Menyelami Generasi Beat dalam Lahirnya Orpheus

 

Judul Buku: Lahirnya Orpheus

Penulis: Jack Kerouac

Penerjemah: Lutfi Mardiansyah

Penerbit: Akasia, 2019

Tebal: iii + 145 halaman

Dalam kebesaran karya On The Road, Jack Kerouac telah mengalami proses panjang demi mencapainya. Narasi-narasi perihal kebebasan dan berbagai ekspresi anak muda tergambarkan dengan jelas dan rapi dalam karya terbaik dari seorang Jack Kerouac. Mendengar namanya, tentu sulit untuk tidak ikut membicarakan lahirnya Generasi Beat dalam kancah sastra Amerika.

Puncak kesustraan Amerika terletak pada karya-karya dari Jack Kerouac (1922-1969), Allen Ginsberg (1926-1997), dan William S. Burroughs (1914-1997). Mereka bertemu di Universitas Colombia di New York, di mana Ginsberg dan Kerouac menjalani studi, dan alumni Harvard, William S. Burroughs juga ikut bergabung di dalam kelompok itu.

Emerging Orpheus (yang kemudian diterjemahkan Lahirnya Orpheus) menjadi sebuah bukti atau penggambaran lahirnya generasi beat. Novela yang ditulis Jack Kerouac sewaktu usianya masih 23 tahun sekilas memperlihatkan hal tersebut. Novela ini hadir setelah Kerouac berjumpa dengan Allen Ginsberg, William Burroughs, Lucien Carr, dan yang lainnya di sekitar Universitas Colombia. Meskipun ditulis ketika usia Kerouac terbilang muda, tapi novela ini baru diterbitkan setelah Jack Kerouac meninggal.

Saat Jack Kerouac meninggal dunia pada tahun 1969, istri ketiganya, Stella, yang tetap menyimpan berbagai arsip pribadi yang dimiliki Jack Kerouac. Arsip tersebut menyimpan berbagai karya dan dokumen yang dimiliki Kerouac. Setelah kematian Stella di tahun 1990, John Sampas selaku walinya telah bekerja sama dengan para penerbit dan sarjana untuk menerbitkan karya-karya Kerouac yang tidak terpublikasikan kepada khalayak.

Viking Penguin menerbitkan The Portable Kerouac, dua jilid Selected Letters, Book of Blues, Some of the Dharma, Atop an Underwood: Early Stories and Other Writings, dan surat-menyurat Joyce Johnson dengan Kerouac, Door Wide Open: A Beat Love Affair in Letters 1957-1958. Dan Emerging Orpheus kemudian diterbitkan melalui internet oleh Penerbit online bernama LiveREADS di tahun 2002.

Hadirnya Generasi Beat.

Berlatar di sebuah universitas urban dan sekitarnya, Lahirnya Orpheus memaparkan obsesi, gairah, konflik, dan mimpi sekelompok intelektual bohemian yang penuh dengan semangat pencarian. Dilihat dari tema intinya, Lahirnya Orpheus adalah sebuah petit roman à clef, sebuah potret seniman sebagai seorang anak muda yang terpecah antara seni dan kehidupan, berupaya merumuskan gagasan-gagasannya tentang cinta, karya, seni, penderitaan, dan kebahagiaan.

Sebagai novel alegoris, kita akan mendapatkan alur cerita yang membawa kita pada kondisi Orpheus dalam kisah mitologi. Sebagai penulis muda pada masa itu, sekiranya kita bisa melihat bagaimana usaha seorang Kerouac untuk mencipta karyanya. Meski tak sematang karya On The Road, namun dalam novela ini sudah tampak jelas usaha keras dari penulis untuk membuktikan dirinya sebagai seorang penulis berpengaruh di masa depan. Menceritakan hubungan cinta antara Michael, Paul, dan Helen yang diramu secara simbolis oleh Kerouac. Karakter yang ada di dalam buku ini, sekilas dapat membuat pembaca untuk menerka beberapa tokoh di generasi beat.

Jack Kerouac merekam berbagai peristiwa yang hadir di masa mudanya. Sosok kawan terdekatnya dimunculkan dalam novela ini. Selain itu, kita bisa melacak bacaan awal dari seorang Kerouac, serta musik dan seni yang ia temukan serta konsep-konsep yang tengah dia pelajari. Kita bisa melihat semangat Kerouac menikmati sejumlah bacaan seperti karya lengkap Nietzsche, sebuah novel karya Stendhal, The Idiot-nya Dostoyevsky, Ulysses, The Oxford Book of English Verse, dan masih banyak karya lainnya.

Kerouac tidak mencapai ketenaran sampai tahun 1957 ketika novelnya On the Road menjadi buku terlaris. Buku itu bahkan menjadi buku yang selalu dimasukkan di saku belakang celana jeans setiap anak-anak muda di dunia. Sekiranya, buku Lahirnya Orpheus dapat menjadi gambaran bagi para penulis pemula. Dari karya Kerouac tersebut, kita bisa menjelajahi pustaka yang telah dilaluinya di masa awal karirnya sebagai penulis. Serta bagaimana sebuah generasi beat hadir sebagai respons atas situasi yang terjadi pada masa itu. Histeria perang dingin, situasi sosial yang konservatif–represif membuat gelora anak muda seperti Kerouac dan kawan-kawannya menemukan bentuk yang berbeda dari biasanya. Membentuk generasi beat tentu saja sebuah pilihan yang mencoba mendobrak kondisi Amerika pada tahun 1950-an yang terlampau ketat di berbagai bidang. Jack Kerouac bersama kawan-kawannya memilih gaya hidup tersebut sebagai  akibat dari marjinalisasi, kecurigaan, serta pengutukan oleh kelompok kelas menengah Amerika pasca-Perang Dunia II yang “beradab”. Mereka melawan demi mencapai kebebasan yang hendak mereka capai sebagai individu yang tanpa ikatan. Mereka anti kemapanan dan hidup dalam dunia yang terus-menerus mereka tentukan.

Pada akhirnya, tema-tema yang diangkat dan dieksplorasi oleh Ginsberg, Kerouac, dan Burroughs, seperti seksualitas dan penggunaan obat-obatan terlarang, telah mendatangkan kontroversi dan masalah hukum jauh sebelum mereka mendapat pengakuan. Akan tetapi, lebih dari semua itu, lahirnya generasi beat telah memperlihatkan respons kebebasan terhadap situasi yang sebenarnya dapat terulang dan terjadi di berbagai tempat. Menyelami langkah generasi beat sekiranya dapat kita mulai dengan membaca Lahirnya Orpheus dan melihat perangkat cerita sederhana dan sebuah kekuatan besar menyatu dalam sebuah novela.

Wawan Kurniawan

Latest posts by Wawan Kurniawan (see all)

Comments

  1. Anonymous Reply

    Tulisan ini sudah dimuat di dialektikareview.org, kan? Hmm..

    • Admin Reply

      wah, terima kasih infonya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.