Tempat kongkow dan bercerita ini mengusung impian yang sangat muluk; dikenal luas, diperbincangkan, disegani, dan dicatat dalam kitab-kitab sejarah literasi Indonesia. Basabasi digagas dan dikelola oleh Penerbit DIVA Press, dapat diakses secara gratis, menyajikan kolom puisi (Selasa) dan cerpen (Jumat), dari siapa pun yang karyanya lolos kurator tim basabasi.

Emirfan T. Mulyati
Kirim tulisan lewat email apa ya? Maaf, apakah dapet honor? huehueheu
Anonymous
gerobaknaskah@basabasi.co
Melawatie
masih bisa kah mnrima naskah, Min?
Latifah
Hallo ka. Mohon maaf bagaimana cara kita mengetahui kalau karya kita di upload oleh basabasi.co?
Caca
Apakah benar dapat penghasilan?
Pw
Permisi apakah boleh mengirim karya berbeda-beda di setiap bulan ,, Terima kasih 🙏💕
fifi puji lestari
Prahara Melipat Rasa
Jendela-Jendela kota terbuka menganga
Menghembus udara segar menyelir jiwa-jiwa merenung di sudut ruang
Pandangannya meneduh anantara setangkai melati putih; pun ranum analekta kekaguman
Di simpang gang parokial
Merpati biru mendebar roman ketampanan
Delapan puluh dua hari ia mengendapkan hati
Prahara cintanya melabu di persembunyian
Jeda melebarkan sayapnya untuk mendekati melati, sebelum akhirnya ia merunduk tak mampu
Kupu-kupu hijau begitu lekat terbang mengitari melati
Pagi itu, kabut menebal, merupa bibirku tersendat kaku
Tubuhku lelah, seiring langkahku memundur
Tuan, adakah daun rimbun ‘tuk menghalangi tatapanku, melipat rasa ini dalam diam
Walau begitu, kekaguman tak memudar afeksi
Hingga doa-doaku dijawab sang maha cinta
tiara
Ka maaf ini kalau mau ngirim tulisan bayar apa tidak ka
Admin
penulisnya yang kami bayar, kak
Ervina
Kak, dimana kita bisa tahu kalau cerpen kita dimuat? Dan berapa waktu minimal karya dimuat?
Akhir
Aku sudah kirim tulisan. Taoi bisa gak aku kirim ulang?
Devita Salsabila
Halo, kak admin maaf mau tanya kalau mau kirim puisi berupa file atau langsung ditulis di emailnya, dan apakah ukuran margin nya harus diatus? apakah boleh tidak mencantumkan media sosial apakah boleh? soalnya aku nggak punya media sosial cuman ada whatsApp saja, terimakasih
Sulis setiawati
Kak cara ngirim naskah nya gimana
Janur kuning
Kalau cerpen tema serta harus berapa ribu kata dll adakah ketentuannya
Adelia
Ka puisi yang kukirim belum ada bls ya? Sampe sekarang
zaa
cara kirim naskah lewat Gmail gimana
zza
email tidak bisa di buka
Erlin
Aku tidak menemukan email anda sama sekali
Aya
Kak kenapa ngk bisa di uka ya emailnya ini
ade saputra
kirim puisi lewat email apa ya
SITI JUWAYRIYAH .
Min. Mau Tanya daaftar nya dimna ya? Atau langsung kirim lewat email gitu?
Luwes Liya L
Saya mau daftar jadi penulis, gimana ya caranya?
rosel
caranya gimana min,,,,apakah lewat email,,,contohnya gimana,,,,tolonglah min,,,,mohon bantuannya
okin
https://basabasi.co/ngirim-tulisanmu/
di sini semua tanya itu sebagian besar bahkan semuanya kan terjawab
Kirana Friske
Apakah ini masih aktif??
