basabasi.co

Tempat kongkow dan bercerita ini mengusung impian yang sangat muluk; dikenal luas, diperbincangkan, disegani, dan dicatat dalam kitab-kitab sejarah literasi Indonesia. Basabasi digagas dan dikelola oleh Penerbit DIVA Press, dapat diakses secara gratis, menyajikan kolom puisi (Selasa) dan cerpen (Jumat), dari siapa pun yang karyanya lolos kurator tim basabasi.

 

Comments

  1. Emirfan T. Mulyati Reply

    Kirim tulisan lewat email apa ya? Maaf, apakah dapet honor? huehueheu

    • Anonymous Reply

      gerobaknaskah@basabasi.co

      • Melawatie Reply

        masih bisa kah mnrima naskah, Min?

        • Latifah Reply

          Hallo ka. Mohon maaf bagaimana cara kita mengetahui kalau karya kita di upload oleh basabasi.co?

          • Caca

            Apakah benar dapat penghasilan?

        • Pw Reply

          Permisi apakah boleh mengirim karya berbeda-beda di setiap bulan ,, Terima kasih 🙏💕

        • fifi puji lestari Reply

          Prahara Melipat Rasa

          Jendela-Jendela kota terbuka menganga
          Menghembus udara segar menyelir jiwa-jiwa merenung di sudut ruang
          Pandangannya meneduh anantara setangkai melati putih; pun ranum analekta kekaguman

          Di simpang gang parokial
          Merpati biru mendebar roman ketampanan
          Delapan puluh dua hari ia mengendapkan hati
          Prahara cintanya melabu di persembunyian

          Jeda melebarkan sayapnya untuk mendekati melati, sebelum akhirnya ia merunduk tak mampu
          Kupu-kupu hijau begitu lekat terbang mengitari melati

          Pagi itu, kabut menebal, merupa bibirku tersendat kaku
          Tubuhku lelah, seiring langkahku memundur

          Tuan, adakah daun rimbun ‘tuk menghalangi tatapanku, melipat rasa ini dalam diam
          Walau begitu, kekaguman tak memudar afeksi
          Hingga doa-doaku dijawab sang maha cinta

      • tiara Reply

        Ka maaf ini kalau mau ngirim tulisan bayar apa tidak ka

        • Admin Reply

          penulisnya yang kami bayar, kak

          • Ervina

            Kak, dimana kita bisa tahu kalau cerpen kita dimuat? Dan berapa waktu minimal karya dimuat?

          • Akhir

            Aku sudah kirim tulisan. Taoi bisa gak aku kirim ulang?

          • Devita Salsabila

            Halo, kak admin maaf mau tanya kalau mau kirim puisi berupa file atau langsung ditulis di emailnya, dan apakah ukuran margin nya harus diatus? apakah boleh tidak mencantumkan media sosial apakah boleh? soalnya aku nggak punya media sosial cuman ada whatsApp saja, terimakasih

          • Sulis setiawati

            Kak cara ngirim naskah nya gimana

          • Janur kuning

            Kalau cerpen tema serta harus berapa ribu kata dll adakah ketentuannya

          • Adelia

            Ka puisi yang kukirim belum ada bls ya? Sampe sekarang

          • zaa

            cara kirim naskah lewat Gmail gimana

          • zza

            email tidak bisa di buka

          • Erlin

            Aku tidak menemukan email anda sama sekali

      • Aya Reply

        Kak kenapa ngk bisa di uka ya emailnya ini

      • ade saputra Reply

        kirim puisi lewat email apa ya

    • SITI JUWAYRIYAH . Reply

      Min. Mau Tanya daaftar nya dimna ya? Atau langsung kirim lewat email gitu?

      • Luwes Liya L Reply

        Saya mau daftar jadi penulis, gimana ya caranya?

        • rosel Reply

          caranya gimana min,,,,apakah lewat email,,,contohnya gimana,,,,tolonglah min,,,,mohon bantuannya

    • okin Reply

      https://basabasi.co/ngirim-tulisanmu/
      di sini semua tanya itu sebagian besar bahkan semuanya kan terjawab

      • Kirana Friske Reply

        Apakah ini masih aktif??

