Puisi Nabila Natasya

 

Rindu yang Menguning di Dahan

 

Di ladang tua,

ada mangga yang tumbuh sendiri

dari biji yang dibuang entah oleh siapa.

Ia tumbuh tanpa janji,

tapi memberimu rasa yang tak kau lupakan.

 

Warna kuning emasnya mencuri matahari,

dan harumnya adalah surat cinta

yang ditulis angin sore ke pipi anak kecil.

 

Saat kau belah mangga itu,

rasa manisnya seperti rindu

datang pelan-pelan, lalu menyesakkan dada

karena kau tahu

rasa itu berasal dari kenangan yang tak kembali.

 

 

 

 

Luka Manis di Balik Kulit Merah

 

Di ranting sunyi pohon tua,

tergantung apel berwarna darah.

Kulitnya mengilap menyimpan rahasia,

tentang musim gugur yang terlalu cepat datang.

 

Orang-orang menyukainya,

karena manisnya menyentuh lidah pertama,

namun mereka tak tahu:

di dalamnya kadang sembunyi cacing kecil

seperti hati yang pernah disakiti,

tapi tetap tersenyum di meja makan.

 

Apel, seperti kita semua,

disukai karena kulitnya sempurna.

Padahal yang terindah dari hidup ini,

adalah retak-retak yang tetap bertahan.

 

 

Permata Merah yang Bersuara Pelan

 

Delima, buah dari cerita-cerita tua,

yang disebut dalam syair dan kitab.

Kulitnya kasar, tapi isinya permata merah

seperti perempuan yang menyimpan rahasia

dengan senyum paling sederhana.

 

Setiap biji yang pecah di mulut

adalah gema sejarah:

tentang cinta yang dikhianati,

tentang janji yang dikubur dalam diam.

 

Ia tak hanya buah,

tapi pelajaran untuk tidak menilai isi

hanya dari kulitnya.

 

Karena keindahan sejati

adalah yang harus kau buka perlahan

dan mungkin kau akan berdarah,

tapi rasanya,

akan membuatmu tak pernah melupakannya.

 

 

Puisi dalam Butir Kecil

 

Di balik daun-daun yang rimbun,

anggur bergelantung, penuh cita.

Setiap butirnya mengandung dunia kecil:

ada tawa, ada tangis, ada cerita.

 

Anggur sering diperas untuk jadi anggur merah,

lalu disajikan di pesta

tapi tak semua tahu,

prosesnya adalah perih yang dipendam lama.

 

Ia harus dihancurkan dulu,

diinjak, diremas, dan disimpan dalam gelap

sebelum akhirnya jadi kenikmatan.

 

Seperti jiwa manusia

yang kadang harus hancur dulu,

agar bisa tumbuh menjadi sesuatu

yang dirayakan oleh banyak hati.

Nabila Natasya
Latest posts by Nabila Natasya (see all)

Comments

  1. Indra darma Reply

    Wowww… Sederhana namun tinggi akan makna, nicee

    • Pinkan Cinta Leatari Reply

      Maa Syaa Allah bagus bangett ka

  2. ARLINDA AULIA Reply

    Sederhana

    • haneya Reply

      wah..

  3. Riski setia putri Reply

    Saya sangat menyukai ringkasan puisi ini 😻

    • Nabila Natasya Reply

      Terima kasih Teman- teman🙏 Kadang kesederhanaan justru menyimpan makna yang paling dalam

      🌹

  4. Nabila Natasya Reply

    Terima kasih Teman- teman🙏 Kadang kesederhanaan justru menyimpan makna yang paling dalam

    🌹

  5. Komariah Reply

    Maasya Allaah adem

  6. rhe Reply

    bagusss

    • Renita Ganur Reply

      Kerenn banget….

  7. Usdhof Reply

    Mantap..

  8. Khalish Reply

    keren, sederhana tapi menyimpan banyak makna

  9. Rion Albukhari Reply

    Jadi ingat karya kahlil gibran ketika membaca karya2 ini, penuh sentuhan spirit kehidupan

  10. Kiki Reply

    Woooo

  11. Handoyo Purwowijoyo Reply

    Yang dirayakan banyak hati…

  12. Rizki prilia Reply

    Serius, ini best sih. Sederhana tapi semua pada paham inti yang mau disampaikan ❤️.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!