Syaikh Yahya asy-Syaibani

Beliau adalah Yahya bin ‘Ammar asy-Syaibani, seseorang yang pernah dilihat oleh Syaikh Abu ‘Abdillah bin al-Khafif di Syiraz. Beliau juga dibikinkan majelis ilmu pengetahuan di Syiraz oleh Ibn al-Khafif. Betapa sangat megah ilmu pengetahuan beliau dibandingkan dengan ilmu orang lain.

Syaikh al-Islam mengatakan bahwa ilmu syari’at tersebar-luas di Hirat karena kiprah Syaikh Yahya mengikuti agama Kanjeng Nabi Muhammad Saw, dan agama itu diperbarui atas dasar kiprah beliau. Al-Qadhi Abu ‘Umar al-Bisthami datang juga ke Hirat dan hadir di majelis Syaikh Yahya.

Setelah selesai memberikan peringatan dan turun, Syaikh Yahya kemudian datang di sisi al-Qadhi Abu ‘Umar al-Bisthami. Beliau kemudian bangkit karena kedatangan Syaikh Yahya. Beliau lalu mengatakan: “Aku telah berkeliling dari barat ke timur, sepanjang daratan dan lautan,

Tidak aku temukan agama yang betul-betul mendalam kecuali di Hirat.” Perkataan tersebut diulang-ulang sampai di Nisabur, bahkan di dekat para pembesar. “Aku telah berputar-putar dari barat ke timur, aku dapati agama betul-betul mendalam hanya di Hirat, tidak di daerah lainnya,” kata Syaikh Yahya bin ‘Ammar asy-Syaibani.

Padahal al-Qadhi Abu ‘Umar al-Bisthami betul-betul orang agung, seorang imam dan satu-satunya orang yang sungguh diikuti. Tapi betul-betul kalah pamor di waktu itu. Seolah-olah Syaikh Yahya bin ‘Ammar asy-Syaibani sungguh sebagai orang yang ditakuti, sebagai orang yang sangat disegani.

Dalam kitab Tarikh al-Imam al-Yafi’ie disebutkan bahwa pada tahun empat ratus delapan Hijriah, Syaikh Abu ‘Umar al-Bisthami Muhammad bin Husin asy-Syafi’ie wafat, waktu itu beliau sebagai hakim Nisabur, sebagai Syaikh Syafi’iyah di sana. Beliau telah berjalan dan mendengarkan banyak sekali wejangan.

Syaikh al-Islam mengatakan bahwa setelah Syaikh Yahya bin ‘Ammar sakit, maka Allah Ta’ala memberikan kesembuhan kepada beliau. Beliau kemudian diletakkan di sebuah majelis. Dua orang hamba meletakkannya di sebuah mimbar. Beliau mengatakan: “Aku mendapatkan kemuliaan di atas mimbar ini.

Tapi sekarang aku tidak sanggup mengungkapkannya.” Beliau kemudian mengatakan lagi: “Aku mendengar bahwa Rasulullah Muhammada Saw wafat, kemudian menggantikan beliau di tempatnya Sayyiduna Abubakar ash-Shiddiq, kemudian ‘Umar, kemudian ‘Utsman, kemudian ‘Ali.”

Seluruh sahabat itu, dari mulai Abubakar sampai kepada ‘Ali, telah diridhai oleh Allah Ta’ala. Kemudian Yahya bin ‘Ammar asy-Syaibani mati, lalu diganti oleh ‘Abdullah, dan ‘Abdullah itu menduduki tempatku. Beliau memukul kepala orang-orang kafir, memukul kepala orang-orang yang sengaja berbuat bid’ah.

Syaikh al-Islam mengatakan bahwa pada hari itu “aku duduk di bawah kursi, maka Syaikh Yahya bin ‘Ammar asy-Syaibani memberikan isyarat kepadaku.” Syaikh ‘Ammu kemudian mengatakan kepadaku: “Engkau adalah ‘Abdullah yang diberi isyarat itu.” Wallahu a’lamu bish-shawab.

Kuswaidi Syafiie
Latest posts by Kuswaidi Syafiie (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!