Puisi-Puisi Weni Suryandari; Komposisi Beethoven; Für Elise

in Puisi by
zedge.net

Komposisi Beethoven

            :Moonlight Sonata

 

Sebagian cerita maha duka dari lirih tempo alunan piano,

adalah komposisi purna menyayat perasaan kehilangan

keindahan musim semi di Vienna, bunga melayu di mataku.

 

Malam ini bulan tidak bulat purnama bersama sonata

bergulir bagai drama dalam partitur Una Fantasia

dengan tempo adagio, mengelus-elus pendengaran.

 

Imajinasiku melambung jauh ke pintu peradaban

klasik dalam concerto berirama haru, lalu melambat

seperti bunga-bunga kematian, aku disergap kesedihan.

 

Jarak di antara dua belas pinus di tepi danau Lucerne,

di hutan empat musim dalam melodi rumit, membawa

kaki berlari dari kejaran hari-hari tanpa jeda. Bukankah

hidup adalah detak detik bergerak, wujud setiap rencana?

 

Tapi segalanya memang harus berakhir ketika layar

ditutup. Aku tersadar dari sihir partitur klasik  pemuja

seni yang mengembara di udara beraroma rindu.

Sebuah kisah terbakar api, tapi puisi-puisiku tetap abadi.

 

2017-2018

 

 

Komposisi Vivaldi

            :Four  Seasons

 

Empat musim berganti dalam concerto

bunga-bunga, daun-daun gugur, salju,

hujan dan rupa perasaan menandai satu

demi satu perubahan partitur cuaca.

 

Harum  pinus menguar di udara usai

hujan, saat perjanjian dengan langit

membuka jalan mendaki, kadang

menurun, berirama cepat, atau lambat.

 

Sedang aku berjalan buka tabir demi tabir

dalam irama allegro. Tanganku bergetar

menyusun kolase kota-kota yang terjamah

oleh empat musim. Segalanya tampak seperti

 

remaja yang setia pada mimpi-mimpi asmara.

Sementara perjalanan di bawah bulan muram

tak dapat mendustai kenyataan tentang hawa

pegunungan yang seolah kaupuitiskan.

Padahal keluh kesah dan air mata menjadi

 

kehilangan daya, bagi kepalamu yang membatu.

Lalu aku terbang bagai trance, mengikuti

suara angin dan simfoni di telingaku

mencarimu yang tak pernah ada!

 

2018

 

Komposisi Beethoven

            ;für Elise


 

 

Dua ekor angsa bermain di tepi kolam air mancur.

Ekornya putih berkibas-kibas melepas air ke udara

bersama lanskap daun-daun musim gugur sewarna senja.

 

Di atas piano, partitur menyaji nada-nada haru

not demi not, simbol romantisme sepasang kekasih

kasmaran, terpisah oleh ruang dan perjalanan anak anak zaman

 

Dicekam nada-nada di telinga, aku mengatup sepasang mata

untuk kenangan tentang surat-surat merah jambu yang kusam

dalam kalender masa kanak-kanak saat darah pertama mengalir.

 

2018

 

 

Komposisi  Tchaikovsky

            :Waltz

 

Berpasang-pasang kekasih berdansa dalam rumah Kristal.

Irama waltz  bersama derap ketukan sepatu di malam pejal

Tchaikovsky mengatur melodi dalam partitur cinta sejati.

 

Siapa ingin berhenti dari menyelami bunyi klasik,

sedang ungu lavender dan lanskap daun maple

telah mencipta siluet kenangan di pelataran sore.

 

Sepasang kekasih enggan melepas waktu dan segala

ketiadaan bagi setiap kemungkinan terburuk

Langit menurunkan angin lembut membelai pipi

di pucuk harap sebelum Kristal kenangan menguap.

 

2018

 

 

 

Eine Kleine Nacht Music

            ;Mozart

 

Malam memang selalu mencemaskan bagi kamar

kesunyian. Padahal kemerdekaan perasaan tidak

lahir dari ambisi penaklukan bagi kesepian yang

meraja. Nacht Music menggiring perasaan murung.

 

Bahkan urutan partitur di udara mengalun abadi

dalam bahasa surga, angan-angan para pengembara.

Serupa arus darah yang berkejaran di antara jalan

peristiwa yang menyemburkan cahaya dari lubang kepala

 

Abadi dalam pengulangan perayaan demi perayaan,

yang melampaui batas jarak dan waktu. Irama kerinduan

membius syaraf pada notasi rendah dan tinggi hingga

segala yang fana mesti berakhir.

 

2018

Weni Suryandari

Lahir di Surabaya 4 Februari. Saat ini tinggal di Bogor. Puisi-puisinya terbit di berbagai media cetak lokal, nasional dan sejumlah antologi bersama. Buku Kumpulan Puisinya “Sisa Cium di AlunAlun”(2016). Kumpulan Cerpennya “Kabin Pateh” (2013).Saat ini bergiat di Komunitas Sastra Reboan.

Latest posts by Weni Suryandari (see all)