Nadya Banggur
SUARA RAKYAT ADALAH KURSI DEWAN
tuangan kata bersebaran di jalanan
poster-poster mulai di cetakan
omongan bahkan telah dituangkan
namun janji tak pernah diterapkan
suara rakyat bukan suara anggota dewan
diskusi para pejabat bertebaran
nama-nama telah dicantumkan
apakah keluh rakyat pernah terlayankan?
memimpin dan ada pada kursi
semua karena suara membumi
rakyat butuh revolusi bukan kursi
dimana semua tuangan yang berisi?
banyak pembangun yang belum tuntas
lantas bagaimana rakyat bisa bebas
sementara jalanan belum luas
pembangunan juga terbatas
rakyat tanpa dewan biasa saja
namun dewan tanpa rakyat itu tong sampah
kami menagih suara berita
yang sebelumnya mereka sebarkan dengan ramah.
By:Nadya Banggur
2024
Taufikhidayat
Aku ingin jadi penulis cerpen
hee-rin
Berikut adalah sebuah cerpen yang saya buat:
Judul: “Senja di Pantai”
Aku berdiri di tepi pantai, menatap matahari yang perlahan-lahan tenggelam di cakrawala. Warna langit berubah menjadi merah, jingga, dan ungu, menciptakan pemandangan yang indah. Ombak laut menghantam pantai dengan lembut, menciptakan suara yang menenangkan.
Aku merasa damai, seperti semua masalah di dunia ini telah hilang. Aku menutup mata, merasakan angin laut yang membelai wajahku. Aku bisa mencium aroma laut yang segar, aroma yang selalu membuatku merasa hidup.
Tiba-tiba, aku mendengar suara langkah kaki di belakangku. Aku membuka mata dan melihat seorang gadis kecil berlari menuju ke arahku. Dia tersenyum lebar, memegang sebuah kerang laut di tangannya.
“Lihat, aku menemukan kerang laut yang cantik!” katanya dengan gembira.
Aku tersenyum, merasa bahagia melihat kegembiraan gadis kecil itu. Aku mengambil kerang laut dari tangannya dan memandangnya dengan kagum.
“Benar-benar cantik,” kataku.
Gadis kecil itu tersenyum lagi, lalu berlari kembali ke arah ombak laut. Aku menontonnya, merasa bahagia melihat kebahagiaan orang lain.
Semoga kamu menikmati cerpen ini! Jika kamu ingin saya membuat cerpen lain, silakan berikan tema atau ide yang kamu inginkan.
Shine
Jasa Ayah
Di bawah sinar mentari pagi,
Ayah berdiri, tegar dan berani,
Dengan tangan kasar, penuh cerita,
Mengukir harapan, membangun cita.
Langkahnya pasti, tak pernah ragu,
Menapaki jalan, meski penuh debu,
Di setiap peluh, ada kasih sayang,
Di setiap lelah, ada harapan yang terang.
Ayah, pahlawan tanpa tanda jasa,
Di balik senyummu, cerita tersimpan,
Menghadapi badai, tak pernah mundur,
Membimbing langkah, memberi petunjuk.
Dalam pelukanmu, dunia terasa aman,
Setiap nasehat, bagaikan pelajaran,
Kau ajarkan arti kerja keras,
Dan cinta yang tulus, tak pernah pudar.
Di malam yang sunyi, saat bintang bersinar,
Kau ceritakan kisah, tentang mimpi yang besar,
Tentang keberanian, dan tak kenal lelah,
Menghadapi tantangan, meski penuh resah.
Kau ajak aku melihat jauh ke depan,
Membuka mata, menembus batasan,
Dengan kesabaran kau menunjukkan jalan,
Menuju masa depan, penuh harapan.
Setiap detik bersamamu, adalah pelajaran,
Tentang arti hidup, dan perjuangan,
Kau membukakan aku untuk tak pernah menyerah,
Menghadapi dunia, dengan penuh percaya.
Kini aku berdiri, berkat jasamu,
Membawa mimpi, menembus angkasa biru,
Terima kasih, Ayah, untuk segalanya,
Kasihmu abadi, selamanya di jiwa.
Di setiap langkah, ku bawa namamu,
Dalam setiap doa, kupanjatkan untukmu,
Semoga Tuhan membalas semua jasa,
Karena kau adalah cahaya, dalam seumur hidup selamanya.
