Kematian
Tiga bulan lalu itu, Landa baru saja berumur 28. Waktu itu aku di kota J, baru saja mengirimkan hasil takarir untuk sebuah acara televisidan bersiap tidur setelah bekerja semalaman. Sebagai penerjemah lepas, jam kerjaku tidak tentu, tergantung job dan permintaan dari klien. Lalu ponselku berbunyi. Dari Bibi Dami, di pagi buta. Sebuah anomali. Perasaanku langsung tidak enak. “Lan-da ….” Kudengar suara Bibi Dami terbata. Sesaat Bibi Dami tidak bisa melanjutkankata-katanya. Landa sakit serius, dilarikan ke rumah sakit. Aku segera membuat tebakan di kepala. Sebagaimana aku mulai terbiasa melakukannya tiap kali menerima telepon dari Bibi Dami—aku berpikir pasti sesuatu terjadi, pasti itu kabar buruk, pasti ada masalah lagi, pastigawat sekali. Dan Bibi Dami bilang, “Landa meninggal.”—melampaui apa yang kupikirkan. Sampai hari ini, aku merasa telepon dari Bibi Dami di pagi buta itu seolah hanya bagian darirangkaian mimpi buruk yang sering mengganggu tidur singkatku, […]