      • Nadya Banggur Reply

        SUARA RAKYAT ADALAH KURSI DEWAN

        tuangan kata bersebaran di jalanan
        poster-poster mulai di cetakan
        omongan bahkan telah dituangkan
        namun janji tak pernah diterapkan

        suara rakyat bukan suara anggota dewan
        diskusi para pejabat bertebaran
        nama-nama telah dicantumkan
        apakah keluh rakyat pernah terlayankan?

        memimpin dan ada pada kursi
        semua karena suara membumi
        rakyat butuh revolusi bukan kursi
        dimana semua tuangan yang berisi?

        banyak pembangun yang belum tuntas
        lantas bagaimana rakyat bisa bebas
        sementara jalanan belum luas
        pembangunan juga terbatas

        rakyat tanpa dewan biasa saja
        namun dewan tanpa rakyat itu tong sampah
        kami menagih suara berita
        yang sebelumnya mereka sebarkan dengan ramah.

        By:Nadya Banggur
        2024

    • Taufikhidayat Reply

      Aku ingin jadi penulis cerpen

    • hee-rin Reply

      Berikut adalah sebuah cerpen yang saya buat:

      Judul: “Senja di Pantai”
      Aku berdiri di tepi pantai, menatap matahari yang perlahan-lahan tenggelam di cakrawala. Warna langit berubah menjadi merah, jingga, dan ungu, menciptakan pemandangan yang indah. Ombak laut menghantam pantai dengan lembut, menciptakan suara yang menenangkan.

      Aku merasa damai, seperti semua masalah di dunia ini telah hilang. Aku menutup mata, merasakan angin laut yang membelai wajahku. Aku bisa mencium aroma laut yang segar, aroma yang selalu membuatku merasa hidup.

      Tiba-tiba, aku mendengar suara langkah kaki di belakangku. Aku membuka mata dan melihat seorang gadis kecil berlari menuju ke arahku. Dia tersenyum lebar, memegang sebuah kerang laut di tangannya.

      “Lihat, aku menemukan kerang laut yang cantik!” katanya dengan gembira.

      Aku tersenyum, merasa bahagia melihat kegembiraan gadis kecil itu. Aku mengambil kerang laut dari tangannya dan memandangnya dengan kagum.

      “Benar-benar cantik,” kataku.

      Gadis kecil itu tersenyum lagi, lalu berlari kembali ke arah ombak laut. Aku menontonnya, merasa bahagia melihat kebahagiaan orang lain.

      Semoga kamu menikmati cerpen ini! Jika kamu ingin saya membuat cerpen lain, silakan berikan tema atau ide yang kamu inginkan.

    • Shine Reply

      Jasa Ayah

      Di bawah sinar mentari pagi,
      Ayah berdiri, tegar dan berani,
      Dengan tangan kasar, penuh cerita,
      Mengukir harapan, membangun cita.

      Langkahnya pasti, tak pernah ragu,
      Menapaki jalan, meski penuh debu,
      Di setiap peluh, ada kasih sayang,
      Di setiap lelah, ada harapan yang terang.

      Ayah, pahlawan tanpa tanda jasa,
      Di balik senyummu, cerita tersimpan,
      Menghadapi badai, tak pernah mundur,
      Membimbing langkah, memberi petunjuk.

      Dalam pelukanmu, dunia terasa aman,
      Setiap nasehat, bagaikan pelajaran,
      Kau ajarkan arti kerja keras,
      Dan cinta yang tulus, tak pernah pudar.

      Di malam yang sunyi, saat bintang bersinar,
      Kau ceritakan kisah, tentang mimpi yang besar,
      Tentang keberanian, dan tak kenal lelah,
      Menghadapi tantangan, meski penuh resah.

      Kau ajak aku melihat jauh ke depan,
      Membuka mata, menembus batasan,
      Dengan kesabaran kau menunjukkan jalan,
      Menuju masa depan, penuh harapan.

      Setiap detik bersamamu, adalah pelajaran,
      Tentang arti hidup, dan perjuangan,
      Kau membukakan aku untuk tak pernah menyerah,
      Menghadapi dunia, dengan penuh percaya.

      Kini aku berdiri, berkat jasamu,
      Membawa mimpi, menembus angkasa biru,
      Terima kasih, Ayah, untuk segalanya,
      Kasihmu abadi, selamanya di jiwa.

      Di setiap langkah, ku bawa namamu,
      Dalam setiap doa, kupanjatkan untukmu,
      Semoga Tuhan membalas semua jasa,
      Karena kau adalah cahaya, dalam seumur hidup selamanya.

