Suka Film Horor Tapi Takut untuk Menontonnya? Ini Cara Mengatasinya!

in Extra by
ketika cewek perempuan menonton film horor sendirian
Sumber gambar  timedotcom.wordpress.com

Sebenarnya kriteria ini berasal dari kebiasaan aku dan teman-teman yang… yah… sekumpulan penakut yang berjuang menikmati film horor. Kami suka film horor dari lubuk hati yang paling dalam, hanya kejiwaan kami yang nggak siap dengan “kejutan” di dalamnya. Dan semua tips ini dipakai untuk menolong kami menikmati film horror yang ada di pasaran. Apa aja? ayo kita lirik yang di bawah ini.

1.   Menonton di siang hari.

Yes, Guys! Nonton di siang hari itu wajib hukumnya. Ketika matahari bersinar cerah, rumah terang benderang, jalanan di depan rumah kelihatan jelas siapa yang lewat, dan nggak ada bayangan dengan bentuk mencurigakan yang membuat kamu berpikiran aneh-aneh. Siang hari juga meyakinkan diri kamu, kalau kehidupan nyata nggak se-gloomy film horor yang shooting-nya di daerah kurang cahaya. Sehingga kita bisa memulai menonton dengan jiwa yang tenang, damai, dan tenteram… untuk sementara.

2.   Memastikan punggung menyandar ke tembok.

Sebelum memulai ritual menonton film horor, pastikan kalian mengambil tempat duduk yang aman dan nyaman. Pilihlah tembok atau punggung sofa yang tinggi. Yang memberikan jaminan setiap inci punggung kalian menempel sama rata, sehingga tidak memungkinkan bagi tangan yang membusuk, desahan dingin napas para hantu, dan tikaman pembunuh sadis untuk terjadi.

3.   Mengatur volume.

Hal yang paling menyebalkan dari film horor adalah sound effect yang berlebihan dan suara lengkingan yang mengerikan. Sebenarnya adegannya biasa saja dan nggak ada yang istimewa―apa sih yang istimewa dari hantu yang muncul tiba-tiba dan serangan mendadak para psikopat? Semua film horor mengulang adegan itu!―, tapi karena dua hal itu kamu bisa kehilangan akal sehat. Jadi bukan hanya DJ saja yang boleh menaik-turunkan tempo musik mereka, kita juga bisa. Saat adegan dialog dan adegan sehari-hari, kita naikkan volume dan simaklah dialog dengan baik. Ketika adegan menyeramkan muncul, turunkan volume. Kalau kamu nggak cukup kuat, matiin volumenya sekalian.

4.   Duduk jauh dari TV.

Pernah mendengar peribahasa “Jauh bau bunga, dekat bau Bangkai”? Itu adalah peribahasa yang paling tepat menggambarkan film horor. Menonton dari jarak jauh membuat kamu melihat segala kekejaman dan penderitaan terlihat begitu “kecil”. Sehingga dengan begitu diharapkan rasa takut yang ditimbulkan akan berkurang―meski kayaknya nggak ada pengaruhnya. Plus, jaga-jaga kalau aja kejadian yang ada di film “The Ring” akan nyata terjadi―kita nggak pernah tau kalau kita menjadi penonton yang “beruntung” untuk bertemu Sadako―, setidaknya kita punya waktu untuk kabur.

5.   Matikan film dan menyerah untuk menonton sendiri.

Ada kalanya, sebuah film diproduksi dengan tujuan ditonton bersama teman dan keluarga, seperti seri “Paranormal Activity”, “Insidious”, “REC”, “The Conjuring”, dan kawan-kawannya. Sehingga untuk para penakut yang paling akut, yang berada dalam jajaran teratas orang yang dalam 30 menit pertama sudah mematikan TV dan melanjutkan kehidupan normal, sebaiknya kalian menonton bersama-sama. Mungkin pada momen-momen spesial keluarga seperti Lebaran, Natal, atau pun Tahun Baru akan menjadi saat yang tepat.

Thawafi Arofanti
Add Me

Thawafi Arofanti

Anggota FLP angkatan 18, pencinta buku, masakan, dan sejarah.
Thawafi Arofanti
Add Me

Latest posts by Thawafi Arofanti (see all)