Ayah, engkaulah pahlawan sejati,
Dalam setiap detak jantungku, kau abadi,
Dengan segala cinta, dan pengorbanan,
Jasamu kan terukir, dalam setiap harapan
Deby Airah Putry
Judul:senja dan kenangan
Di sudut senja, mentari tenggelam
perlahan,
Membawa bayang-bayang, cerita yang tak terkatakan.
Hatiku pilu, diiringi angin sepoi-sepoi,
Mengingat kenangan, yang terukir begitu dalam di jiwa.
Langkah kaki sunyi, menyusuri jalan setapak,
Jejak-jejak masa lalu, takkan pernah sirna.
Tawa dan tangis, terukir indah dalam kenangan,
Namun kini tinggal bayang, di hati yang merana.
Bintang berkelap-kelip, saksi bisu kesendirianku,
Menatap langit luas, penuh dengan kerinduan.
Rasa ini membuncah, bagai air bah yang tak terbendung,
Menghanyutkan jiwa, dalam lautan kesedihan yang mendalam.
Namun di balik duka, secercah harapan tetap ada,
Cahaya kecil menyinari, jalan yang penuh duri.
Kucoba tegar, kucoba kuat, untuk terus melangkah,
Mencari arti hidup, di tengah badai yang menerjang.
Semoga puisi ini menyentuh hati Anda. Anda dapat menyesuaikan tema dan detailnya sesuai dengan perasaan dan pengalaman pribadi Anda.
Syakila rahmadani
i dont know
novia s.
Saya kirim cerpen via gmail kok malah masuk ke spam ya? Ada yang tau kenapa?
Farli
boleh gabung ngirim cerpen!
Mega
apakah ini masih aktif !!!
Admin
ini nanya atau gimana ya? kok pake tanda seru? :/
Isti
Ka tanda kalo naskah kita di terima gimana ya…?
Alfiqh
Min kalo ngirim cerpen harus daftar dulu? Atau langsung kirim aja vie email??
Zahid abdullah
Saya mau gabung menulis cerita kehidupan
FARHAN MUKTADIRA
Ok saya siap
Fitri Fratiwi Anjani
Ka cara daftar jadi penulis dan mengirim puisi di situs basbasi.co gimana ya?
Hari Paulus sipayung
Boleh gabung nulis novel
FARHAN MUKTADIRA
Apakah saya boleh gabung jadi anggota bapak
Ayumi Yoshi
Min dikirim pake word atau ketika di badan email ??
Dwi Fitriani Suherman
Cara mengirim tulisan.
Alfiqh
Boleh gabung ngirim cerpennya min?
Ema suriani
Gimana cara kirim puisi admin?
Admin
ada di beranda, kak
Iis ariska
Halo gimana cara daftarnya?
Ziyat
kalau karya terjemahan bisa gak?
Purwandi
Aku punya cerpen baru, genre remaja, tapi bukan cinta-cintaan, panjang 10 halaman, boleh nggak dikirim ke Basabasi.co?Terima kasih.
Nur Hasanah Aprilia
Kak apakah sekarang email basabasi.co tidak menerima pesan? Saya mau bergabung mengirim naskah puisi🙏
Purwandi
Maaf, mau tanya sedikit tentang cerita bersambung.Ada fee-nya nggak kayak cerpen, esay, dan puisi?
Abir
Berapa biaya transfernya?
FARHAN MUKTADIRA
Saya boleh ikutan tulis cerpen
Philah Meong
Maaf.. kalo gak punya rekening gimana ya?..
Anonymous
Buat atuh
yayaaaat
Iyah kak gimna?
Haeruddin
Bagaimanasih cara daptarnya aku sungguh nggak faham
Du Ik
Min,gw capek ditolak cewek.Kalo naskah ikutan ditolak,kebangetan dah -_-
Anonymous
Mau nanya kak, tahu kalau naskah tidak diterima itu gmna ya?
FARHAN MUKTADIRA
Saya boleh ikutan tulis cerpen
Via
Kak, izin nanya. Bagaimana cara kita tahu cerpen kita diterima atau ditolak? Terimakasi sebelumnya
Muhammad Reza Satria Dewangga
Boleh ikut gabung kirim puisi?
