Syaikh Ibrahim al-Baghdadi

pinterest.com

Nama lengkap beliau adalah Ibrahim ash-Shayyad al-Baghdadi. Kun-yahnya Abu Ishaq. Bersahabat dengan Syaikh Ma’ruf al-Karkhi. Hidup di sekitar tahun 200-an Hijriah.

Adegium yang terkenal dari beliau adalah “Pastikan engkau mengenakan pakaian kefakiran dan sekali-kali jangan pernah merasa takut terhadap getirnya kefakiran itu.”

Mazhab spiritual yang beliau pakai di dalam menempuh suluk atau perjalanan rohani adalah membebaskan diri dari segala ikhtiar di dalam mendapatkan rezeki materi dan memerdekakan diri dari berbagai ketergantungan kepada makhluk.

Tentang kehebatan spiritual beliau, Syaikh Junaid al-Baghdadi pernah menuturkan kisah berikut ini: “Pada suatu hari, Syaikh Ibrahim al-Baghdadi mengunjungi Syaikh Sari as-Saqati dengan mengenakan sarung yang terlalu pendek.

Melihat hal itu, Syaikh Sari as-Saqati meminta tolong kepada beberapa sahabatnya untuk membelikan jubah bagi beliau. Setelah didapat, paman dari Syaikh Junaid itu kemudian bilang: ‘Wahai Abu Ishaq, tolong pakai ini saja. Aku punya uang sepuluh dirham dan telah aku pakai untuk membelikan jubah ini untukmu.’

Si tamu sufi itu kemudian menjawab: ‘Engkau senang berkumpul dengan para fakir. Sementara engkau menyimpan sepuluh dirham?’ Dengan tegas, tamu sufi itu menolak pemberian jubah tersebut.”

Ada dua hal penting yang bisa kita teladani dari Syaikh Ibrahim al-Baghdadi. Pertama, kekuatan spiritualnya yang sedemikian fokus di dalam bersandar hanya kepada Allah Ta’ala semata. Penglihatan batin beliau yang begitu jernih dan cemerlang telah menjadikannya sanggup menyaksikan hadiratNya sebagai satu-satunya sandaran bagi apa atau siapa saja di seluruh alam raya.

Kedua, perhatian yang begitu kuat terhadap nasib sesama, utamanya mereka yang miskin, fakir dan papa. Bagi beliau, sama sekali tidak benar siapa pun berkumpul dengan mereka, sementara dia masih menyimpan uang untuk dirinya sendiri. Karena hal itu menunjukkan bahwa hanya secara fisik saja dia bersama mereka, sedang hatinya masih menyimpan nafsu kepemilikan untuk dirinya sendiri. Wallahu a’lamu bish-shawab.

Kuswaidi Syafiie

Penyair, juga pengasuh PP Maulana Rumi Sewon Bantul Yogyakarta.
Kuswaidi Syafiie

Latest posts by Kuswaidi Syafiie (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published.