Tips Anticupu Berburu Buku di Big Bad Wolf 2017

in Hibernasi by
Suasana BBW Surabaya Tahun 2016

Hola, Books Hunter, Books Lover, Bibliophile, dan pecandu buku lainnya. Sudah dengar, kan, tentang pameran buku terbesar se-Asia Tenggara ini? Gak tanggung-tanggung, loh, diskon yang ditawarkan mulai dari 60–80%. Tahun lalu, event ini mampu menarik sekitar 10 ribu pengunjung di hari biasa, sedangkan weekend jumlah pengunjung naik sekitar 30 sampai 60 ribu pengunjung. How fantastic!

Tahun ini, Big Bad Wolf (BBW) Book Sale 2017 diadakan di gedung JX Internasional. Dibuka secara resmi pada tanggal 28 September dan ditutup pada tanggal 9 Oktober 2017. Yang bikin lebih seru lagi, pameran dibuka selama 24 jam non-stop selama 12 hari. Duh… siap-siap dompet tipis, nih.

BBW diprakarsai oleh pasangan suami istri dari Malaysia, Andrew Yap dan Jacqueline Ng. Tahun lalu, saya mendapatkan tiket VIP untuk preview sale karena undangan seorang teman. Kali ini, saya iseng-iseng daftar untuk mendapatkan tiket VIP atas nama sendiri. Dan yey! Akhirnya saya juga mendapatkan tiket tersebut.

Preview Sale diadakan satu hari sebelum pembukaan resmi BBW. Itu artinya, saya bisa berburu buku dengan kondisi masih lengkap serta tak amburadul. Asyik! Meski harus mengambil cuti kerja seperti tahun lalu, tetapi worth it, lah. Tahun lalu, saya mendapatkan salah satu novel dari penulis favorit saya yang stoknya sangat sedikit. Ketika saya datang lagi keesokan harinya, novel tersebut sudah habis.

Sedikit cerita, saat preview sale tahun lalu, acara baru dimulai jam delapan pagi, tapi yang datang sebelum itu udah ratusan orang. Trus pas antre di kasir, duh, gila…. udah kayak ular boa cina aja saking panjangnya. Saya harus antre sekitar dua jam setengah untuk sampai di kasir. Harga yang begitu miring membuat banyak orang rela berebut, berdiri lama untuk mengantre.

BBW tidak hanya menyediakan buku-buku, tetapi beberapa merchandise seperti poster, plat logam, seni pop, art print, kaus, dan masih banyak lagi. Tentu dengan harga murah juga, donk.

Sebenarnya, banyak orang mengeluh tentang ramenya pengunjung, antrean panjang, dan luasnya lokasi. Belum lagi beberapa buku yang sudah dimasukkan keranjang, lalu dititipkan di booth, ada yang mengambilnya. Bikin greget. Sebel. Plus jengkel.

So, bagi kalian yang mau datang ke BBW hari ini atau besok-besok, hukumnya wajib baca tips dan trik anticupu di bawah ini!

  • Pilihlah waktu-waktu tertentu agar tak kejebak di antrean yang parah. Seperti weekdays ketimbang Orang cenderung menghabiskan waktu libur mereka di sana. Kalaupun gak bisa pas weekdays, datanglah di jam-jam yang gak padat, contohnya pukul 12 malam. Bisa juga pada sepertiga malam terakhir, sekalian numpang Tahajjud bagi yang muslim. #eh. Atau bisa juga setelah shalat Subuh.
  • Pakailah baju yang kasual agar tak mudah berkeringat atau takut kusut. Pilih flat shoes atau sandal biasa untuk mempermudah gerak kita. Gak kebayang donk, memilah dan memilih buku menggunakan heels atau wedges selama berjam-jam sambil menyeret troli. Jangan lupa juga membawa ransel atau koper jika ingin membeli banyak buku. Karena BBW tidak menyediakan kardus untuk mengepak buku-buku kita.
  • Datang langsung ke BBW percuma saja kalau cuma beli buku satu atau dua buah. Mending beli lewat jastip yang bertebaran di media sosial. Meski harus kena biaya antara 5.000–15.000, gak akan capek atau ngedumel karena antrean. Jadi, kalau mau datang, sekalian aja belanja yang banyak, untuk persediaan buku dibaca selama setahun atau stok kado mumpung murah meriah.
  • Pastikan juga perut kenyang sebelum sampai di BBW. Emang, sih, ada food court di lantai dua, tetapi sayang, kan, kalau waktu terbuang buat antre makan. Plus jangan lupa bawa minum sendiri, hitung-hitung bisa berhemat dan bisa dibelanjakan buku. Hahaha. Kalau memang gampang laper, better bawa camilan atau bekal sendiri gitu.
  • Bawa mobil sendiri ke BBW? Hindarilah jam-jam sibuk. Menguji kesabaran banget. Tetap seperti keluhan pertama, antre banget. Apalagi depan gedung JX Internasional merupakan jalanan front-tage yang menambah macet. Area parkir khusus mobil tak sebanyak parkir motor. Akhirnya, mobil harus diparkir dekat universitas yang membuat kalian harus berjalan jauh untuk masuk ke area pameran.
  • Buat yang datang menggunakan transportasi umum, gak susah kok. Malah banyak alternatif yang bisa dipilih, naik kereta bisa turun di Stasiun Wonokromo lalu naik becak atau jalan kaki. Naik bus kota juga bisa, turun di jembatan penyeberangan dekat UIN Sunan Ampel. Mau naik transportasi online pun gampang, lokasinya strategis dan mudah dijangkau.
  • Pergi ke BBW lebih enak punya partner atau rame-rame sehingga bisa berbagi tugas. Ada yang bertugas antre di kasir, gantian bawa troli, dititipi buku kalau perlu ke toilet, dan sebagainya. Nilai plus bawa temen yang ngerti buku adalah kalian akan dibantuin mencari buku yang recommended.
  • Last but not least, semua transaksi yang terjadi di BBW menggunakan kartu Mandiri, tunai, atau kartu kredit. Persiapkan uang tunai bagi yang tak memiliki debit Mandiri atau kartu kredit. Oia, pembayaran tunai pun memiliki batasan yaitu maksimal tiga ratus ribu. Solusi lain, kalian bisa menukar uang tunai dengan e-money yang dikeluarin oleh Bank Mandiri.
  • Terakhir dan yang paling penting, buatlah daftar untuk buku-buku apa saja yang akan dibeli. Meski gak tau judul bukunya, seenggaknya kita sudah mengantongi nama penulis atau genre apa saja yang ingin kita beli. Daftar belanjaan dapat membantu kita biar gak lapar mata. Hihi. Bisa juga kita menyediakan anggaran khusus untuk berburu buku.

Begitulah sedikit tips anticupu berburu buku di BBW Book Sale. Pameran ini benar-benar worth it buat para books lover. Meski harganya mulai ribuan sampai puluhan ribu, yang pasti harga-harga di BBW sangat jauh lebih murah ketimbang di toko buku. Makanya, beli buku yang banyak untuk dibaca setahun sekalian biar capek antrenya kebayar tuntas. Seperti salah satu pepatah yang diucapkan oleh seseorang tanpa nama, “Invest in the future? Buy and read a book!”

Dini Chan

Dini Chan

Seorang pencinta buku.
Dini Chan

Latest posts by Dini Chan (see all)