FARHAN MUKTADIRA
Boleh gabung kak
Elliya Nuril Karimah
tiap ke toko buku, sambil lihat buku-buku berjejer rapi aku mikir…, ternyata penulis udah banyak tapi apa salahnya aku mencoba……….
Nur Hilda
boleh ikutan kirim untuk cerbung?
Puput Wulandari
kak mau tanya, itu kalau mau ngirim puisi, langsung di ketik di email nya apa di ketik di file ?
Fanny
KK saya pemula..boleh saya coba dengan beberapa tulisan saya..format kirimnya gimana y?
Mario
Kak mau tanya
Kalo korim puisi pake file itu filenya docx atau pdf??
Anonymous
Carane login voucher pie?
Bisma hadinata
Kirimnya menggunakan pdf?
Maksud 5 puisi apa kk? Judul nya kah?
Ahmad Sukirno
Semua artikel di basabasi.co tidak ada update. Artikel terakhir tanggal 18 Mei 2019. Apakah basabasi.co rehat atau sudah tutup?
Admin
kami libur sampai 30 Juni 2019. sayang lagi tanggal 1 Juli 2019.
Admin
kami libur sampai 30 Juni 2019. sayang lagi tanggal 1 Juli 2019.
Ahmad Sukirno
Akhirnya basabasi.co kembali lagi. Terimakasih admin….
Admin
sama-sama 🙂
Abdul majid
Pengin gabung tapi gak tau caranya gimana?
Admin
padahal di sebelah kanan sudah ada kolom “cara mengirim tulisan” 🙁
Yasher
Min saya mau nanya, saya sudah mengirim puisi tulisan saya sendiri lewat email saya “yaserhamid513@gmail.com” apakah puisi saya lolos? Atau, layak tuk dimuat? Terima kasih
Sekha Rakhmani
Kak kenapa saya mengirim puisi tetapi katanya alamatnya salah padahal bener kok ini
Resty
Kok nggak ada tulisan baru lagi di esai dan hibernasi? Basibasi.co udah nggak nerima naskah yah?
Admin
kami libur sampai 30 Juni, Kak
Syafika RifaMutia
Ibu
Beredar bintang di garisnya
Bulan bercahaya di lintasnya
Waktu bergulir dalam takdirnya
Aku…
Terlahir dari manusia hebat
Sepertinya…
Merupakan anugerah terbesar Tuhan untuk ku
Menjadikanku pelipur lara jiwanya
Kau…
Perempuan hebat di jiwa lemahku
Menyayangi tanpa batas
Mendampingi di semua lidahku
Ibu…
Aku mencintaimu
Terimakasih untuk semua waktu dan lelahmu
Deden muhammad arif
Kak mau nanya,kirim naskahnya pake lampiran,atau langsung tulis email,makasih
nana
apa anda jadi kirim naskah??
erika Ofc
saya pikir dunia menulis sudah mulai di tinggalkan karena munculnya youtube yang lebih menjanjikan ketimbang menjadi seorang menulis, tapi mungkin akan saya coba lagi.
Makward
Semoga masih ada asa dalam sastra….
Febria tursila yana
Bagaimana cara untuk daftar mengirim karya sendiri
Putri aeni
Pengen ikut gabung
Annida Aulia fitri
Halo selamat malam.
Untuk naskah yang tidak lolos, apakah Ada feedback?
Terimakasih
PamansIJung
kalau boleh tau, ukuran kertasnya A4 atau Legal?
Yuni Bint Saniro
Tahu tulisan kita diterima atau tidaknya hanya dengan menunggu selama dua bulan ya? jika tidak tayang berarti tulisannya tidak diterima? Apa tidak ada pemberitahuan via email gitu?
Punk
Aku punya puisi baru
Nailatul khoiriyah
Ini kalo sudah lulus liat di mana ya?
Anonymous
Hai! Salken!
Saya punya banyak puisi karena puisi udah mendarah daging ampe ubun-ubun sama saya:D caranya mengirim ke basa-basi.co bagaimana ya? Dan kalo sudah lulus seleksi bisa dilihat dimana ya?
Bantu jawab.
Terimakasih:)
Anonymous
saya punya kumpulan puisi siap kirim, gimana caranya masuk ke situs pengiriman puisi basabasi?