      Ayah, engkaulah pahlawan sejati,
      Dalam setiap detak jantungku, kau abadi,
      Dengan segala cinta, dan pengorbanan,
      Jasamu kan terukir, dalam setiap harapan

    • Deby Airah Putry Reply

      Judul:senja dan kenangan

      Di sudut senja, mentari tenggelam
      perlahan,
      Membawa bayang-bayang, cerita yang tak terkatakan.
      Hatiku pilu, diiringi angin sepoi-sepoi,
      Mengingat kenangan, yang terukir begitu dalam di jiwa.

      Langkah kaki sunyi, menyusuri jalan setapak,
      Jejak-jejak masa lalu, takkan pernah sirna.
      Tawa dan tangis, terukir indah dalam kenangan,
      Namun kini tinggal bayang, di hati yang merana.

      Bintang berkelap-kelip, saksi bisu kesendirianku,
      Menatap langit luas, penuh dengan kerinduan.
      Rasa ini membuncah, bagai air bah yang tak terbendung,
      Menghanyutkan jiwa, dalam lautan kesedihan yang mendalam.

      Namun di balik duka, secercah harapan tetap ada,
      Cahaya kecil menyinari, jalan yang penuh duri.
      Kucoba tegar, kucoba kuat, untuk terus melangkah,
      Mencari arti hidup, di tengah badai yang menerjang.

      Semoga puisi ini menyentuh hati Anda. Anda dapat menyesuaikan tema dan detailnya sesuai dengan perasaan dan pengalaman pribadi Anda.

    • Syakila rahmadani Reply

      i dont know

  2. novia s. Reply

    Saya kirim cerpen via gmail kok malah masuk ke spam ya? Ada yang tau kenapa?

    • Farli Reply

      boleh gabung ngirim cerpen!

      • Mega Reply

        apakah ini masih aktif !!!

        • Admin Reply

          ini nanya atau gimana ya? kok pake tanda seru? :/

          • Isti

            Ka tanda kalo naskah kita di terima gimana ya…?

          • Alfiqh

            Min kalo ngirim cerpen harus daftar dulu? Atau langsung kirim aja vie email??

        • Zahid abdullah Reply

          Saya mau gabung menulis cerita kehidupan

        • FARHAN MUKTADIRA Reply

          Ok saya siap

        • Fitri Fratiwi Anjani Reply

          Ka cara daftar jadi penulis dan mengirim puisi di situs basbasi.co gimana ya?

        • Hari Paulus sipayung Reply

          Boleh gabung nulis novel

      • FARHAN MUKTADIRA Reply

        Apakah saya boleh gabung jadi anggota bapak

        • Ayumi Yoshi Reply

          Min dikirim pake word atau ketika di badan email ??

      • Dwi Fitriani Suherman Reply

        Cara mengirim tulisan.

      • Alfiqh Reply

        Boleh gabung ngirim cerpennya min?

        • Ema suriani Reply

          Gimana cara kirim puisi admin?

          • Admin

            ada di beranda, kak

      • Iis ariska Reply

        Halo gimana cara daftarnya?

    • Ziyat Reply

      kalau karya terjemahan bisa gak?

  3. Purwandi Reply

    Aku punya cerpen baru, genre remaja, tapi bukan cinta-cintaan, panjang 10 halaman, boleh nggak dikirim ke Basabasi.co?Terima kasih.

    • Nur Hasanah Aprilia Reply

      Kak apakah sekarang email basabasi.co tidak menerima pesan? Saya mau bergabung mengirim naskah puisi🙏

  4. Purwandi Reply

    Maaf, mau tanya sedikit tentang cerita bersambung.Ada fee-nya nggak kayak cerpen, esay, dan puisi?

    • Abir Reply

      Berapa biaya transfernya?

  5. Philah Meong Reply

    Maaf.. kalo gak punya rekening gimana ya?..

    • Anonymous Reply

      Buat atuh

    • yayaaaat Reply

      Iyah kak gimna?

    • Haeruddin Reply

      Bagaimanasih cara daptarnya aku sungguh nggak faham

  6. Du Ik Reply

    Min,gw capek ditolak cewek.Kalo naskah ikutan ditolak,kebangetan dah -_-

    • Anonymous Reply

      Mau nanya kak, tahu kalau naskah tidak diterima itu gmna ya?

      • FARHAN MUKTADIRA Reply

        Saya boleh ikutan tulis cerpen

      • Via Reply

        Kak, izin nanya. Bagaimana cara kita tahu cerpen kita diterima atau ditolak? Terimakasi sebelumnya

    • Muhammad Reza Satria Dewangga Reply

      Boleh ikut gabung kirim puisi?

