juragan bawang terkenal kaya raya. Anak-anaknya tidak usah pusing dengan status jomblo, karena toh nanti juga banyak keluarga yang menawarkan anaknya untuk dinikahi.

  1. Rumah Mewah

Bukannya sombong, di Desa Sidapurna gudangnya rumah mewah. Sepanjang Jalan Sumber Bawang (jalan utama Desa Sidapurna) berbaris rumah-rumah mewah yang umumnya berlantai dua. Bahkan, yang bukan di sekitar jalan utama, sudah banyak dibangun rumah-rumah mewah. Fenomena rumah mewah, selain tak lepas dari besarnya keuntungan bertani bawang merah, didukung pula oleh para perantau yang umumnya pengusaha warung tegal.

Keuntungan kotor dari warung tegal, sehari bisa mencapai 2 sampai 5 juta rupiah. Biasanya, warga Desa Sidapurna menggunakan sistem aplus setahun sekali dengan kerabat atau tetangga sekitar.

Rumah-rumah mewah milik pengusaha warteg, umumnya hanya ditempati anak-anak pemilik rumah bersama nenek. Tak jarang pula dikosongkan hingga tak terawat. Sang empunya rumah hanya pulang setahun sekali.

  1. Pintu Seng

Pintu Seng adalah sebutan bagi pintu air yang membendung Sungai Kemiri untuk mengairi persawahan di sekitarnya. Dibangun pada masa Kolonial Belanda dan masih berfungsi hingga sekarang. Setiap tanggal 1 Oktober, Pintu Seng dibuka. Orang-orang sekitar menyebutnya pengeringan. Pasalnya, saat pintu air dibuka, bendungan dengan tinggi sekitar 3–4 meter akan surut. Kesempatan langka bagi yang mencari ikan berukuran jumbo atau sekadar selfie di tengah kerumunan orang yang menyambut tradisi setahun sekali tersebut.

  1. Kuburan Terbang

Ha? Kuburan terbang?

Terbang dalam bahasa Tegal berarti kendang, suara, tabuhan, dan sejenisnya.

Mengapa di sebut kuburan terbang?

Pasalnya, di kuburan yang terletak di perbatasan Sidapurna dan Sidakaton tersebut, sering terdengar suara terbangan (kendangan). Kata buyut saya yang rumahnya tidak jauh dari kuburan tersebut, semakin didekati, semakin hilang suaranya.

  1. Kedondong di Tengah Sawah

Di tengah-tengah persawahan bagian utara, terdapat pohon kedondong. Kata orang-orang tua, pohon itu sudah ada sejak lama dan dijaga makhluk tinggi besar. Meski terkesan mistis, banyak petani yang memanfaatkan sebagai tempat rehat dan baik-baik saja.

Itu yang dapat saya ceritakan tentang desa kecil saya. Silakan mampir dan menikmati makanan khas, seperti tahu kuping atau tahu kiwil.

Arya Iman Fatio

Arya Iman Fatio

Penasihat yang perlu penasihat. Pengolah kata bukan pengolah cinta. Web: fatio.cf
Arya Iman Fatio

Latest posts by Arya Iman Fatio (see all)

  • talimulquranalasror.blogspot.

    Menarik…sepertinya punya kenangan indah di desa Sidapurna ya..