Mujahid Mahdi
gimana caranya masuk situs pengiriman puisi di basabasi.mohon bantuannya. t kasih
Annisa Tang
Kak, kan hanya dikasih tahu kalau selama 2 bulan nggak dikabarin berarti naskahnya tidak lolos. Yang ingin saya tanyakan, rata-rata berapa lama naskah yang masuk ke redaksi diapprove oleh tim kurator? Sejauh ini. Terima kasih sebelumnya.
Fawwas Rizki
Kak nunggu konfirmasi cerpen/essay /puisi nunggunya berapa lama? Kalau udah di accept ada email konfirmasinya gak kak?
Admin
Bila dua bulan sejak pengiriman tidak dimuat atau tidak mendapatkan informasi akan dimuat maka otomatis naskah tersebut dinyatakan tidak lolos seleksi.
anonym
nantinya kita dapat informasi lewat mana ka ?
email atau ke no hp ?
zza
halo min gmail nya gabisa di buka
Admin
email kami bukan gmail, kak
Anonymous
numpang nanya kak
cara ngirim puisi gimana yah??
Mufidah
Amerta nya Nisha
Kau seperti tara yang menyinari Nisha
Roshan bagaikan harsa
Tapi diriku seperti timira
Tak ada askara tapi hanya ada sunya
Kita tak sama
Kau seperti nirmala yang amerta
Sedangkan diriku seperti rina yang sunya
Dan kita tak akan bersama
Kau seperti mentari
Aku seperti rajani
Kita tak akan menjadi asmaraloka jika bersama
Tapi hanya akan menjadi nestapa
Asmaraloka kita
Wahai Bagaskara yang askara
Semoga kau selalu menjadi nandikira
Dan menyinari bentala tanpa hentinya
Semoga kita seperti itu nantinya
Wahai insan yang akan menjadi dikara
Dan menjadi anagata yang nirmala
Dengan penuh koushik yang harsa
Walaupun buana memisahkan kita
Tapi kita akan terus bersama
Mario
Mau nanya kak
Cara ngirim puisi pakai file docx atau pdf??
Rahmadina
Kk cara gabung gmne
Arina Zulfa
Permisi, mau tanya…
Kalau mau ngirim tulisan apakah harus rutin perminggu? Dan perbandingan presentase diterima penyeleksian oleh redaksi, apakah setara dengan belum diterima?
Admin
tidak harus rutin. terserah penulis.
Serlly nurlita
Gimana caranya kirim tulisan di sini?
Serlly nurlita
Boleh gabung nulis?
Sekha Rakhmani
Kak aku udah kirim puisi tapi kok balesnya alamatnya salah padahal bener alamat ini @gerobaknaskah.basabasi.com
Admin
ya jelas salah. yang benar gerobaknaskah@basabasi.co
“co” bukan “com” aih pen ngakak.
Anonim
Kak, pengen gabung, pengen ngirim naskah, langsung aja kirim ke via email itu kak?, Apakah ngirimnya berbayar
Aisyah Namira
cara daftar buat ikutan nulis gimana ya kak ?
SITI JUWAYRIYAH .
Iya kak , Saya jugaa mau nanya itu …
Ay
Untuk foto apakah harus resmi atau bisa bebas?
Septian Pras
Apakah konfirmasi publikasi karya lewat email?
ara
sudah ada ketentuan spasi dan margin, jenis huruf dan jenis kertasnya apa ya min?
Marianus lako
Sekarang masi diterima nggak karyanya pak
Kustawa Esye
Alenia kedua, maksudnya Saya kirim lagi persatu file
Sherh
Untuk margin cerpen itu atas 4 kiri 4, bawah 3 kanan 3 apa dari word? Kecil dong min jadinya…..
Admin
ya pake satuan sentimeter dong, bukan inci.
Devi Putri Pradani
Kak kalau sudah terlanjur ngirim dengan satuan inci apakah tidak diterima?
