
Silsilah keilmuan bapak dari Syaikh Maudud al-Jasyti itu sangat bagus. Demikian pula silsilah keilmuan kakeknya sangat bagus juga. Maka, tidak boleh tidak, silsilah keilmuan Syaikh Maudud al-Jasyti harus bagus pula. Jangan sampai kalah dengan bapak dan kakeknya.
Mereka adalah pemilih-pemilih karamah yang sangat agung. Mereka adalah wali-wali Allah Ta’ala yang sangat mumpuni, yang sering dipakai oleh Allah untuk menunjukkan kebenarannya. Buktinya apa? Tidak lain adalah karamah-karamah itu. Dan pelaku karamah itu adalah Allah yang disandarkan kepada mereka.
Setelah memerintahkan saya untuk menghidupkan silsilah keilmuan saya yang begitu agung, Syaikh Ahmad an-Namiqi al-Jami mendudukkan saya dengan cara yang sempurna untuk mendapatkan berkah. Beliau bilang kepada Syaikh Maudud: “Mendakatlah engkau kepadaku, terus dekat.”
Perkataan beliau adalah untuk memastikan adanya berkah untuk Syaikh Maudud. Andaikan beliau betul-betul patuh kepada Syaikh Ahmad an-Namiqi al-Jami, maka kebaikan-kebaikan dari Allah Ta’ala akan benar-benar tercurah kepada beliau. Jadi, keberkahan itu dari Allah Ta’ala lewat perantara kekasihNya.
Ketika itu, Syaikh Maudud benar-benar mendekat kepada Syaikh Ahmad an-Namiqi al-Jami. Beliau memegang tangannya Syaikh Maudud. Itulah saat-saat ketika berkah benar-benar mengalir kepada Syaikh Maudud. Yang dijadikan perantara betul-betul sudah rida, yang mau menerima juga rida.
Syaikh Maudud didudukkan di sebuah majelis yang di sekitarnya ada empat bantal yang bagus-bagus. Empat bantal itu tentu merupakan sebuah isyarat bahwa kalau beliau itu betul-betul menekuni jalur ilmu dan tidak tergiur oleh sesuatu yang lain, tentu beliau akan dihormati oleh siapa pun.
Bersamaan dengan diletakkannya bantal-bantal itu, beliau dengan tegas mengatakan sampai tiga kali: “Dengan tetap terfokus kepada ilmu, dengan tetap terfokus kepada ilmu, dengan tetap terfokus kepada ilmu.” Artinya apa? Beliau mestinya terus fokus kepada dunia keilmuan semata-mata.
Selama tiga hari terus-menerus beliau berkhidmat kepada Syaikh Ahmad an-Namiqi al-Jami. Beliau mendapatkan banyak faidah dari berkhidmat itu. Setelah itu, beliau kemudian pulang. Tidak lama setelah kepulangannya itu, betapa banyak orang yang datang untuk mendapatkan ilmu dari beliau.
Dari berbagai daerah datang banyak sekali orang kepada beliau untuk mendapatkan ilmu. Mereka menemui Syaikh Maudud untuk mendapatkan aneka ragam ilmu agama, sebagian untuk menyempurnakan makrifat, sebagian untuk mendalami hakikat. Untuk berbagai keperluan mereka datang ke sana.
Selama empat tahun, beliau berijtihad sesuai dengan kemampuannya sendiri. Tentu saja beliau semakin banyak pengikutnya. Orang-orang yang ingin mendapatkan ilmu dari beliau, orang-orang yang mengikuti beliau: semua mendekat kepada beliau, tanpa terkecuali. Wallahu a’lamu bish-shawab.
- Syaikh Maudud Al-Jasyti #5 - 26 June 2026
- Syaikh Maudud al-Jasyti #4 - 19 June 2026
- Syaikh Maudud al-Jasyti #3 - 11 June 2026
