Randuse Merasa Jadi Manusia Paling Hina di Muka Bumi Ini

in Cerita Pendek by
pixabay.com

Baiklah, aku ceritakan padamu sebuah kisah tentang pemuda pengangguran bernama Randuse. Umurnya sekitar 21 tahun. Pendidikan terakhir di SMA karang buana. Menjomblo hampir lima tahun. Rutinitas yang tak bisa lepas dari dirinya adalah; hampir setiap malam, sebelum tidur, otaknya akan melayang jauh. Kemudian di otaknya berseliweran perempuan-perempuan seksi yang akan jadi bahan imajinya. Sesaat Ia akan mengambil botol hand and body lotion. Ia tuangkan seperlunya ke tangan kanan. Ia buka kancing celana dan memasukkan tangannya. Sesaat ada yang bergoyang, turun naik, dan beberapa waktu matanya akan merem melek. Hingga tiba saat Ia merasa sebuah gelombang terlepas dan Ia seketika lemas dan mengantuk. Rutinitas itu bertahun-tahun lamanya ia lakukan. Bukan setiap malam, tapi dalam seminggu bisa jadi ia melakukan itu sekitar 3-5 kali.

Mengenai status jomblonya yang hampir lima tahun, itu benar adanya. Terakhir Ia pacaran dengan Mariam. Seorang perempuan yang masih bersekolah di sekolah swasta. Mariam jilbabnya panjang dan bahasanya santun. Terakhir kali jalan bersama, Randuse tak tahan lagi menahan hasratnya. Ia ingin menyampaikan itu, ia masih malu-malu. Maka di genggamnya tangan Mariam. Mariam secepat kilat menepis tangan itu. Mata Mariam melotot dan hendak menampar pipi Randuse, namun tak jadi. Randuse kiut. Ia tak berani melanjutkan, apalagi menuntaskan keinginannya untuk dapat meraba dada Mariam malam itu. Bisa jadi Mariam akan marah dan mengeluarkan pisau dari dalam tas dan membacoknya.

Kebiasaan Mariam memang selalu membawa pisau kecil dalam tas, entah untuk kepentingan apa. Maka jalan satu-satunya adalah putus, pikir Randuse. Dua malam Randuse memikirkan bagaimana cara mengakhiri sebuah hubungan monoton semacam itu. Hubungan yang ujung-ujungnya hanya duduk minum es di warung dan duduk dengan jarak sekitar setengah meter. Akhirnya Randuse bisa menemukan sebuah kalimat yang akan diucapkannya pada Mariam. Ia yakin Mariam tak akan sakit hati. Ia akan mengutarakan kalimat itu secara langsung pada Mariam.

Malam itu, udara dingin menembus pori. Waktu menunjukkan pukul 20.00 WITA. Randuse duduk berjarak setengah meter dengan Mariam. Randuse menunduk dan mulai bicara.

“Mariam, kamu terlalu baik untukku.”

Mariam melongo, tak mengerti omongan Randuse.

“Mungkin lebih baik kita putus.” Suara Randuse berat.

Mariam menunduk dan berucap, “Baiklah.”

Mereka kemudian berjalan pulang saling membelakangi. Randuse berjalan ke selatan, Mariam berjalan ke barat. Seperti adegan slow motion dalam sebuah film, angin meniup-niup jilbab panjang Mariam. Mereka terus berjalan. Kemudian Randuse ingat sebuah kata bijak jikalau seorang wanita benar mencintai kita, ia pasti akan menoleh dan tak akan sanggup berpaling terlalu lama. Randuse yakin Mariam akan membalikkan pandangan dan menatapnya. Ia tak tahan dan lebih dulu membalikkan badan menatap Mariam. Namun Mariam terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun. Randuse diselimuti kesedihan. Sejak itu, Mariam tak pernah lagi ada dalam kehidupan Randuse.