Ahmad Fairuz
1. WARUNG KOPI TENGAH MALAM
Warung kopi Pak Jaya cuma buka tengah malam sampai subuh. Letaknya di pinggir jalan raya yang sepi. Kata orang, kopi Pak Jaya bisa bikin orang betah ngobrol sampai lupa waktu.
Malam itu, Andra mampir untuk pertama kalinya. Hanya ada dua orang pelanggan lain: seorang sopir truk dan seorang perempuan muda yang sibuk mengetik di laptop.
“Baru pertama kali ke sini?” tanya Pak Jaya sambil menuang kopi hitam.
Andra mengangguk. Aroma kopi itu wangi sekali, seolah menyembunyikan sesuatu. Ia menyeruput sedikit, lalu tiba-tiba merasa aneh—kepalanya ringan, pikirannya jernih, dan ia bisa mengingat semua hal kecil yang biasanya terlupakan: wajah teman SD, bau tanah seusai hujan, bahkan suara ibunya memanggil waktu kecil.
“Efeknya cepat, ya?” kata perempuan dengan laptop, meliriknya. “Kopi ini bukan sekadar minuman. Dia bisa memanggil kenangan.”
Andra terdiam. Di kepalanya, ia melihat bayangan seseorang yang sudah lama ingin ia temui: adiknya. Mereka bertengkar lima tahun lalu dan tak pernah bertemu lagi.
Pak Jaya tersenyum samar. “Kalau kau rindu seseorang, minumlah sampai habis. Mungkin besok kau akan bertemu.”
Andra meneguk kopi itu sampai tetes terakhir.
Keesokan harinya, saat ia keluar rumah, seseorang mengetuk pintu pagar. Seorang pemuda berdiri di sana dengan senyum gugup.
“Andra… aku pulang,” katanya.
Itu adiknya.
2. PESAN MISTERIUS DI CHAT ROOM
Malam itu Raka gabut, main HP sambil scroll grup kelas. Tiba-tiba muncul notifikasi dari nomor asing:
[Hai, kamu masih ingat aku?]
Raka mengernyit. Foto profilnya hanya gambar bulan gelap.
[Siapa ya?] balas Raka.
[Teman lamamu. Dulu kita sering main kelereng bareng.]
Raka mulai curiga. Teman masa kecilnya memang banyak, tapi siapa yang masih ingat detail itu?
[Oke, kalau kamu benar-benar kenal aku, sebutin nama anjing peliharaanku dulu.]
Butuh beberapa detik sebelum balasan muncul.
[Bondi.]
Raka langsung merinding. Hanya satu orang yang tahu itu, dan orang itu… sudah meninggal tiga tahun lalu.
Tangannya gemetar. Ia hampir menutup chat itu, tapi pesan terakhir muncul:
[Aku cuma mau bilang, jangan khawatir. Hidupmu bakal jauh lebih baik mulai besok.]
Esok paginya, Raka mendapat kabar. Beasiswa ke luar negeri yang lama ia tunggu—akhirnya lolos.
3. UANG JAJAN YANG HILANG
Pagi itu, Dani sangat gembira. Ibunya memberinya uang jajan lebih banyak dari biasanya. Ia sudah membayangkan bisa membeli roti dan es teh di kantin sekolah.
Namun, ketika sampai di kelas, uang itu tidak ada di saku celananya. Dani panik. Ia menunduk, mencari di lantai, tapi tidak ketemu.
Saat jam istirahat, Dani hanya duduk di bangku sambil menahan lapar. Tiba-tiba, Budi—temannya—datang membawa sebungkus roti.
“Ini buat kamu, Dan. Aku tadi lihat uangmu jatuh di halaman. Aku sudah kembalikan ke ibu guru. Uangmu masih aman,” kata Budi sambil tersenyum.
Dani terharu. Ia sadar, kejujuran Budi jauh lebih berharga daripada uang jajannya. Sejak hari itu, mereka berdua semakin akrab sebagai sahabat.
4. PENSIL TERAKHIR
Sore itu, Raka duduk di meja belajarnya. Ulangan matematika besok membuatnya gelisah. Ia hanya punya satu pensil yang sudah sangat pendek.
Ketika ia asah, pensil itu patah. Raka menghela napas, pasrah. Ia tahu ibunya belum tentu bisa membelikan pensil baru karena uang lebih banyak dipakai untuk kebutuhan dapur.
