KEISTIMEWAAN RASULULLAH SAW DENGAN DISEBUT NAMANYA YANG MULIA BERSAMA NAMA ALLAH DI ATAS ‘ARSY 2

Al-Bazzar mengeluarkan dari Ibn ‘Umar. Beliau berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Setelah aku dimi’rajkan oleh Allah Ta’ala ke langit, tidaklah aku melewati satu langit pun kecuali aku menemukan namaku di situ tertulis Muhammad utusan Allah.” Sungguh sangat jelas tulisan itu.

Ad-Daruquthni mengeluarkan dalam Kitab al-Afrod, al-Khathib dan Ibn ‘Asakir, dari Abi Darda’, dari Nabi Muhammad Saw. Beliau bersabda: “Aku melihat di malam hari sebuah baju hijau ketika aku diisra’kan oleh Allah Ta’ala. Baju hijau itu tertulis dengan tinta putih.

La ilaha illallah Muhammad Rasulullah Saw, Abubakar ash-Shiddiq, ‘Umar al-Faruq.” Betapa jelasnya nama Abubakar ash-Shiddiq disebutkan, betapa jelasnya nama ‘Umar al-Faruq. Keduanya adalah mertua Nabi Muhammad Saw. Kuburan keduanya juga berkumpul dengan beliau Saw.

Ibn ‘Asakir juga mengeluarkan dari Jabir. Beliau juga berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Tertulis di atas pintu surga: Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Saw adalah utusan Allah.” Abu Nu’aim mengeluarkan dari Ibn ‘Abbas dalam Kitab Hilyah al-Auliya. Beliau berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Tidak ada di surga kecuali ada pepohonan yang memiliki daun. Di atas daun itu tertulis dengan jelas bahwa tidak Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad Saw adalah utusan Allah.” Betapa Agung nama Allah Ta’ala, betapa indah nama Rasulullah Saw disandingkan dengan namaNya.

Al-Hakim mengeluarkan dan dishahihkan oleh beliau, dari Ibn ‘Abbas. Beliau berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Allah Ta’ala mewahyukan kepada Nabi ‘Isa: Berimanlah kepada Nabi Muhammad Saw dan perintahkanlah orang menuruti beliau dari umatmu untuk beriman kepadanya.

Andaikan tampa Muhammad Saw, tentu tidak akan Kuciptakan Adam, tidak akan Kuciptakan surga, dan tidak akan Kuciptakan neraka, tidak akan Kuciptakan ‘arsy di atas air, ia kemudian bergejolak. Lalu Kutulis la ilaha illallah, tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah.”

Kemudian menjadi tenang itu ‘arsy. Adz-Dzahabi kemudian berpendapat bahwa di dalam sanad hadits tersebut terdapat ‘Amr bin Aus yang tidak diketahui siapa dia sesungguhnya. Pendapat Adz-Dzahabi tersebut perlu dibenarkan karena beliau setidaknya sudah tahu tentang orang-orang yang menjadi perawat sanad itu.

Ibn ‘Asakir mengeluarkan lewat jalur Abi az-Zubair dari Jabir radiyallahu ‘anh. Beliau berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Di antara dua bahu Nabi Adam tertulis Muhammad adalah utusan Allah, penutup para nabi.” Bahkan beliau telah diangkat nabi oleh Allah Ta’ala ketika Nabi Adam masih merupakan roh dan lumpur.

Betapa terpuji Nabi Muhammad Saw. Beliau yang pertama diutus oleh Allah Ta’ala di antara para nabi dan rasul. Tapi beliau yang terakhir sekali dikeluarkan olehAllah Ta’ala di dalam kehidupan. Sehingga begitu jelas untuk beliau sebagai nabi dan rasul yang terakhir. Wallahu a’lamu bish-shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!