Al-Bazzar mengeluarkan dari Abu Dzarr yang diangkatnya bahwa kekayaan yang tersembunyi yang disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam kitab lauh mahfuzh yang membuat siapa saja karena heran, di situ tertulis dengan jelas: dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Aku heran kepada orang yang yakin pada segala ketentuan sesuatu bagaimana mungkin dia mengelabuhi sesuatu itu. Aku heran kepada orang yang tahu tentang api neraka bagaimana mungkin dia tertawa. Aku heran kepada orang yang tahu kematian dia lupa.
La ilaha illallah/ tidak ada Tuhan selain Allah. Muhammad Rasulullah/ Muhammad adalah utusan Allah. Hadits yang serupa juga datang dari sahabat ‘Umar dan ‘Ali. Keduanya dikeluarkan oleh al-Baihaqi. Juga dari Ibn ‘Abbas yang dikeluarkan oleh al-Kharaithi dalam Kitab Qam’ul Harsh.
Ath-Thabrani mengeluarkan dari ‘Ibadah bin Shamit. Beliau berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Ukuran cincin Nabi Sulaiman bin Dawud berasal dari langit. Diberikan oleh Allah Ta’ala kepada beliau lalu ditaruh oleh beliau di kelingkingnya. Lukisannya adalah: Aku adalah Allah. Tidak ada Tuhan selain Aku, Muhammad adalah hambaKu dan utusanKu.”
Al-‘Uqaili mengeluarkan dalam Kitab adh-Dhu’afa’, juga Ibn ‘Adi, dari Jabir bin ‘Abdullah. Dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: Lukisan cincin Nabi Sulaiman bin Dawud adalah La ilaha illallah/ Tidak ada Tuhan selain Allah/ Muhammad Rasulullah Saw/ Muhammad adalah utusan Allah.”
Ibn ‘Asakir dan Ibn Najjar mengeluarkan dalam Kitab Tarikh keduanya, dari Abi al-Hasan ‘Ali bin ‘Abdillah al-Hasyimi ar-Raqi. Beliau berkata: “Aku telah masuk ke negeri-negeri India. Dalam sebagian desanya pohon bunga mawar yang berwarna hitam. Ia membuka dirinya
Pada sebuah pada sebuah bunga mawar yang jauh lebih besar. Baunya wangi. Hitam juga. Di atasnya tertulis dengan tinta putih: la ilaha illallah/ tidak ada Tuhan selain Allah/ Muhammad Rasulullah Saw/ Muhammad adalah utusan Allah/ Abubakar ash-Shiddiq dan ‘Umar al-Faruq
Di belakangnya, di belakang Rasulullah Saw, ada Abubakar ash-Shiddiq dan ‘Umar al-Faruq” sebagaimana di Madinah sekarang di dekat Masjid Nabawi. Aku mengaduh pada waktu itu dan aku katakan: “Ini sungguh disengaja oleh Allah Ta’ala.” Aku berpegang kepada sebuah biji yang
Tidak terbuka sama sekali. Kemudian aku membukakan biji itu. Di dalamnya sebagaimana yang ada pada seluruh bunga mawar di negeri itu. Di dalamnya, ada sesuatu yang sangat banyak. Penduduk di desa itu sepenuhnya menyembah batu, mereka sama sekali tidak mengenal Allah Ta’ala.
Betapa berbahagia negeri itu seandainya bisa menerima Rasulullah Saw dengan sepenuh hati. Rasulullah Saw tidak menawarkan kepada umat manusia kecuali kepada kebagian yang abadi, yang selama-lamanya. Berarti orang-orang yang menerima beliau adalah mereka yang sungguh cerdas. Wallahu a’lamu bish-shawab.
- ALLAH TA’ALA HERAN - 6 November 2026
- KEISTIMEWAAN RASULULLAH SAW DENGAN DISEBUT NAMANYA YANG MULIA BERSAMA NAMA ALLAH DI ATAS ‘ARSY 2 - 30 October 2026
- MENGAMBIL KESUCIAN DARI PARA NABI UNTUK BELIAU SAW #2 - 15 October 2026