Malamnya, tanpa diduga, ibunya pulang membawa sebuah kotak kecil. “Ini untukmu, Nak,” katanya sambil tersenyum.
Di dalamnya ada dua pensil baru dan sebuah penghapus. Raka terharu. Ia sadar, ibunya selalu berusaha memberikan yang terbaik, meski dengan keadaan terbatas.
Keesokan harinya, Raka mengerjakan ulangan dengan penuh semangat. Ia berjanji, setiap coretan pensil itu akan menjadi bukti rasa hormat dan cinta pada ibunya.
5. BOLA DI LAPANGAN
Siang itu, lapangan sekolah ramai oleh suara sorak. Tim kelas 8 melawan tim kelas 9 dalam pertandingan persahabatan sepak bola.
Rian, pemain kelas 8, merasa gugup. Ia hampir saja menyerah karena diejek terus oleh lawan yang lebih besar badannya. Namun, temannya, Fajar, menepuk bahunya.
“Tenang, Yan. Kita main bareng-bareng. Jangan pikirkan ejekan. Ingat, kita satu tim.”
Kata-kata itu membuat Rian bersemangat lagi. Di menit terakhir, ia berlari kencang, menerima umpan dari Fajar, lalu menendang bola sekuat tenaga.
Gol! Sorak-sorai menggema. Pertandingan berakhir imbang, tapi kebahagiaan Rian tak terbendung. Ia sadar, yang terpenting bukanlah menang atau kalah, melainkan kebersamaan dan dukungan teman.
6. SEPEDA TUA DI GUDANG
Di gudang rumah nenek, Riko menemukan sebuah sepeda tua berdebu. Rantai berkarat, bannya kempis, catnya terkelupas.
“Nek, sepeda ini punya siapa?” tanyanya.
Nenek tersenyum samar. “Itu dulu milik ayahmu waktu masih seusiamu. Dia pakai sepeda itu pergi ke sekolah setiap hari, bahkan saat hujan deras.”
Riko terdiam. Ayahnya sudah lama tiada. Mendengar cerita itu membuat dadanya hangat. Ia pun mulai membersihkan sepeda itu sedikit demi sedikit.
Butuh seminggu sampai sepeda itu bisa dipakai lagi. Ketika Riko mengayuhnya di jalan kampung, angin sore berhembus lembut, seakan membawanya dekat dengan sosok ayah yang dirindukannya.
Bagi Riko, sepeda tua itu bukan lagi sekadar kendaraan. Ia menjadi jembatan antara masa
7. MEMBERSIHKAN SELOKAN
Sabtu pagi, warga kampung bergotong royong membersihkan selokan. Air hujan beberapa hari terakhir membuat jalan tergenang karena selokan tersumbat sampah.
Arif sebenarnya ingin main game di rumah. Namun, ayahnya mengajaknya ikut kerja bakti. Dengan malas, Arif pun membawa cangkul kecil.
Saat melihat teman-teman sebaya ikut bekerja, rasa malasnya perlahan hilang. Mereka saling bercanda sambil mengangkat sampah dan lumpur. Ternyata, kerja bakti tidak seseram yang ia bayangkan.
Ketika selokan akhirnya bersih dan air mengalir lancar, Arif merasa bangga. Ia sadar, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sejak hari itu, ia tak lagi malas ikut kerja bakti.
8. KUE ULANG TAHUN
Malam itu, rumah Dina sepi. Ia menatap kalender, hari ini tepat ulang tahunnya yang ke-14. Namun, ayah dan ibunya sibuk bekerja, belum juga pulang.
Dina mencoba tersenyum, meski hatinya kecewa. Ia tak ingin berharap banyak. Ia hanya duduk di meja belajar, membuka buku, sambil menahan rasa sedih.
Tiba-tiba pintu rumah diketuk. Ayah dan ibunya masuk dengan wajah lelah, tetapi membawa sebuah kotak kecil.
“Selamat ulang tahun, Dina,” kata ibunya sambil memeluknya.