    • FARHAN MUKTADIRA Reply

      Boleh gabung kak

  7. Elliya Nuril Karimah Reply

    tiap ke toko buku, sambil lihat buku-buku berjejer rapi aku mikir…, ternyata penulis udah banyak tapi apa salahnya aku mencoba……….

  8. Nur Hilda Reply

    boleh ikutan kirim untuk cerbung?

  9. Puput Wulandari Reply

    kak mau tanya, itu kalau mau ngirim puisi, langsung di ketik di email nya apa di ketik di file ?

    • Fanny Reply

      KK saya pemula..boleh saya coba dengan beberapa tulisan saya..format kirimnya gimana y?

      • Mario Reply

        Kak mau tanya
        Kalo korim puisi pake file itu filenya docx atau pdf??

  10. Anonymous Reply

    Carane login voucher pie?

  11. Bisma hadinata Reply

    Kirimnya menggunakan pdf?
    Maksud 5 puisi apa kk? Judul nya kah?

  12. Ahmad Sukirno Reply

    Semua artikel di basabasi.co tidak ada update. Artikel terakhir tanggal 18 Mei 2019. Apakah basabasi.co rehat atau sudah tutup?

    • Admin Reply

      kami libur sampai 30 Juni 2019. sayang lagi tanggal 1 Juli 2019.

      • Admin Reply

        kami libur sampai 30 Juni 2019. sayang lagi tanggal 1 Juli 2019.

        • Ahmad Sukirno Reply

          Akhirnya basabasi.co kembali lagi. Terimakasih admin….

          • Admin

            sama-sama 🙂

        • Abdul majid Reply

          Pengin gabung tapi gak tau caranya gimana?

          • Admin

            padahal di sebelah kanan sudah ada kolom “cara mengirim tulisan” 🙁

        • Yasher Reply

          Min saya mau nanya, saya sudah mengirim puisi tulisan saya sendiri lewat email saya “yaserhamid513@gmail.com” apakah puisi saya lolos? Atau, layak tuk dimuat? Terima kasih

      • Sekha Rakhmani Reply

        Kak kenapa saya mengirim puisi tetapi katanya alamatnya salah padahal bener kok ini

  13. Resty Reply

    Kok nggak ada tulisan baru lagi di esai dan hibernasi? Basibasi.co udah nggak nerima naskah yah?

    • Admin Reply

      kami libur sampai 30 Juni, Kak

      • Syafika RifaMutia Reply

        Ibu

        Beredar bintang di garisnya
        Bulan bercahaya di lintasnya
        Waktu bergulir dalam takdirnya

        Aku…
        Terlahir dari manusia hebat
        Sepertinya…
        Merupakan anugerah terbesar Tuhan untuk ku
        Menjadikanku pelipur lara jiwanya

        Kau…
        Perempuan hebat di jiwa lemahku
        Menyayangi tanpa batas
        Mendampingi di semua lidahku

        Ibu…
        Aku mencintaimu
        Terimakasih untuk semua waktu dan lelahmu

  14. Deden muhammad arif Reply

    Kak mau nanya,kirim naskahnya pake lampiran,atau langsung tulis email,makasih

    • nana Reply

      apa anda jadi kirim naskah??

  15. erika Ofc Reply

    saya pikir dunia menulis sudah mulai di tinggalkan karena munculnya youtube yang lebih menjanjikan ketimbang menjadi seorang menulis, tapi mungkin akan saya coba lagi.

  16. Makward Reply

    Semoga masih ada asa dalam sastra….

    • Febria tursila yana Reply

      Bagaimana cara untuk daftar mengirim karya sendiri

      • Putri aeni Reply

        Pengen ikut gabung

  17. Annida Aulia fitri Reply

    Halo selamat malam.
    Untuk naskah yang tidak lolos, apakah Ada feedback?
    Terimakasih

  18. PamansIJung Reply

    kalau boleh tau, ukuran kertasnya A4 atau Legal?

  19. Yuni Bint Saniro Reply

    Tahu tulisan kita diterima atau tidaknya hanya dengan menunggu selama dua bulan ya? jika tidak tayang berarti tulisannya tidak diterima? Apa tidak ada pemberitahuan via email gitu?

  20. Punk Reply

    Aku punya puisi baru

  21. Anonymous Reply

    Hai! Salken!
    Saya punya banyak puisi karena puisi udah mendarah daging ampe ubun-ubun sama saya:D caranya mengirim ke basa-basi.co bagaimana ya? Dan kalo sudah lulus seleksi bisa dilihat dimana ya?

