Bagi Marvel Cinematic Universe, Stan Lee Bukan Hanya Seorang Kameo

tfw2005.com

Sebagai bentuk dedikasi untuk Stan Lee, opening film Captain Marvel menghadirkan montase Stan Lee dalam berbagai aksi kameo dalam deretan film superhero Marvel. Di film Captain Marvel juga Stan Lee sempat muncul sesaat, membuat Carol Danvers tersungging. Begitu juga dengan penonton: “Ah, Kakek! :’)”.

Bagi Marvel Cinematic Universe, Stan Lee bukan hanya seorang kameo.

Pada 12 November 2018, Stan Lee tutup usia setelah 95 tahun hidup di semesta ini, untuk melanjutkan kehidupan kekalnya di multiverse. Kita tidak akan mengenal superhero-superhero tersebut seandainya Stan Lee lahir di keluarga yang melarangnya menggambar.

Di usianya yang sudah sepuh, Stan Lee aktif berperan sebagai kameo di beberapa film Marvel Studios. Di hadapan Stan Lee sang kameo legendaris, Ridwan Kamil hanyalah anak bawang.

Melalui aktingnya, Stan Lee telah menunjukkan sifat sang pencipta: ada di mana-mana. Stan Lee hidup di dunia X-Men, eksis di kota yang dijaga Spider-Man, dan terlihat di film Venom; ia sedang mengajak jalan seekor anjing. Stan Lee bisa menjadi siapa saja. Penjual hotdog di pantai, penjaga perpustakaaan tempat Spider-Man berkelahi dengan musuhnya, bahkan menjadi astronaut di jagat Guardians of the Galaxy.

Konon, Stan Lee juga adalah The One-Above-All, karakter terkuat di semesta Marvel. Tentu saja Stan Lee paling kuat sebab ia bisa menghidupkan dan mematikan karakter komik bikinannya. Tapi narsis juga ya si Opa Stan Lee menggambar diri sendiri.

Selain wara-wiri di waralaba film adaptasi Marvel Comics, Stan Lee juga bisa-bisanya jadi kameo di film keluaran DC Comics. Tepatnya, Stan Lee hadir dalam wujud karakter kartun di film Teen Titans Go!.

Melalui Marvel Cinematic Universe, Stan Lee dan kolega mengenalkan kepada kita beragam dimensi, dunia, dan semesta. Marvel menunjukkan ada kehidupan lain di luar kehidupan kita. Dari film Thor, kita diperkenalkan kepada Asgard, Rumah Para Dewa. Berbeda dengan bentuk Bumi yang kita tinggali, Asgard berbentuk datar. Seharusnya Asgard bukan hanya Rumah Para Dewa, tapi juga Rumah Kaum Bumi Datar. Berarti Kaum Bumi Datar adalah Asgardian.

Marvel memeluk semua golongan, baik kulit putih seperti Black Widow maupun kulit hitam seperti Black Panther. Entah kaum bumi bulat atau kaum bumi datar. Termasuk orang-orang yang percaya dengan akhirat.

Dari film Doctor Strange, ada adegan Doctor Strange masuk ke dimensi kegelapan tempat Dormammu bersemayam. Dimensi kegelapan tidak mengenal waktu. Doctor Strange datang ke dimensi kegelapan membawa Eye of Agamotto (artefak sihir yang mampu memanipulasi waktu). Dimensi kegelapan yang semula tidak mengenal waktu, dimasuki oleh Doctor Strange yang membawa waktu. Di duel melawan Dormammu, Doctor Strange dibunuh tapi bisa hidup lagi karena mengulang waktu.

Adegan tersebut persis seperti di komik Siksa Neraka yang saya baca, penghuni neraka disiksa oleh malaikat sampai mati, lalu dihidupkan lagi untuk kembali disiksa. Stan Lee bisa jadi pernah menjalani masa kecil sama seperti saya, nongkrong bareng abang-abang penjual mainan depan madrasah ibtidaiyah untuk baca komik Siksa Neraka. Lalu Marvel Studios mengadaptasi memori masa kecilnya menjadi gambar hidup yang lebih nyata.

Stan Lee telah mengajarkan para kreator lain tentang pentingnya “menghadirkan diri kita” dalam setiap karya yang kita buat. Dalam hidupnya, Stan Lee pernah mengecilkan arti kariernya di dunia komik. Ia minder karena hanya bisa membuat pahlawan super di komik, sementara orang lain sudah bisa membuat perubahan yang nyata di dunia dengan menjadi pahlawan sehari-hari, seperti membangun jembatan, atau membuat kemajuan di dunia medis.

Namun, akhirnya ia sadar sesuatu, tentang pentingnya hiburan. Hiburan termasuk kebutuhan manusia, selain makanan dan kesehatan. Tanpa hiburan, tentu kita bakalan dilanda kebosanan. Orang yang bergerak di dunia hiburan tentu sama berartinya seperti seorang dokter atau koki.

Hiburan bisa menekan depresi. Entertainer adalah dokter untuk jiwa. Bahkan beberapa orang berharap berumur panjang hanya untuk tahu kelanjutan cerita Avengers. Sama tema lain cerita, seorang penyintas kanker di Jepang bertahan hidup demi chapter baru manga One Piece yang terbit seminggu sekali (kadang libur sampai dua minggu). Pengarangnya, Eiichiro Oda, sampai membocorkan ending cerita One Piece hanya kepada penggemar karyanya itu sesaat sebelum meninggal dunia.

Stan Lee tak perlu khawatir lagi dengan pekerjaannya. Sebab ia telah sukses membangun sebuah dunia baru yang menjadi jembatan karier Chris Evans, Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, Hugh Jackman, serta tempat cari nafkahnya mbak-mbak karyawati bioskop, mas-mas penjual popcorn, bakul action figure, penjaja komik, pengecer akun Netflix di onlineshop, dan pedagang DVD bajakan di emperan.

Haris Firmansyah

Pengarang novel sepak bola Wrecking Eleven yang tidak pernah mau diajak main futsal. IG: harisfirmans
Haris Firmansyah

Leave a Reply

Your email address will not be published.