Puisi-Puisi Muhammad Aswar

 

Akankah Kiamat Segera Tiba

Akankah kiamat segera tiba

Ketika lapisan ozon menipis

Kemarau berkepanjangan

Penyebaran wabah mematikan

Kitab-kitab suci disalahtafsirkan

Gerak kerak bumi

Tak lagi bisa diprediksi

 

Akankah kiamat segera tiba

Sementara angin utara

Masih berembus pada jalannya

Planet-planet belum semuanya diberi nama

Pengemis masih mengetuk

Pintu rumah. Dan sekuntum bunga

Hendak mekar

 

Kita Hanya Punya Sedikit Waktu

malam tiba

kesunyian bergerak

seluruh perbatasan

tenggelam dalam puncak kegelapan

 

berjagalah. kita hanya punya sedikit waktu

menerawang ke langit, membaca tanda-tanda zaman

menulis puisi bagi generasi mendatang

sebelum awan mengarak kafan bagi bintang-bintang

 

berjagalah. menunggu angin utara

mengantar kabar pertemuan rahasia

diam-diam dunia diatur

tentang pengetahuan-pengetahuan baru

penemuan-penemuan baru

tentang lokasi peperangan

dan kemiskinan

 

tak ada waktu memutar tasbih

dan memeluk orang-orang terkasih

bermimpi tentang tamasya di laut atau di gunung

atau surga yang jauh

 

besok kita harus kembali bekerja

ke kantor-kantor angkuh

dengan perut kelaparan

kita kenyang, tertawa

kembali lapar

bertemu dengan orang-orang asing

yang kita kenali lewat angka

saling menipu dengan angka

 

o, pengetahuan

yang tamak dan suka menipu

datang dari balik lautan

mengatur laju waktu

membawa pergi air dan udara

memerangkap embun dan cahaya

 

o, pengetahuan

mengajari nama-nama, mengatur neraca

kekuasaan bagi mereka yang berlain darah

orang kaya dengan orang kaya

si miskin dengan si miskin

 

setiap membalikkan halaman buku

kulihat temuan baru mengganti temuan lama

barang-barang harus kembali dibeli

kemiskinan diatur sekali lagi

 

berjagalah. kita hanya punya sedikit waktu

berdoa

meski membentur dinding-dinding langit

menolak segala yang berasal dari bumi

 

di suatu tempat

seseorang membakar dupa

memanggil ruh-ruh suci dari tidurnya

menunggu al-masih

 

tetapi al-masih hanya akan tiba

saat usia telah dipanjangkan

saat manusia membuka

pintu-pintu keabadian

 

kitab suci dikurung

dalam buku-buku perselisihan

dan kehilangan magisnya

mengubah ayat-ayat suci

menjadi sepiring nasi

penganjur agama tetap penganjur agama

pengemis tetap menjadi pengemis

 

kita yang tak berumah

tak bertanah

terpaksa meminjam pengetahuan

dan peradaban

berpura-pura menjadi kaya

dan beradab

tanpa apa pun untuk diwariskan

 

dunia begitu gelap

bulan diam

angin utara berembus sebentar

mengantar ingatan-ingatan lama ke laut

memastikan zaman tetap berjalan

tanpa kesedihan

 

Maqamat

kami telah berharap kehangatan pada tunas-tunas

musim penghujan; dan jika kami kecewa, lantaran

penglihatan yang menembus ruang, sementara kaki

belum melangkah ke mana pun: dan waktu

tidak lagi sederhana dalam hitungan

 

kerinduan terus menguap dari bumi

yang kami sempitkan; bumi yang tak pernah berubah

namun kami kira menua

 

kami telah berharap pada pengetahuan, sebagaimana

ia menunjuk surga yang jauh; dan jika kami kecewa

lantaran penglihatan tak pernah menunduk

ke tanah

 

 

Sita

jauh di kemudian hari

seseorang membakar diri

 

ia mencarimu. rautnya rindu. matanya menelusuk

menguliti tiap dinding api yang mengisahkanmu

masihkah degup jantungmu merangkul gemuruh

api dalam kobar yang santun. tidakkah kau takut

pada raut cinta yang kadang menjelma bara atau darah

apakah janji apakah setia membuatmu muda dalam sejarah

 

dibayangkannya Rama yang sendu

yang gigil menyebut namamu

dan perang yang perlahan menjauh

tapi kau tak di sana, Sita

 

tubuhnya luruh seperti lilin mudah sekali ditiup

duhai, tak ada kawanan kera yang menangisi

ia sendiri. ia mencarimu

 

sesaat sebelum nyawanya terlepas

ia lihat gemuruh dunia yang resah

serta angin yang lelah

 

mengertilah ia pada waktu

yang berdetak saja dari dulu

juga diam batu-batu

 

tapi kau tak di sana, Sita

mungkin tak pernah ada

Muhammad Aswar
Latest posts by Muhammad Aswar (see all)

Comments

  1. Hakam nurwahdi Reply

    Kecewa : surga : langit : tanah
    Luar biasa pakkk

Leave a Reply

Your email address will not be published.