    Bantu jawab.
    Terimakasih:)

  22. Anonymous Reply

    saya punya kumpulan puisi siap kirim, gimana caranya masuk ke situs pengiriman puisi basabasi?

  23. Mujahid Mahdi Reply

    gimana caranya masuk situs pengiriman puisi di basabasi.mohon bantuannya. t kasih

    • Annisa Tang Reply

      Kak, kan hanya dikasih tahu kalau selama 2 bulan nggak dikabarin berarti naskahnya tidak lolos. Yang ingin saya tanyakan, rata-rata berapa lama naskah yang masuk ke redaksi diapprove oleh tim kurator? Sejauh ini. Terima kasih sebelumnya.

  24. Fawwas Rizki Reply

    Kak nunggu konfirmasi cerpen/essay /puisi nunggunya berapa lama? Kalau udah di accept ada email konfirmasinya gak kak?

    • Admin Reply

      Bila dua bulan sejak pengiriman tidak dimuat atau tidak mendapatkan informasi akan dimuat maka otomatis naskah tersebut dinyatakan tidak lolos seleksi.

      • anonym Reply

        nantinya kita dapat informasi lewat mana ka ?
        email atau ke no hp ?

      • zza Reply

        halo min gmail nya gabisa di buka

        • Admin Reply

          email kami bukan gmail, kak

  25. Anonymous Reply

    numpang nanya kak
    cara ngirim puisi gimana yah??

    • Mufidah Reply

      Amerta nya Nisha
      Kau seperti tara yang menyinari Nisha
      Roshan bagaikan harsa
      Tapi diriku seperti timira
      Tak ada askara tapi hanya ada sunya

      Kita tak sama
      Kau seperti nirmala yang amerta
      Sedangkan diriku seperti rina yang sunya
      Dan kita tak akan bersama

      Kau seperti mentari
      Aku seperti rajani
      Kita tak akan menjadi asmaraloka jika bersama
      Tapi hanya akan menjadi nestapa
      Asmaraloka kita
      Wahai Bagaskara yang askara
      Semoga kau selalu menjadi nandikira
      Dan menyinari bentala tanpa hentinya
      Semoga kita seperti itu nantinya

      Wahai insan yang akan menjadi dikara
      Dan menjadi anagata yang nirmala
      Dengan penuh koushik yang harsa
      Walaupun buana memisahkan kita
      Tapi kita akan terus bersama

  26. Mario Reply

    Mau nanya kak
    Cara ngirim puisi pakai file docx atau pdf??

  27. Rahmadina Reply

    Kk cara gabung gmne

  28. Arina Zulfa Reply

    Permisi, mau tanya…
    Kalau mau ngirim tulisan apakah harus rutin perminggu? Dan perbandingan presentase diterima penyeleksian oleh redaksi, apakah setara dengan belum diterima?

    • Admin Reply

      tidak harus rutin. terserah penulis.

  29. Serlly nurlita Reply

    Gimana caranya kirim tulisan di sini?

  30. Serlly nurlita Reply

    Boleh gabung nulis?

  31. Sekha Rakhmani Reply

    Kak aku udah kirim puisi tapi kok balesnya alamatnya salah padahal bener alamat ini @gerobaknaskah.basabasi.com

    • Admin Reply

      ya jelas salah. yang benar gerobaknaskah@basabasi.co
      “co” bukan “com” aih pen ngakak.

      • Anonim Reply

        Kak, pengen gabung, pengen ngirim naskah, langsung aja kirim ke via email itu kak?, Apakah ngirimnya berbayar

  32. Aisyah Namira Reply

    cara daftar buat ikutan nulis gimana ya kak ?

  33. SITI JUWAYRIYAH . Reply

    Iya kak , Saya jugaa mau nanya itu …

  34. Ay Reply

    Untuk foto apakah harus resmi atau bisa bebas?

  35. Septian Pras Reply

    Apakah konfirmasi publikasi karya lewat email?

  36. ara Reply

    sudah ada ketentuan spasi dan margin, jenis huruf dan jenis kertasnya apa ya min?

  37. Marianus lako Reply

    Sekarang masi diterima nggak karyanya pak

  38. Kustawa Esye Reply

    Alenia kedua, maksudnya Saya kirim lagi persatu file

  39. Sherh Reply

    Untuk margin cerpen itu atas 4 kiri 4, bawah 3 kanan 3 apa dari word? Kecil dong min jadinya…..

