Puisi Dahri Dahlan

 

Klandestin

 

ketika listrik padam

serdadu itu berhenti   

memukul.

ia meraba wastafel

dengan tangan

berdarah.

 

ada yang merintih

ada yang mencuci

dalam gelap.

 

2024

 

 

 

 

Rencana Membuat Perahu

 

seseorang menemui ayah

untuk memesan sebuah perahu.

maka di atas meja digelar

selembar kertas.

 

mereka menggambar matahari,

menggambar mata lebar ibu, dan

menggaris sebuah jalan panjang

menuju sekolahku.

 

2024

 

 

 

Aposteriori Sebuah Piknik

 

di dekat bangku tua, seekor kucing

menggaruk leher. hari seperti baru

di antara pasak-pasak tenda yang

sedang dikencangkan.

 

bayangan cemara pantai membentuk

misteri, tempat seorang anak berlari

meninggalkan ransel merah di dekat

kursi malas.

 

kita semua datang ke tempat ini,

melewati selat kecil yang keruh.

dan kita semua terdiam meringkuk

duduk rapi di atas perahu penyeberangan

seperti sedang berkabung.

 

2024

 

 

 

Rumahmu Sepi Abadi II

 

kau tidak bisa tidur di malam hari

ketika demensia menunggu di balik

pintu kamar, atau ketika vertigo

menemukan kepalamu.

 

di meja makan kau memilih lauk

dengan seksama, lalu mengunyahnya

dengan penuh pertimbangan.

 

cinta pertamamu telah lama menjadi

udara. ingatan mundur tetapi tidak

ke masa lalu, lagi pula kau telah

kehilangan jembatan rapuh satu-satunya

menuju ke sana.

 

sabtu ke senin, akhir desember,

sore pukul lima, keteduhan di teras, atau

apa saja yang pantas kau hitung – mereka

berguguran di lengan bajumu yang

ditumpahi bubur instan dan dingin di situ.

 

kau sudah tidak pandai berpose di

depan kamera atau kau tidak tahu apa

yang harus kau lakukan. senyummu

yang kikuk adalah pintu museum tua,

berat dan berderik di lengang sabtu.

 

kau telah kalah, tetapi sejauh ini kau

bertahan dengan keras kepala.

pertanyaanmu berulang dan klise,

donepezil tidak mengembalikan nama-nama

yang tidak bisa kau sebut seutuhnya.

 

di grup, anak-anakmu lupa dan saling

menunjuk siapa yang harus menemanimu

ke klinik. pagi itu kau menunggu di

rumahmu, rumah yang paling tulus

membayar sepimu.

 

2024

Dahri Dahlan
Latest posts by Dahri Dahlan (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!