Puisi-Puisi Puji Pistols; Salju Shinjuku

(In Gray, Yellow – Geoffrey Johnson)

 

Salju Shinjuku

 

dari cerita Haruki Murakami

 

dikepung Salju, jalanan Shinjuku beku

udara minus 10 derajat, kota jadi pekat

ingatan tahun-tahun di belakang, cerita hidup

simalakama. Naoko bunuh diri, jam tidur

mengemas melankoli, telepon dini hari

 

air mata meleleh di kertas, tinggal satu lagu

ia memutar Norwegian Wood

sebuah gambar penari kabuki menimbuni kaca

kaca penuh dengan salju

cahaya kota di sana, ia sendirian

 

di stasiun kereta api, pulang ke Kyoto

jam 4 pagi, ia memandang hantu penulis perempuan

berjalan susuri rel kereta api, terus berjalan dini hari

dini hari sekali

 

2020

 

 

 

Kamar, Black Poem 1980

 

dari catatan Maya Angelou

 

1/

 

kau bisa pulang dengan satu jawaban

buka pintu, cium bau busuk kamar ini

 

aku mencintai kamar, usap kotoran kaca jendela

memeluk parfum, balur kulit dengan lotion pelembap

menghidupkan frekuensi radio

teriakkan blues Robert Johnson

poster Bob Lemmons (lelaki yang mencintai kuda) tergantung

 

aku ingin menghidupkan kamar ini sebagai biografi kesedihan

merangkai bunga, menyapu debu lantai berbau aspirin dan obat nyamuk

 

bel berbunyi rutin di pagi hari

mungkin seseorang akan datang

mengantar pai blueberry, surat kabar pagi, atau majalah

 

bahasa kamar tidak jauh beda dari luar pintu

gosip apartemen, tagihan listrik, matahari terik, saling sapa

 

ulang tahun terus dalam secangkir kopi adalah kenangan

dari musim-musim panas di selatan

 

“yang mati adalah waktu, kamar abadi”

memungut kenangan demi kenangan kau imigran

bangun pagi-pagi, menembus polusi udara, menunggu bus nomor 22

 

pemandangan tikus mati di selokan, orang-orang berdiri dengan sepatu hitam,

berkulit hitam, berpikir hitam, melingkar-lingkar dalam hitam

 

klakson meraung, jalan menikung ke arah restoran Betty Louis

mobil-mobil saling salip, lalu sampai di halte,

terdengar suara pengamen jalanan mengemas soft jazz Louis Amstrong

ke dalam irama beat New Orleans

 

2/

 

milikku satu-satunya tetaplah kamar

kenangan tentang pandangan mata ibuku,

buku Bob dan Decca, tayangan televisi Porgy Bess opera

 

aku lupa sudah berapa lama gerimis mengantar tidur tenang

aku sudah lupa, berapa lama piringan hitam Frank Sinatra melepas jalan

 

aku becermin sebentar, tenang memakai ikat kepala, duduk di sofa

mencatat kata-kata mutiara dari buku Letter to My Daughter

dan suara seseorang terdengar sampai pintu kamar

 

seperti ada lelaki mencuci rambut, bunyi gemericik air jatuh dari kamar mandi

batas mimpi bercahaya sepia, objek tahun 1980

 

2020

 

 

 

Dari Kaligrafi Wu Daozi

 

/Ikan Hias/

 

raja kolam ikan koi

pantulan bulan bergelombang

memandang air dari bayang-bayang

mencari arti sedih

 

 

/Di Hutan Pinus/

 

sepanjang malam suntuk

pinus meringkuk bisu

masa lalu mampir di wisma Wu

bermain catur, musim persik

 

 

/Dao/

 

liuk angin

susur ngarai Qutang Xia

bukit menggantung

membersihkan guguran kenangan

 

 

/Kaligrafi Wu/

 

bepergian

di puncak teratai

memandang bulan

lalu pulang

 

/Bertemu Kekasih Lama di Utara Lijiang/

 

gurun sunyi

begitulah rahasia hati

 

2020

Puji Pistols
Latest posts by Puji Pistols (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published.