    • Admin Reply

      ya pake satuan sentimeter dong, bukan inci.

      • Devi Putri Pradani Reply

        Kak kalau sudah terlanjur ngirim dengan satuan inci apakah tidak diterima?

        • Ahmad Fairuz Reply

          1. WARUNG KOPI TENGAH MALAM

          Warung kopi Pak Jaya cuma buka tengah malam sampai subuh. Letaknya di pinggir jalan raya yang sepi. Kata orang, kopi Pak Jaya bisa bikin orang betah ngobrol sampai lupa waktu.

          Malam itu, Andra mampir untuk pertama kalinya. Hanya ada dua orang pelanggan lain: seorang sopir truk dan seorang perempuan muda yang sibuk mengetik di laptop.

          “Baru pertama kali ke sini?” tanya Pak Jaya sambil menuang kopi hitam.

          Andra mengangguk. Aroma kopi itu wangi sekali, seolah menyembunyikan sesuatu. Ia menyeruput sedikit, lalu tiba-tiba merasa aneh—kepalanya ringan, pikirannya jernih, dan ia bisa mengingat semua hal kecil yang biasanya terlupakan: wajah teman SD, bau tanah seusai hujan, bahkan suara ibunya memanggil waktu kecil.

          “Efeknya cepat, ya?” kata perempuan dengan laptop, meliriknya. “Kopi ini bukan sekadar minuman. Dia bisa memanggil kenangan.”

          Andra terdiam. Di kepalanya, ia melihat bayangan seseorang yang sudah lama ingin ia temui: adiknya. Mereka bertengkar lima tahun lalu dan tak pernah bertemu lagi.

          Pak Jaya tersenyum samar. “Kalau kau rindu seseorang, minumlah sampai habis. Mungkin besok kau akan bertemu.”

          Andra meneguk kopi itu sampai tetes terakhir.

          Keesokan harinya, saat ia keluar rumah, seseorang mengetuk pintu pagar. Seorang pemuda berdiri di sana dengan senyum gugup.

          “Andra… aku pulang,” katanya.

          Itu adiknya.

          2. PESAN MISTERIUS DI CHAT ROOM

          Malam itu Raka gabut, main HP sambil scroll grup kelas. Tiba-tiba muncul notifikasi dari nomor asing:

          [Hai, kamu masih ingat aku?]

          Raka mengernyit. Foto profilnya hanya gambar bulan gelap.

          [Siapa ya?] balas Raka.

          [Teman lamamu. Dulu kita sering main kelereng bareng.]

          Raka mulai curiga. Teman masa kecilnya memang banyak, tapi siapa yang masih ingat detail itu?

          [Oke, kalau kamu benar-benar kenal aku, sebutin nama anjing peliharaanku dulu.]

          Butuh beberapa detik sebelum balasan muncul.

          [Bondi.]

          Raka langsung merinding. Hanya satu orang yang tahu itu, dan orang itu… sudah meninggal tiga tahun lalu.

          Tangannya gemetar. Ia hampir menutup chat itu, tapi pesan terakhir muncul:

          [Aku cuma mau bilang, jangan khawatir. Hidupmu bakal jauh lebih baik mulai besok.]

          Esok paginya, Raka mendapat kabar. Beasiswa ke luar negeri yang lama ia tunggu—akhirnya lolos.

          3. UANG JAJAN YANG HILANG

          Pagi itu, Dani sangat gembira. Ibunya memberinya uang jajan lebih banyak dari biasanya. Ia sudah membayangkan bisa membeli roti dan es teh di kantin sekolah.

          Namun, ketika sampai di kelas, uang itu tidak ada di saku celananya. Dani panik. Ia menunduk, mencari di lantai, tapi tidak ketemu.

          Saat jam istirahat, Dani hanya duduk di bangku sambil menahan lapar. Tiba-tiba, Budi—temannya—datang membawa sebungkus roti.

          “Ini buat kamu, Dan. Aku tadi lihat uangmu jatuh di halaman. Aku sudah kembalikan ke ibu guru. Uangmu masih aman,” kata Budi sambil tersenyum.

          Dani terharu. Ia sadar, kejujuran Budi jauh lebih berharga daripada uang jajannya. Sejak hari itu, mereka berdua semakin akrab sebagai sahabat.