***

Malam harinya, Randuse langsung menyiapkan satu botol hand and body lotion. Malam itu Ia harus menuntaskan dua atau tiga ronde. Ia menyiapkan energi. Minum jamu kuat yang ia beli 20 ribu dua saset. Dengan pelan, ia masukkan tangannya ke celana dan mulai membayangkan Sophia Latjuba. Tak mempan, Ia coba membayangkan Pevita Pearce dan berhasil menyelesaikan ronde pertama. Beberapa menit ia istirahat, kemudian mulai lagi sembari menonton adegan mesum vokalis band dan bintang film terkenal yang ia simpan dalam galeri hapenya. Sampai benar-benar ia lemas dan lelap.

Aktivitas itu terus dilakukan 3-5 kali dalam seminggu dan ia ketagihan. Jika kau atau siapa pun membuka hape Randuse dan mengetik di Google, cukup kau ketik huruf “B” saja, otomatis mesin pencari itu akan mengeluarkan kata “bokep”. Sebab hampir setiap hari itu-itu saja yang dilihat Randuse.

***

Pada sebuah siang yang berwarna hijau kebiru-biruan, Randuse berada pada rumah seorang kawan. Siang itu, mereka akan berjanji men-download bokep bersama. Di rumah kawannya itu, ada Wifi yang kecepatannya lumayan kencang.

“Aku keluar sebentar beli rokok,” ucap kawannya itu dan pamit sebentar.

Randuse tinggal sendirian, dan sial, saat membuka hape, ia baru sadar kalau belum minta password WiFi pada kawannya itu. Randuse meletakkan hapenya dan berjalan mondar-mandir ke teras depan. Tiba-tiba angin bertiup sepoi-sepoi, membelai mata, hidung, dan telinga Randuse. Dan saat itulah, pandangannya tanpa sengaja tertuju pada seorang gadis yang sedang menjemur pakaian. Gadis itu adalah tetangga kawannya tadi. Dengan jelas Randuse melihat tubuh bohai gadis itu. Gadis itu hanya mengenakan tanktop tipis sangat ketat, membuat dada gadis itu menonjol. Menurut Randuse, ukuran dada gadis itu 36 B. Belum lagi, pahanya yang mulus dan gempal. Pemandangan gadis menjemur pakaian itu spontan membuat pusaka Randuse manggut-manggut dalam celana. Hasratnya naik.

Lima menit menyaksikan pemandangan itu, Randuse berlari ke kamar mandi. Ia tak peduli lagi itu rumah siapa. Di dalam kamar mandi, ada sepotong sabun dan itu sangatlah cukup untuk mengeluarkan gelombang besar dalam dirinya. Hanya dua menit, pusakanya digoyang, muncrat dan lemas. Ia menghela napas panjang. Menyiram cairan kental itu dengan air hingga bersih. Ia yakin, air kental itu akan mengalir tenang lewat pipa dan bermuara pada Sungai Nima. Sungai di mana ia pernah tak sengaja meremas dada seorang wanita dua tahun lalu akibat wanita itu terpeleset dan ia spontan memeluknya. Kemudian ia ditampar. Tapi tak apa, meremas dada baginya adalah imbalan yang setimpal untuk sebuah tamparan.

***

Dua minggu selepas itu, Randuse berjalan di pinggiran Sungai Nima. Ia melihat ada seorang pedagang ikan segar. “Wih, ikannya segar banget, Bu,” basa-basi Randuse pada si pedagang.

“Mas mau beli? Murah, kok,” balas si Ibu pedagang.

“Boleh, beli satu, ya,” ucap Randuse sambil melihat beberapa ikan yang berenang di dalam ember.

“Ibu pilihkan ikan yang paling gemuk. Kayaknya ikan ini sedang hamil.” Ibu itu bicara sembari mengambil ikan yang paling gemuk dan dimasukkan dalam kantong plastik.

Malam harinya, setelah dibuatkan sambal oleh Ihan, adik kandung Randuse, ikan itu habis dilahap oleh Randuse. Ia merasa kenyang sekenyang-kenyangnya. Malam itu ia langsung tidur, tak melakukan rutinitasnya. Dalam tidur itu, Randuse kemudian bermimpi.

