Puisi-Puisi Toni Lesmana

 

Labuhan Jukung

 

1

Siapa menabuh gending di langit Krui

Pagi mengukir wajahmu dan siang

Memahat parasmu di bulat matahari

Sedang awan, sepanjang hari menjelma

Siger yang kau kenakan di atas panggung

Samudera ini. Anginlah liukan tubuhmu

Gemerincing kakimu di pucuk-pucuk ombak

Mengasuh jukung para nelayan. Sulur senja

Adalah tanganmu yang terjulur ke lubuk laut

Merengkuh leluhur dari lipatan gelombang

Dari peluk tuhuk. Lantas kau pasang, kau pasang

Di atas cakrawala yang merah jingga ungu

Siapa menabuh gending, siapa terus menari

Menyambut geliat bulan di Labuhan Kalbu

 

2

Pagi kini sapi yang beriringan di pesisir

Memamah lidah ombak. Langkah mereka

Gemerincing membangunkan pasir, lokan,

Dan karang. Dari sini mereka memandang

Bayang Pulau Pisang, seperti kau memandang

Kenangan. Pagi adalah sapi, melangkah tenang

Berjalan di atas gelombang. Riang melompati

Jukung demi jukung, menyebrang ke Sana

Layaknya kisah orang suci menuju Kekasih

 

Krui, 2020

 

 

Bukit Selalaw

 

Di sini, kutemukan diriku menjelma kuil

Dan hatiku adalah lonceng mungil

Yang terus saja memanggilmu

Tubuhku perlahan celah terbelah

Sebelah terhampar putih pesisir ke selatan

Sebelah lagi berhamburan hitam ke utara

Sedang kau biru, Krui, semakin biru

 

Krui, 2020

 

 

 Ambulioh

 

Di Ambulioh, kujumpai kau begitu jelita

Berjalan anggun di tangga Lamban Balak

Rambutmu tergerai jatuh dari lepau

Seperti pelangi dan anak-anak berlarian

Memanjat tiap helai yang harumnya

Menggetarkan kembang mangga di udara

 

Kutunggu kau di panggagh, bibirmu berbisik

Pada angin yang datang dari laut. Namun

Kupahami sebagai undangan untuk seluruh

Kerinduan. Punggungmu lenyap di pintu

Lamban Tuha berlimpah tuah, kubayangkan

Kau membuka peti, bersolek di atas dipan kecil

 

Dalam kelambu. Menunggu siapa, Dahyang?

Ada payung terkembang, macan kumbang

Menggeliat di tiangnya yang keramat. Aku

Memasuki lamban, mendaki panggagh

Menuju dipan, menujumu. Seakan-akan

Menuju Sunan Ambu dalam kalbuku

 

Krui, 2020

 

 

Dahyang Ruh Maya

 

Dahyang, di atas ilalang kau gemar melayang

Hendak tualang cukup kain sekabung, setengah

Kau duduki jadi perahu, setengah kau bentang

Menjelma layar, lalu kau mengalun di atas laut

Di atas Matu. Tapi hendak ke mana, Dahyang,

Tualang ataukah pulang ke hilang

Muasal semua muyang

 

Krui, 2020

Toni Lesmana
Latest posts by Toni Lesmana (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published.