          4. PENSIL TERAKHIR

          Sore itu, Raka duduk di meja belajarnya. Ulangan matematika besok membuatnya gelisah. Ia hanya punya satu pensil yang sudah sangat pendek.

          Ketika ia asah, pensil itu patah. Raka menghela napas, pasrah. Ia tahu ibunya belum tentu bisa membelikan pensil baru karena uang lebih banyak dipakai untuk kebutuhan dapur.

          Malamnya, tanpa diduga, ibunya pulang membawa sebuah kotak kecil. “Ini untukmu, Nak,” katanya sambil tersenyum.

          Di dalamnya ada dua pensil baru dan sebuah penghapus. Raka terharu. Ia sadar, ibunya selalu berusaha memberikan yang terbaik, meski dengan keadaan terbatas.

          Keesokan harinya, Raka mengerjakan ulangan dengan penuh semangat. Ia berjanji, setiap coretan pensil itu akan menjadi bukti rasa hormat dan cinta pada ibunya.

          5. BOLA DI LAPANGAN

          Siang itu, lapangan sekolah ramai oleh suara sorak. Tim kelas 8 melawan tim kelas 9 dalam pertandingan persahabatan sepak bola.

          Rian, pemain kelas 8, merasa gugup. Ia hampir saja menyerah karena diejek terus oleh lawan yang lebih besar badannya. Namun, temannya, Fajar, menepuk bahunya.

          “Tenang, Yan. Kita main bareng-bareng. Jangan pikirkan ejekan. Ingat, kita satu tim.”

          Kata-kata itu membuat Rian bersemangat lagi. Di menit terakhir, ia berlari kencang, menerima umpan dari Fajar, lalu menendang bola sekuat tenaga.

          Gol! Sorak-sorai menggema. Pertandingan berakhir imbang, tapi kebahagiaan Rian tak terbendung. Ia sadar, yang terpenting bukanlah menang atau kalah, melainkan kebersamaan dan dukungan teman.

          6. SEPEDA TUA DI GUDANG

          Di gudang rumah nenek, Riko menemukan sebuah sepeda tua berdebu. Rantai berkarat, bannya kempis, catnya terkelupas.

          “Nek, sepeda ini punya siapa?” tanyanya.

          Nenek tersenyum samar. “Itu dulu milik ayahmu waktu masih seusiamu. Dia pakai sepeda itu pergi ke sekolah setiap hari, bahkan saat hujan deras.”

          Riko terdiam. Ayahnya sudah lama tiada. Mendengar cerita itu membuat dadanya hangat. Ia pun mulai membersihkan sepeda itu sedikit demi sedikit.

          Butuh seminggu sampai sepeda itu bisa dipakai lagi. Ketika Riko mengayuhnya di jalan kampung, angin sore berhembus lembut, seakan membawanya dekat dengan sosok ayah yang dirindukannya.

          Bagi Riko, sepeda tua itu bukan lagi sekadar kendaraan. Ia menjadi jembatan antara masa

          7. MEMBERSIHKAN SELOKAN

          Sabtu pagi, warga kampung bergotong royong membersihkan selokan. Air hujan beberapa hari terakhir membuat jalan tergenang karena selokan tersumbat sampah.

          Arif sebenarnya ingin main game di rumah. Namun, ayahnya mengajaknya ikut kerja bakti. Dengan malas, Arif pun membawa cangkul kecil.

          Saat melihat teman-teman sebaya ikut bekerja, rasa malasnya perlahan hilang. Mereka saling bercanda sambil mengangkat sampah dan lumpur. Ternyata, kerja bakti tidak seseram yang ia bayangkan.

          Ketika selokan akhirnya bersih dan air mengalir lancar, Arif merasa bangga. Ia sadar, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sejak hari itu, ia tak lagi malas ikut kerja bakti.

          8. KUE ULANG TAHUN

          Malam itu, rumah Dina sepi. Ia menatap kalender, hari ini tepat ulang tahunnya yang ke-14. Namun, ayah dan ibunya sibuk bekerja, belum juga pulang.

          Dina mencoba tersenyum, meski hatinya kecewa. Ia tak ingin berharap banyak. Ia hanya duduk di meja belajar, membuka buku, sambil menahan rasa sedih.

          Tiba-tiba pintu rumah diketuk. Ayah dan ibunya masuk dengan wajah lelah, tetapi membawa sebuah kotak kecil.

          “Selamat ulang tahun, Dina,” kata ibunya sambil memeluknya.