Mimpinya begini :

Randuse sendirian di rumah seorang kawan. Ia melihat gadis tetangga kawannya menjemur pakaian. Dengan jelas Randuse melihat tubuh bohai gadis itu. Gadis itu hanya mengenakan tanktop tipis sangat ketat, membuat dada gadis itu menonjol. Menurut Randuse, ukuran dada gadis itu 36 B. Belum lagi, pahanya yang mulus dan gempal. Pemandangan gadis menjemur pakaian itu spontan membuat pusaka Randuse manggut-manggut dalam celana. Hasratnya naik. Apalagi saat gadis itu menatapnya dan tersenyum nakal. Kemudian gadis itu meraba dadanya sendiri dengan pelan. Selama lima menit.

Lima menit menyaksikan pemandangan itu, Randuse berlari ke kamar mandi. Ia tak peduli lagi itu rumah siapa. Di dalam kamar mandi, ada sepotong sabun dan itu sangatlah cukup untuk mengeluarkan gelombang besar dalam dirinya. Tangan kanannya dengan kuat menggenggam pusaka milliknya. Hanya dua menit, pusakanya digoyang, muncrat dan lemas. Ia menghela napas panjang. Menyiram cairan kental itu dengan air hingga bersih.

Ia melihat dengan jelas, cairan kental itu mengalir dalam sebuah pipa pembuangan. Cairan kental itu kemudian bermuara di Sungai Nima. Di sungai itu, ratusan ikan sedang berenang. Seekor ikan mengejar cairan kental itu dan memakannya. Tubuh ikan itu tiba-tiba menjadi gemuk. Ikan itu seketika hamil. Ikan hamil itu terus berenang dan mulutnya nyangkut pada sebuah kail pancing. Seorang lelaki kurus langsung menarik pancing dan bahagia melihat seekor ikan gemuk berhasil ditangkap. Kemudian lelaki kurus itu balik ke rumah. Memberikan ikan hamil tadi dan beberapa ikan lainnya pada istrinya untuk dijual. Kemudian perempuan penjual ikan itu berkeliling untuk jualan. Randuse melihatnya dan membeli satu ekor ikan untuk lauk makan nanti malam.

“Ibu pilihkan ikan yang paling gemuk. Kayaknya ikan ini sedang hamil.” Perempuan itu bicara sembari mengambil ikan yang paling gemuk dan memberinya pada Randuse.

***

Randuse tersentak. Ia bangun dari mimpi itu dengan keringat memenuhi badannya. Ia sungguh merasa takut. Ia meremas-remas kepalanya sendiri. Dalam hati, ia berucap, “Ya Tuhan, maafkan aku, aku sudah memakan janinku sendiri. Ampuni hambaMu yang malang ini. Ampuni hambaMu yang sudah melakukan dosa besar ini.”

Randuse terus menangis. Sejadi-jadinya. Sampai hari ini ia terus saja menangis.

Dan apakah kau tau? Aku ceritakan kisah ini padamu agar kau tau bahwa Randuse dari hati yang paling dalam sangat menyesali perbuatannya. Ia sungguh merasa menjadi manusia paling hina di muka bumi ini. Dan saya berani bersumpah, demi Tuhan Bapa, demi Tuhan Ibu, dan demi Tuhan Anak, sejak mimpi itu, Randuse benar-benar berhenti melakukan rutinitas itu. Ia tak tergoda meski Ariel Tatum mengunggah foto-foto seksi di akun Instagram pribadinya.

 

Majidi, 2018.

1 Comment

  1. Semoga Randuse menjadi pribadi yg semakin terpuji. Ohiya endingnya cukup menggelitik sampai sya pnasaran untuk mlihat postingan artis yg dimaksud dan ya, Anda benar haha

Leave a Reply

Your email address will not be published.