Kotak itu berisi kue sederhana dengan lilin kecil di atasnya. Dina terharu. Ia menyadari, kasih sayang orang tua tidak selalu ditunjukkan dengan hal besar, tetapi dengan perhatian tulus meski di tengah kesibukan.
Malam itu, Dina meniup lilin dengan hati penuh syukur.
“
9. KAPUR PUTIH PAH GURU
Setiap pagi, Pak Arman selalu datang paling awal ke sekolah. Rambutnya sudah memutih, langkahnya agak pelan, tapi semangatnya tak pernah surut.
Hari itu, kelas Raka belajar matematika. Banyak murid mengeluh karena soal terasa sulit. Dengan sabar, Pak Arman menulis satu per satu langkah penyelesaian di papan tulis. Tangannya berdebu oleh kapur putih, namun ia terus tersenyum.
“Ilmu itu seperti cahaya, Nak. Tugas saya hanya menyalakan lampu, kalianlah yang harus menjaga agar lampu itu tidak padam,” katanya.
Ucapan itu terngiang di kepala Raka. Ia yang biasanya malas belajar, malam itu membuka kembali catatan pelajaran. Ia ingin membuktikan bahwa kerja keras Pak Arman tidak sia-sia.
Sejak saat itu, setiap kali melihat kapur putih di papan, Raka selalu teringat pada ketulusan gurunya.
10. PAYUNG AYAH
Pagi itu hujan deras mengguyur. Sinta gelisah karena harus berangkat sekolah tanpa payung. Ia hanya berdiri di teras rumah, menatap jalanan yang basah.
Tanpa banyak bicara, ayahnya keluar sambil mengenakan jaket tipis. Ia menuntun Sinta berjalan ke sekolah, memayunginya dengan satu-satunya payung tua yang sudah berlubang.
Di tengah jalan, hujan menetes deras mengenai bahu ayah, membuat bajunya basah kuyup. Namun, ia tetap tersenyum, memastikan anaknya tidak kehujanan.
Sesampainya di gerbang sekolah, Sinta menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. “Ayah nggak apa-apa basah?” tanyanya.
Ayah hanya mengangguk. “Yang penting kamu sampai sekolah dengan selamat.”
Sejak hari itu, setiap kali melihat hujan, Sinta selalu mengingat payung tua itu—simbol kasih sayang ayah yang tak pernah tergantikan.
Terimakasih semoga ke terima 😊
Tariatul Pertiwi
Kak daftar dulu atau langsung kirim karya nya ke email? Mohon infonya ya admin 🙏🏻
Ugik wahyu prastyo
Kak kalau mau kirim cerita dimana ya?
sang penuis
kak cara gabung nulis cerpen gimana yak????
Fuad Mulkan A.M
Min.. Mau gabung ikut nulis.. Gmna ya caranya.?
Riyanda Ahyaritama
Kak, mau nanya cerpen minggu ini kok nggak ada ya?
Achmad Hidayah
min, kalau ngirim novel caranya gimana ya?
Magferlina Mokodongan
;0Saya sudah apply tulisan saya namun belum ada respon hehe.. mohon infonya kaka-kaka admin terhormat apakah tulisan saya diterima atau tidak, terima kasih
yayaaaat
Jadi kak kalau enggak ada rekening gimana yah?
Muchlis Muin
Kalau boleh jg mau ikutan……
Aditya
Assalamualaikum min misal nya kalau nulisnya di buku apakah boleh?
tegar
Jika saya mau mengirim puisinnya apa saya juga harus menyertakan covernya
tegar
Jika saya mau mengirim puisinnya apa saya juga harus menyertakan covernya ?
Reka arya nanda
Kak mau nanya kalo kirim puisi apa harus ada covernya jugak?
vin
Halo! Kalau saya mau kirim naskah, apa saya boleh menanyakan feedback kalau dalam 2 bulan tidak ada kabar? Dan kalau tidak ditayangkan oleh basabasi.co, apa saya boleh publish tulisan yang saya kirim sendiri?
Pw
Selamat pagi
Permisi, apakah boleh mengirimkan karya yang berbeda-beda setiap bulan, tidak hanya fokus 1 karya saja, Terima kasih 🙏💕