          Kotak itu berisi kue sederhana dengan lilin kecil di atasnya. Dina terharu. Ia menyadari, kasih sayang orang tua tidak selalu ditunjukkan dengan hal besar, tetapi dengan perhatian tulus meski di tengah kesibukan.

          Malam itu, Dina meniup lilin dengan hati penuh syukur.

          9. KAPUR PUTIH PAH GURU

          Setiap pagi, Pak Arman selalu datang paling awal ke sekolah. Rambutnya sudah memutih, langkahnya agak pelan, tapi semangatnya tak pernah surut.

          Hari itu, kelas Raka belajar matematika. Banyak murid mengeluh karena soal terasa sulit. Dengan sabar, Pak Arman menulis satu per satu langkah penyelesaian di papan tulis. Tangannya berdebu oleh kapur putih, namun ia terus tersenyum.

          “Ilmu itu seperti cahaya, Nak. Tugas saya hanya menyalakan lampu, kalianlah yang harus menjaga agar lampu itu tidak padam,” katanya.

          Ucapan itu terngiang di kepala Raka. Ia yang biasanya malas belajar, malam itu membuka kembali catatan pelajaran. Ia ingin membuktikan bahwa kerja keras Pak Arman tidak sia-sia.

          Sejak saat itu, setiap kali melihat kapur putih di papan, Raka selalu teringat pada ketulusan gurunya.

          10. PAYUNG AYAH

          Pagi itu hujan deras mengguyur. Sinta gelisah karena harus berangkat sekolah tanpa payung. Ia hanya berdiri di teras rumah, menatap jalanan yang basah.

          Tanpa banyak bicara, ayahnya keluar sambil mengenakan jaket tipis. Ia menuntun Sinta berjalan ke sekolah, memayunginya dengan satu-satunya payung tua yang sudah berlubang.

          Di tengah jalan, hujan menetes deras mengenai bahu ayah, membuat bajunya basah kuyup. Namun, ia tetap tersenyum, memastikan anaknya tidak kehujanan.

          Sesampainya di gerbang sekolah, Sinta menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. “Ayah nggak apa-apa basah?” tanyanya.

          Ayah hanya mengangguk. “Yang penting kamu sampai sekolah dengan selamat.”

          Sejak hari itu, setiap kali melihat hujan, Sinta selalu mengingat payung tua itu—simbol kasih sayang ayah yang tak pernah tergantikan.

          Terimakasih semoga ke terima 😊

    • Tariatul Pertiwi Reply

      Kak daftar dulu atau langsung kirim karya nya ke email? Mohon infonya ya admin 🙏🏻

  40. Ugik wahyu prastyo Reply

    Kak kalau mau kirim cerita dimana ya?

  41. sang penuis Reply

    kak cara gabung nulis cerpen gimana yak????

  42. Fuad Mulkan A.M Reply

    Min.. Mau gabung ikut nulis.. Gmna ya caranya.?

  43. Riyanda Ahyaritama Reply

    Kak, mau nanya cerpen minggu ini kok nggak ada ya?

  44. Achmad Hidayah Reply

    min, kalau ngirim novel caranya gimana ya?

  45. Magferlina Mokodongan Reply

    ;0Saya sudah apply tulisan saya namun belum ada respon hehe.. mohon infonya kaka-kaka admin terhormat apakah tulisan saya diterima atau tidak, terima kasih

  46. yayaaaat Reply

    Jadi kak kalau enggak ada rekening gimana yah?

    • Muchlis Muin Reply

      Kalau boleh jg mau ikutan……

      • Aditya Reply

        Assalamualaikum min misal nya kalau nulisnya di buku apakah boleh?

  47. tegar Reply

    Jika saya mau mengirim puisinnya apa saya juga harus menyertakan covernya

  48. tegar Reply

    Jika saya mau mengirim puisinnya apa saya juga harus menyertakan covernya ?

  49. Reka arya nanda Reply

    Kak mau nanya kalo kirim puisi apa harus ada covernya jugak?

  50. vin Reply

    Halo! Kalau saya mau kirim naskah, apa saya boleh menanyakan feedback kalau dalam 2 bulan tidak ada kabar? Dan kalau tidak ditayangkan oleh basabasi.co, apa saya boleh publish tulisan yang saya kirim sendiri?

    • Pw Reply

      Selamat pagi
      Permisi, apakah boleh mengirimkan karya yang berbeda-beda setiap bulan, tidak hanya fokus 1 karya saja, Terima kasih 🙏💕

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!