FAIDAH BAHWA RISALAH NABI MUHAMMAD SAW UMUM UNTUK SELURUH MAKHLUK DAN PARA NABI DAN UMAT MEREKA ADALAH UMATNYA #2

Hakikat Nabi Muhammad Saw kadang diciptakan oleh Allah Ta’ala sebelum diciptakannya Nabi Adam. Sifat-sifat Nabi Muhammad Saw memang diciptakan oleh Allah Ta’ala seperti itu, tidak keluar sedikit pun dari sifat-sifatnya yang asli. Hal itu sangat mudah bagi Allah Ta’ala untuk mewujudkannya.

Sejak saat itu, sifat-sifat Nabi  Muhammad Saw diserahkan keterangan-keterangan itu. Jadilah beliau sebagai nabi sejak saat itu. Jadilah kemudian namanya diletakkan di atas ‘arasy disandingkan dengan nama Allah Ta’ala. Kemudian Allah Ta’ala mengabarkan bahwa beliau juga diutus kepada para malaikat.

Para malaikat akhirnya tahu, selain mereka juga tahu bahwa kepada mereka telah diutus seorang utusan dari kalangan nabi yang bernama Muhammad Saw. Maka, hakikat beliau sudah ada sejak saat itu. Sejak saat itulah, mereka sudah berbahagia, selain mereka juga sudah mulai berbahagia.

Sekalipun jasad beliau yang mulia datang terakhir di antara deretan para nabi dan rasul yang datang ke kehidupan ini, beliau telah menjadi nabi dan rasul ketika Nabi Adam masih merupakan lumpur dan roh, jauh sebelum beliau menjadi nabi, sebelum beliau diutus kepada salah seorang manusia.

Walaupun jasad Nabi Muhammad Saw datang terakhir dan datang kemudian yang sifat-sifatnya telah dijabarkan oleh Allah Ta’ala berapa ribu tahun yang silam, dari mana sifat-sifat tersebut datang? Dari hadirat Ilahi bahkan sebelum ada kata ada di dalam seluruh perbendaharaan di dunia ini.

Terakhir beliau diutus untuk menyampaikan risalah dan segala sesuatu yang datang dari Allah Ta’ala kepada umat yang telah dipersiapkan oleh hadiratNya. Sama sekali bukan karena diakhirkan penyampaian risalahnya, toh beliau telah sempurna datang dari hadirat Ilahi.

Beliau yang sangat sempurna itu bukan diakhirkan diutusnya, sama sekali bukan, tapi didahulukan oleh Allah Ta’ala dibandingkan dibandingkan dengan semestinya keterutusan semestinya harus diterima oleh umat manusia. Batapa telah sangat sempurna dari sananya.

Demikian pula beliau telah menerima kenabian, telah menerima Qur’an, telah menerima hukum dan ketentuan Allah Ta’ala, semua itu sama sekali tidak berlangsung dalam hukum waktu. Sama sekali tidak berlangsung dalam hukum kausalitas, dalam hukum sebab-akibat. Sungguh, sangat mengagungkan.

Yang diakhirkan oleh Allah Ta’ala adalah penciptaan jasad Nabi Muhammad Saw. Ketika penciptaan jasad beliau telah menjadi sempurna, baru beliau telah mencapai sempurna untuk dijadikan seorang nabi dan utusan kepada banyak orang yang akan “menerima” kenabian dan kerasulannya.

Tidak bisa diragukan lagi bahwa segala sesuatu yang akan terjadi telah diketahui dengan pasti oleh Allah Ta’ala sejak zaman azal, sejak segala sesuatu belum bermula. Sedangkan manusia mengetahui ilmu tersebut melalui dalil-dalil akal dan ilmu syar’i, tidak lebih dari hal itu. Wallahu a’lamu bish-shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!